Sukses

Indahnya Gereja Ayam Tempat Rangga dan Cinta Bertemu di AADC2

Liputan6.com, Magelang - Harapan penonton Ada Apa Dengan Cinta 2 atau AADC2 atas bertemunya Rangga dan Cinta setelah 14 tahun terpenuhi. Seperti kisah romantis saja, CLBK (Cinta Lama Bersemi Kembali) antara dua manusia yang pernah terlilit cinta remaja itu membius penonton.

Dalam salah satu bagian, Rangga mengajak Cinta mendatangi tempat-tempat asing yang tak mereka kenal. Salah satunya Gereja Ayam atau masyarakat sekitar menyebutnya Banyak Angrem (angsa mengeram) di dekat Candi Borobudur, Jawa Tengah.

Saat dibawa ke tempat misterius berwajah angker ini, Cinta tak habis pikir apa yang dimaui Rangga.

"Kenapa sih kamu bawa aku ke sini?" tanya Cinta sambil memandang Rangga.

"Sebentar lagi Subuh. Nanti kamu lihat," jawab Rangga, tak melepas tatapan matanya ke paras Cinta.

Rasa penasaran Cinta terjawab. Tapi rasa penasaran penonton AADC2 dan siapa pun yang pernah mendengar atau melihat foto Gereja Ayam niscaya tersulut. Kok, ada bangunan aneh di puncak bukit.

Seperti dialami Sri Andiyani atau biasa disapa Cicik bersama tiga temannya, Susi, Tina, dan Ida saat mengunjungi bangunan ini. Mereka datang ke rumah doa ini, jauh sebelum film AADC 2 mulai shooting. Menurut Cicik, ia mendengar keberadaan bangunan di puncak bukit Rhema itu dari kawan lainnya.

"Penasaran. Itu bangunan kuno atau baru?" kata Cicik kepada Liputan6.com, Sabtu (30/4/2016).

Bangunan Gereja Ayam secara geografis berada di kawasan Kembanglimus, Borobudur. Tepatnya di Desa Gombong, Kecamatan Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Untuk sampai ke bangunan ini siapa pun harus menyusuri jalan setapak ke Bukit Menoreh.

Gereja Ayam jadi lokasi film AADC2 (Liputan6.com / Edhie Prayitno Ige)

Banyak yang menyebut sebagai "Gereja Ayam" karena desain bangunannya mirip seekor ayam lengkap dengan ekor dan kepalanya. Masyarakat kampung setempat dan sekitarnya menyebut "Banyak Angrem (Angsa Mengeram)" karena postur badannya yang panjang kayak angsa. Padahal, menurut cerita pembuatnya, bangunan itu justru meniru bentuk seekor burung merpati.

Berdekatan dengan Gereja Ayam, ada panorama menggoda dari Bukit Punthuk Setumbu terutama saat matahari terbit. Menara Gereja Ayam itu menjadi semacam panduan ketika menyusuri jalan setapak.

Menurut Cicik, mereka membutuhkan waktu sekitar 20 menit berjalan kaki di antara pepohonan yang rindang. Medan yang harus ditempuh bervariasi, ada trek naik ada trek turun.

"Bangunan Gereja Ayam" berdiri di area yang sangat strategis di salah satu punggung Bukit Menoreh," kata Ida, teman Cicik.

Dari pengamatan Liputan6.com melalui rekaman drone, terlihat jika Gereja Ayam menyerupai burung raksasa yang sedang berada di tengah hutan. Sementara di sekitarnya masih terdapat pepohonan yang rindang dan belukar yang cukup banyak.

Yono, salah satu petugas, menyebutkan bahwa bangunan itu sejatinya bukanlah gereja. Namun dimasudkan sebagai rumah doa bagi siapa saja.

"Ini bangunan sebenarnya dibangun tahun 90-an. Tapi karena pemiliknya kehabisan dana, maka tahun 2000 tidak dilanjutkan," kata Yono.

Gereja Ayam jadi lokasi film AADC2 (Liputan6.com / Edhie Prayitno Ige)

Ketika masuk dalam bangunan, terlihat bagian utama dari "Gereja Ayam" itu adalah sebuah aula yang berukuran sangat besar dan tidak diisi oleh perabot apa pun. Pengerjaan lantai sedang dituntaskan. "Gereja Ayam" sempat terabaikan dan menjadi kumuh karena pemilik bangunan, Daniel Alamsjah, kehabisan dana untuk menyelesaikan bangunan ini pada tahun 2000.

"Dulu pak Daniel mendirikan bangunan ini karena mendapat mimpi untuk mendirikan bangunan doa di atas sebuah bukit. Beliau lalu membeli tanah di Bukit Menoreh dan mulai mewujudkan impian tersebut," kata Yono.

Kendala dana hingga Rp 2 miliar itulah yang akhirnya menghentikan pembangunan bangunan ini. Meski demikian, bangunan ini sempat dijadikan tempat rehabilitasi para pencandu narkoba.

Setelah beberapa media asing mengulas dan memasukkan bangunan ini menjadi salah satu bangunan unik di dunia, warga kemudian membuat akses jalan yang dibeton menuju ke lokasi bangunan.

"Ada parkiran juga kok. Banyak juga yang menjual minuman dan makanan karena pengunjung ramai," kata Cicik dan Ida.

Profil bangunan itu sendiri menurut Susi, salah satu teman Cicik, cukup lengkap.berdatangan. Di bawah aula terdapat beberapa ruangan tidur yang dilengkapi dengan kamar mandi. Ada juga ruangan lainnya.

"Kami diminta menyiapkan senter untuk masuk ke dalam ruangan yang gelap tersebut," kata Susi.

Gereja Ayam jadi lokasi film AADC2 (Liputan6.com / Edhie Prayitno Ige)

Subuh adalah momentum yang luar biasa untuk menikmati matahari terbit. Apalagi dari puncak menara gereja ayam. Pandangan mata akan dimanjakan pemandangan di sekitar Bukit Menoreh.

Sawah terbentang di kejauhan, dan beberapa perbukitan menjadi semacam benteng alam. Candi Borobudur pun terlihat di kejauhan.

"Kami lebih suka berlama-lama di halaman. Selain adem ada juga suara burung," kata Tina.

Cicik, Tina, Susi, dan Ida hanyalah segelintir warga lokal yang penasaran dengan keberadaan bangunan di puncak bukit Rhema itu. Meskipun bukan bangunan kuno, namun karena sempat terbengkalai, akhirnya memiliki aura misterius.

Siang yang panas, tak menyurutkan keceriaan mama-mama muda itu berfoto. Tentu bukan sekedar untuk dibagi di media sosial seiring demam AADC2, namun terlebih lagi, untuk bekal bercerita kepada siapapun. Berbagi inspirasi.

Loading