Sukses

Benarkah Puasa Syawal Harus Dilaksanakan 6 Hari Secara Berurutan?

Liputan6.com, Jakarta - Puasa Ramadhan telah berakhir dengan perayaan Idul Fitri pada Kamis, 13 Mei 2021. Namun, ada juga masyarakat yang melanjutkan dengan puasa syawal sehari setelah Lebaran.

Tentang pelaksanaan puasa syawal itu, mereka berpedoman pada hadis yang menyebutkan bahwa orang yang berpuasa Ramadhan kemudian ditambah dengan enam hari di bulan syawal, maka ia seperti puasa selama setahun penuh.

“Barang siapa yang berpuasa ramadhan kemudian berpuasa 6 hari di bulan syawal, maka baginya (ganjaran) puasa selama setahun penuh” (HR Muslim).

Apakah puasa syawal enam hari harus dilakukan secara berurutan? Dikutip dari buku Yang Harus Diketahui Dari Puasa Syawal karya Ahmad Zarkasih, Lc, mengatakan, tidak.

Alasannya, karena memang teks hadits yang menyebutkan itu tidak memberikan tambahan adanya tatabbu’an atau berurutan. Teks hadits yang ada sifatnya mutlak begitu saja. Karenanya tidak harus berurutan, boleh dikerjakan secara terpisah yang penting masih di bulan syawal.

 

2 dari 4 halaman

Afdalnya Puasa Syawal

Ahmad Zarkasih kemudian menjelaskan berdasarkan pendapat Imam Nawawi dalam kitabnya Syarhu al-Nawawi li-Muslim tentang afdalnya puasa syawal.

"Afdhalnya, puasa 6 hari syawal dilakukan secara berurutan dan menyambung setelah hari ied alFithr, jika terpisah, atau diakhirkan dari awal syawal sampai akhir syawal, itu juga masih bisa mendapatkan pahala karena itu juga masihdisebut 6 hari syawal," tulis Zarkasih.

Berikut niat puasa syawal: Nawaituu shauuma ghadin an adai sunnatis syawwali lillahi ta'ala (Saya berniat puasa sunah syawal esok hari karena Allah Ta'ala).

3 dari 4 halaman

Aman Berpuasa Saat Pandemi Covid-19

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: