Sukses

Blora Kerahkan Ribuan Prajurit TNI Jelang Pelantikan Presiden

Liputan6.com, Blora - Menyambut pelantikan presiden hasil Pemilu 2019, prajurit TNI AD satuan Markas Komando Distrik Militer (Kodim) 0721 turun mengamankan kawasan Blora, Jawa Tengah. 

Dandim 0721 Blora Ali Mahmudi mengungkapkan, secara keseluruhan dari satuan Kodim 0721 Blora dan Batalyon Yonif 410 Alugoro, serta Satuan Dinas Jawatan (Satdisjan) ada ribuan prajurit TNI AD yang akan melakukan giat pengamanan. Khusus di Kodim, ada sekitar 400 prajurit.

"Di Blora keseluruhan dari tiga satuan itu ada ribuan prajurit TNI, Kodim jumlahnya ada sekitar 400-an," tuturnya kepada Liputan6.com, Sabtu (19/10/2019).

Ali Mahmudi membeberkan, prajurit TNI AD se-Kabupaten Blora nantinya akan aktif melakukan pengamanan bersama Polres Blora demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan selama hari pelantikan presiden berlangsung. Meski pelantikan dilaksanakan di Jakarta, kata dia, setiap daerah perlu pengamanan secara serentak juga.

"Ini sesuai dengan arahan pusat. Seluruh jajaran TNI keseluruhan melaksanakan apel siaga dalam rangka jelang pelantikan dan usai pelantikan hingga keadaan betul betul kondusif," ujar Ali.

Menurut Ali, hal ini menjadi perhatian khusus karena guna mendukung terciptanya stabilitas keamanan baik di wilayah Korem 073 Makutarama, khususnya wilayah jajaran Kodim 0721 Blora.

Dandim mengajak seluruh elemen masyarakat Blora saling bersinergi menjaga keamanan hajatan nasional yang akan dilaksanakan besok.

"TNI-POLRI semua bersinergi, banyak pula imbauan dilakukan para tokoh-tokoh masyarakat untuk keamanan besuk," katanya.

"Mari kita semua dengan semangat soliditas yang selama ini sudah terjalin dengan baik. Kita senantiasa berdoa semoga hajatan nasional pelantikan Presiden RI nanti bisa berjalan aman dan lancar," ungkap Ali menambahkan.

2 dari 2 halaman

Simak juga video pilihan berikut ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Akhir Profesor Abal-Abal yang Ingin Gagah-gagahan Foto di DPR
Artikel Selanjutnya
Polisi Tangkap 2 Orang Penyandang Dana Rencana Gagalkan Pelantikan Presiden