Sukses

Mengintip Perayaan Idul Fitri di 6 Negara, Ada Pagelaran Seni hingga Pecah Telur

Liputan6.com, Jakarta Hari raya Idul Fitri merupakan perayaan bagi umat Muslim di seluruh dunia. Saat itulah, jutaan umat Muslim di seluruh dunia dengan antusias menyambut hari kemenangan mereka. Uniknya, meskipun sama-sama merayakan Idul Fitri, setiap negara memiliki perayaan dan tradisi yang berbeda-beda.

Di Indonesia, Idul Fitri yang lebih dikenal dengan sebutan Lebaran identik dengan berbagai tradisi khas mulai dari sajian ketupat dan opor ayam hingga malam takbiran yang meriah.

Namun, bagaimana hari raya Idul Fitri ini disambut umat-umat muslim di negara lain? Nah, berikut berbagai tradisi Lebaran dari berbagai negara di belahan dunia.

1. Malaysia

Sebagai negara tetangga yang paling dekat dengan Indonesia, tradisi lebaran di Malaysia tidak jauh berbeda. Sebagian besar tradisi di negeri jiran ini diwarnai dengan acara makan-makan bersama keluarga besar. Masyarakat muslim di Malaysia senang menyajikan ketupat dan rendang, baik rendang ayam maupun rendang sapi.

Di Malaysia juga mengenal konsep mudik yang stilahnya lebih dikenal sebagai ‘pulang kampung’. Setelah pulang kampung dan berkumpul bersama keluarga besar, biasanya ada tradisi membagi-bagikan angpao atau amplop berisi uang dari anggota keluarga yang sudah bekerja kepada anak-anak kecil.

 

 

2 dari 8 halaman

2. Australia

Sebagai salah satu negara yang paling dekat dengan Indonesia, perayaan Idul Fitri dilaksanakan cukup meriah. Perusahaan memberikan toleransi kepada semua karyawan muslim untuk mendapat libur, serta kawasan mayoritas muslim bisa menggunakan jalanan umum untuk shalat idul fitri. Hal ini menjadi istimewa karena mengingat Australia bukan negara muslim.

 

3 dari 8 halaman

3. Arab Saudi

Di Arab Saudi, perayaan idul fitri kental dengan kesenian. Beragam pagelaran diadakan seperti baca puisi, parade, teater hingga pertunjukan musik. Jika di Indonesia terdapat ketupat dan opor ayam, Arab Saudi memiliki daging domba yang dicampur nasi serta sayuran tradisional. Hal seperti ini juga terjadi di Suriah, Sudah hingga beberapa negara Timur Tengah lainnya.

Selain makanan dan kesenian, perayaan lebaran di negara Timur Tengah sering dirayakan dengan tradisi menghias rumah. Lampion berwarna-warni digunakan untuk menghias rumah agar terlihat cantik.

 

4 dari 8 halaman

4. Turki

Berbeda dengan negara lainnya, tradisi lebaran yang ada di Turki cukup unik. Pertama, penyebutan hari lebaran di Turki dikenal dengan kata “ Bayram”. Kedua, biasanya masyarakat yang ada disana akan mengenakan khas yang dinamakan Bayramlik.

Selanjutnya, mereka akan merayakannya dengan memberikan salam satu sama lain sebagai ucapan lebaran yang berbunyi, “ Bayraminiz Kutlu Olsun”, “ Mutlu Bayramlar”, atau “ Bayraminiz Mubarek Olsun”. Ketiga salam itu artinya hampir sama, yaitu selamat merayakan Hari Raya Bayram atau Hari Raya Idul Fitri.

Setelah itu, mereka akan berkeliling ke rumah-rumah untuk memberikan salam dan doa. Sebagai balasannya, mereka akan saling memberikan hadiah berupa coklat, permen, uang koin, atau makanan tradisional Turki seperti Lokum dan Baklava.

Sebagai informasi, di Turki hanya kaum pria saja yang akan pergi ke masjid untuk melaksanakan sholat Idul Fitri berjamaah sementara kaum perempuan biasanya akan berdiam diri di rumah.

 

5 dari 8 halaman

5. India

Tradisi khas Lebaran yang unik juga bisa kamu temui di India. Pada malam terakhir bulan Ramadan sebelum hari raya Idul Fitri, para wanita muslim di India kerap menghias tangan mereka menggunakan henna dengan berbagai pola cantik. Tradisi merayakan Idul Fitri di India dikenal dengan Chaand Raat.

Tradisi Idul Fitri lainnya di India antara lain bertukar makanan manis serta menyantap berbagai sajian khas Idul Fitri di India seperti Servai dan juga Sheer Kurma sebagai hidangan penutup.

 

6 dari 8 halaman

6. Adu Telur di Afganistan

Tradisi Lebaran unik selanjutnya bisa kamu temukan di Afganistan. Pada hari Idul Fitri, seperti di Indonesia, masyarakat Afganistan akan menunaikan ibadah Shalat Ied. Namun, sesudahnya mereka kerap berkumpul dan melakukan tradisi yang dikenal dengan nama Tokhm-Jangi alias adu telur.

Tradisi ini dilakukan dengan berkompetisi memecahkan telur rebus. Telur rebus siapa yang pecah terlebih dahulu maka orang tersebut dianggap kalah. Tradisi Idul Fitri ini dilakukan oleh masyarakat berbagai usia untuk memeriahkan suasana hari raya Lebaran.

 

(Reni Novita Sari/Dream.co.id)

7 dari 8 halaman

Infografis Awas Lonjakan Covid-19 Libur Lebaran

8 dari 8 halaman

Simak Video Berikut Ini: