Sukses

Pesona Pagi di Kracakan, Pemandangannya Serasa di Niagara

Liputan6.com, Blora - Jika Kanada punya Niagara, maka Desa Ngloram, Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah punya Kracakan. Uniknya, air terjun ala Niagara ini hanya muncul saat musim kemarau tiba. 

Arif Mustofa (27), seorang warga setempat mengatakan, disebut wisata 'Kracakan' karena bebatuan di sepanjang lebar sungai itu melahirkan suara "kracak-kracak" (gemericik) dari derasnya air yang mengalir.

"Pesona alam disini menjadi salah satu magnet tersendiri bagi para pengunjung, baik itu dari daerah Blora maupun dari luar Blora," katanya kepada Liputan6.com, Rabu (10/7/2019).

Suasana pagi di lokasi wisata ini, katanya, bakal bikin pengunjung serasa seperti berada di luar negeri. Bagi yang hobi wisata, tak perlu repot-repot keluar uang banyak untuk pergi ke luar negeri. Wisata Kracakan bisa jadi rekomendasi.

"Miriplah dengan Wisata di Niagara, bahkan bisa dibilang lebih memesona saat di musim seperti sekarang," katanya.

Bagi traveler yang ingin berkunjung, tidak sulit untuk menemukan destinasi wisata ini. Lokasinya dekat dengan Bandar Udara Ngloram Cepu. 

Untuk datang ke tempat ini, tidaklah sulit mencarinya. Wisata Kracakan merupakan satu-satunya yang sering dikunjungi masyarakat dan paling dekat dengan Bandar Udara (Bandara) Ngloram Cepu.

"Rutenya dari pasar merah Cepu, belok kiri menuju jalan raya Desa Ngloram mentok menuju DAS Bengawan Solo," bebernya.

"Setiap pagi hingga malam hari sekitar tempat wisata Kracakan selalu ramai warga yang memancing," katanya menambahkan.

Sulis (34), salah seorang pengunjung dari warga Kecamatan Banjarejo ketika datang di tempat wisata Kracakan mengatakan, setiap ada waktu luang dan sedang penat, dirinya sempatkan untuk datang.

"Jika tidak mancing, ya sekadar melihat-lihat pemandangan, mas. Di sana puluhan hingga ratusan orang perharinya dikunjungi warga" katanya.

Fitri (40) salah seorang pengunjung dari Bojonegoro, juga mengatakan, wisata Kracakan adalah air terjun kecil sungai Bengawan Solo itu Niagara Falls Canada.

"Saya coba mengambil foto air terjun Kracakan, saya sandingkan dengan foto Niagara Falls Canada, ternyata tak jauh beda," katanya.

Menurut dia, debit air Bengawan Solo yang menyusut drastis saat musim kemarau, menyebabkan relief-relief dasar sungai tampak ke permukaan. Bentuknya, kata dia, memang tak beda dengan Niagara Falls di Kanada hanya saja ukurannya relatif lebih kecil.

"Setiap sore, Kracakan ramai dikunjungi warga. Rata-rata untuk berfoto selfie." Tandas Fitri.

 

 

2 dari 2 halaman

Simak juga video pilihan berikut ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Misteri Situ Sarkanjut dan Mitos Kejantanan Bagi Pria
Artikel Selanjutnya
Mengganti Macet Pagi dengan Syahdunya Pemandangan Baluran