Sukses

Pesan Ulama Jateng Jelang Pelantikan Presiden RI

Liputan6.com, Purwokerto - Pesta demokrasi pemilihan presiden (Pilpres) telah berlalu. KPU pun telah menetapkan pemenangnya. Kini masyarakat Indonesia menunggu detik-detik pelantikan presiden dan wakil presiden RI.

Beda pilihan adalah biasa. Bukan demokrasi namanya, jika tak ada perbedaan. Dan masyarakat Indonesia, semakin dewasa menyikapi perbedaan pendapat dan pilihan politik.

Namun, tak dipungkiri ada segelintir golongan yang masih saja mengungkit-ungkit keburukan presiden dan wakil presiden terpilih. Dengan dalih itu, mereka bikin keruh suasana menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih, Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin.

Karenanya, ulama di berbagai daerah mengajak agar masyarakat Indonesia bersuka cita menyambut pelantikan presiden dan wakil presiden. Sebabnya, presiden yang bakal dilantik adalah presiden seluruh rakyat Indonesia, bukan presiden satu golongan tertentu.

Pengasuh Pondok Pesantren Tanbighul Ghofilin Alif Baa, Mantrianom, Banjarnegara, Jawa Tengah, KH Khayatul Makky mengatakan terlepas dari beda pilihan pada pilpres lalu, presiden dan wakil presiden adalah pilihan rakyat Indonesia. Karenanya, pelantikannya pun mestinya disambut dengan gembira.

”Mari bersuka cita menyambut pelantikan Presiden Indonesia yang kita cintai ini dengan penuh kedamaian agar Indonesia betul-betul menjadi bangsa yang disegani oleh bangsa lain,” katanya, Jumat malam (18/10/2019).

Kiai yang akrab dengan sapaan Gus Khayat ini juga meminta agar warga, khususnya di Banjarnegara mencegah demonstrasi yang anarkis. Sebab, demonstrasi anarkis jelang pelantikan presiden berpotensi mengganggu keamanan.

"Lebih baik saling menyayangi daripada kita saling murka, dendam dan saling marah," ucapnya.

 

2 dari 3 halaman

Memupuk Persatuan dan Tali Persaudaraan

Alih-alih saling membenci antar anak bangsa, dia bilang lebih baik masyarakat Indonesia mewaspadai bahaya lainnya, yakni, terorisme. Dengan bersatu, dia yakin terorisme bisa dicegah dan dimusnahkan.

“Sekali lagi saya mengajak bangsa Indonesia untuk cintai bangsa Indonesia,” jelasnya.

Menurut dia, rasa kecintaan terhadap tanah air perlu dipupuk sejak dini. Apalagi sebagai warga negara Indonesia yang lahir dan tinggal di Indonesia.

Berbagai cara dapat dilakukan untuk memupuk rasa cinta kepada tanah air. Secara sederhana misalnya, dengan menyanyikan dan mengenal lirik lagu-lagu kebangsaan. Kandungan pesan dalam lirik lagu kebangsaan itu harapannya akan memupuk rasa cinta tanah air.

Selain itu, umat Muslim pun punya idiom kecintaan terhadap bangsa dan tanah air. Bahwa membela tanah air hukumnya wajib.

“Hubbul wathan minal iman yaitu cinta tanah air sebagian dari iman. Maka siapapun yang mencintai tanah air Republik Indonesia ini adalah golongan-golongan orang yang beriman,” dia menegaskan.

Di Kebumen, Kepolisian dan TNI berpatroli gabungan menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih. Tak hanya kawasan perkotaan, patroli juga menyasar pedesaan.

Pada Kamis malam hingga Jumat dinihari (17-18/10/2019), misalnya, salah satu tim gabungan berpatroli di wilayah Karangsambung. Diketahui, Karangsambung adalah wilayah di utara Kebumen yang terhitung pegunungan pelosok.

 

3 dari 3 halaman

Razia Kendaraan dan Patroli Gabungan di Kebumen

Kapolres Kebumen, AKBP Rudy Cahya Kurniawan mengatakan, patroli ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan sosial menjelang pelantikan presiden pada Minggu (20/10/2019). Patroli bersama TNI ini juga bertujuan memberikan rasa aman kepada masyarakat.

"Kami ingin memberikan rasa aman kepada masyarakat, dengan menggelar patroli bersama TNI-Polri, selain itu menjelang pelantikan Presiden kami berharap tidak ada gangguan kamtibmas di wilayah Karangsambung," ucap Rudy.

Dalam patroli itu, petugas gabungan ini selalu menyampaikan himbauan kepada masyarakat yang ditemui agar sama-sama menjaga situasi dan kondisi tetap aman dan nyaman.

Selain patroli gabungan, kepolisian juga menggelar razia kendaraan di sejumlah titik strategis. Pada Kamis malam misalnya, razia digelar di Terminal Bus Kebumen, Kecamatan Rowokele dan Kecamatan Prembun.

Razia akan terus dilakukan di lokasi-lokasi strategis lainnya hingga berlangsungnya pelantikan presiden. Objek vital pun tak luput dari pantauan polisi.

“Menyiagakan anggota menggelar kegiatan kepolisan yang ditingkatkan,” ujarnya.

Rudy menjelaskan, razia kendaraan bermotor menjadi upaya preemtiv Polres Kebumen agar pelantikan yang tinggal menghitung jari dapat berjalan dengan lancar. Dalam razia ini, ada beberapa sasaran prioritas. Meliputi kendaraan pribadi, barang bawaan berbahaya, mobil box, serta kelengkapan berkendara.

“Harapannya dari kegiatan ini kita bisa menjaring pelaku kejahatan. Barang berbahaya dan ilegal seperti senjata tajam, ataupun barang berbahaya lainnya diharapkan dapat dijaring melalui kegiatan ini," dia menerangkan.

 

Simak juga video pilihan berikut ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Akhir Profesor Abal-Abal yang Ingin Gagah-gagahan Foto di DPR
Artikel Selanjutnya
Polisi Tangkap 2 Orang Penyandang Dana Rencana Gagalkan Pelantikan Presiden