Sukses

Tata Cara Sholat Ied di Hari Raya Idul Fitri, Bacaan, Niat dan Artinya

Liputan6.com, Jakarta - Tata cara Sholat Ied, menjadi hal yang perlu kita ketahui sebelum menjalankan ibadah sholat khusus di Hari Raya Idul Fitri ini. Sebab, banyak muslim sering lupa lantaran sholat Ied ini dilakukan setahun sekali saat Lebaran.

Sholat Ied sendiri hukumnya sunnah. Ini seperti dijelaskan dalam hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.

“Rasulullah saw biasa keluar pada Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha menuju tanah lapang.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Ada juga yang menyebut hukum melaksanakan sholat idul fitri ini adalah sunah muakkad, karena Rasulullah SAW selalu menunaikannya selama hidupnya. Sedangkan menurut pendapat imam Abu Hanifah, hukumnya fardhu ain dan menurut imam Ahmad hukumnya fardhu kifayah.

Sholat Ied biasanya dilakukan secara berjamaah di masjid-masjid atau lapangan. Tahun-tahun lalu, saat positivity rate Covid-19 di Indonesia masih tinggi, Pemerintah sempat mengeluarkan aturan bahwa Sholat Ied bisa dilakukan dilakukan sendiri di rumah.

Namun, untuk tahun ini, Pemerintah sudah mengizinkan masyarakat untuk menggelar Sholat Ied di lapangan atau masjid-masjid. Namun, tentu saja tetap dengan protokol kesehatan yang ketat.

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 7 halaman

Niat dan Bacaan

Karena merupakan sholat khusus, niat dan bacaan Sholat Ied tentu berbeda dengan sholat sholat lainnya. Dalam dua rakaat shalat idul fitri terdiri dari beberapa takbir dan bacaaan tertentu.

Selain itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat akan melaksanakan sholat Ied atau Sholat Idul Fitri, sehingga kita bisa menjalaninya baik.Sebab, Sholat Ied di Hari Raya Idul Fitri juga bisa jadi pelengkap ibadah puasa kita selama sebulan penuh di bulan Ramadan.

Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber, tentang tata cara shalat Idul Fitri.

3 dari 7 halaman

Niat Sholat Ied

Sebelum mengetahui tata cara shalat Idul Fitri, kamu perlu mengenali niatnya terlebih dahulu. Bacaan niat shalat Ied jelas berbeda dengan bacaan niat shalat yang lainnya. Berikut niat shalat Idul Fitri:

Niat shalat Idul Fitri untuk imam:

"Ushalli sunnatan li ‘idil fithri rak ‘ataini imaman lillahi ta’alaa."

Artinya: “Aku niat shalat sunat Idul Fitri dua rakaat menjadi imam karena Allah Ta’ala.”

Niat shalat Idul Fitri untuk makmum:

"Ushalli sunnatan li ‘idil fithri rak ‘ataini makmuuman lillahi ta’ala."

Artinya: “Aku niat shalat sunat Idul Fitri dua rakaat menjadi makmum karena Allah Ta’ala.”

Niat shalat Idul Fitri sendiri:

"Ushalli sunnatan li ‘idil fithri rak ‘ataini lillahi ta’alaa."

Artinya: “Aku niat shalat sunat Idul Fitri dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

4 dari 7 halaman

Tata Cara Shalat Ied Rakaat Pertama

Jika Sholat Ied dikerjakan secara berjamaah, maka imam disunnahkan untuk mengeraskan bacaan shalat. Namun, jika shalat Idul Fitri dikerjakan sendiri, maka cukup dibaca dengan suara pelan. Berikut tata cara shalat Idul Fitri:

- Membaca Takbiratul Ihram

- Membaca Doa Iftitah

“Allaahu Akbaru kabiiraa-walhamdu lillaahi katsiiran, wa subhaanallaahi bukrataw-waashiila. Wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas-samaawaati wal ardha haniifam-muslimaw-wamaa anaa minal musyrikiina. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi Rabbil ‘aalamiina. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiin.”

- Takbir Sebanyak 7 Kali (Rakaat Pertama)

Setelah membaca doa iftitah, mengucapkan takbir sebanyak 7 kali, diikuti dengan tasbih setiap kali selesai takbir. Bacaan tasbih setiap selesai 7 takbir di salat Id adalah seperti berikut:

Subhanallah walhamdulillah wala ilaaha illallahu wallahu akbar wala haulawala quwwata illa billahil 'aliyyil 'adzim

Artinya:

"Maha Suci Allah, segala pujian bagi Allah, tiada Tuhan melainkan Allah, Allah Maha Besar, dan tiada daya dan upaya serta kekuatan (bagi kita) melainkan dengan kekuasaan Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung."

- Setelah itu baca Al-Fatihah, diikuti surat pendek Al-Quran seperti biasa. Ingat, gerakan dan bacaan selanjutnya hingga rakaat pertama selesai sama dengan salat lainnya.

5 dari 7 halaman

Tata Cara Shalat Ied Rakaat Kedua

Tata Cara Shalat Idul Fitri Rakaat Kedua

- Tata cara shalat Idul Fitri rakaat kedua seperti rakaat pertama, dimulai dengan Takbiratul Ihram, setelah itu takbir lagi. Namun kali ini takbir hanya 5 kali. Setiap kali selesai takbir, membaca tasbih seperti pada rakaat pertama.

- Setelah itu baca Al-Fatihah, diikuti surat pendek Al-Quran seperti biasa. Ingat, gerakan dan bacaan selanjutnya hingga rakaat kedua selesai sama dengan salat lainnya lalu diakhiri dengan salam.

Begitulah tata cara shalat Idul Fitri beserta niat dan bacaannya yang perlu kamu ketahui.

6 dari 7 halaman

Khutbah Shalat Ied Pertama

Biasanya sholat Ied pada Hari Raya Idul Fitri juga dilengkapi dengan khutbah dari khotib.

Khutbah ini juga perlu diketahui di samping tata cara shalat Idul Fitri. Usai salat Idul Fitri, khatib melaksanakan khutbah dengan mengikuti beberapa ketentuan sebagai berikut:

1. Disunahkan untuk memulai khutbah pertama dengan takbir sebanyak 9 kali.

2. Memuji Allah SWT dengan membaca Alhamdulillah

3. Membaca sholawat nabi " Allahumma solli 'ala Saidina Muhammad wa 'ala ali Saidina Muhammad"

4. Berpesan untuk keluarga sendiri agar terus bertakwa dan lebih meningkatkan ibadah kepada Allah SWT

5. Akhiri khutbah pertama salat Id di rumah dengan membaca ayat suci Alquran. Surat 3 Qul sudah cukup (Al Ikhlas, Al Falaq, An Naas)

7 dari 7 halaman

Khutbah Sholat Ied Kedua

Saat akan memulai khutbah salat Id kedua, disunnahkan untuk memulai khutbah kedua dengan takbir sebanyak 7 kali.

Tata cara khutbah salat Id keda sama seperti khutbah pertama, cuma ada penambahan bacaan doa di akhir khutbah.

Untuk bacaan doa di akhir khutbah sifatnya bebas. Untuk keselamatan keluarga maupun seluruh umat Islam di seluruh dunia.

Karena saat ini umat Islam sedang menghadapi wabah virus corona, bisa juga diselipkan doa agar Allah SWT mengangkat pandemi ini agar kita bisa beribadah ke masjid atau surau seperti biasanya.