Sukses

Ingin ke Arab Saudi? Penerima 4 Vaksin COVID-19 Ini Bebas Karantina

Liputan6.com, Jakarta - Arab Saudi mengizinkan warga internasional untuk masuk ke wilayah kerajaan. Syaratnya, mereka harus datang dari negara yang tidak kena pembatasan. 

Semua penumpang yang datang harus mengikuti karantina berdasarkan aturan yang berlaku di Arab Saudi. Aturan itu dikecualikan bagi penerima empat vaksin COVID-19.

Menurut rilis General Authority of Civil Aviation (GACA), Selasa (11/5/2021), ada empat vaksin yang bisa membuat pendatang tak ikut karantinya, yakni Pfizer, Moderna, AstraZeneca, dan Johnson & Johnson.

Semua vaksin itu sudah mendapatkan izin darurat dari WHO.

Prosedur karantina ini berlaku pada 20 Mei 2021.

Menurut laporan Saudi Gazette, pemerintah Arab Saudi juga telah memberikan aturan baru untuk 38 negara, termasuk Indonesia, terkait protokol kesehatan jika ingin ke Arab Saudi. Salah satunya adalah ikut tes PCR.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 3 halaman

Kemenag Tanggapi Putusan Saudi Gelar Haji 2021

Pemerintah Arab Saudi akan menyelenggarakan ibadah haji 1442 H/ 2021 M dengan protokol pencegahan Covid-19 yang ketat. Penyelenggaraan ibadah haji itu akan digelar dengan kondisi khusus untuk melindungi para jamaah dari Covid-19.

Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Khoirizi menyambut baik penyelenggara haji itu meski belum ada penjelasan terkait rencana operasionalnya. Menurutnya, kepastian penyelenggaraan haji sudah ditunggu masyarakat Muslim Indonesia dan dunia. 

"Kita tentu bersyukur dengan pengumuman dari Saudi bahwa tahun ini ada penyelenggaraan haji. Namun, Saudi baru memastikan adanya penyelenggaraan haji, belum mengumumkan rencana operasionalnya," tegas Khoirizi di Jakarta, Senin (10/5/2021).

"Saudi dalam pengumumannya menyebutkan bahwa rencana operasional haji tahun ini akan diumumkan di lain waktu. Kita akan segera koordinasikan terkait rencana operasionalnya ini," sambungnya.

Menurut Khoirizi, penjelasan Arab Saudi terkait rencana operasional haji 1442 H sangat penting. Sebab, hal itu akan menjelaskan bagaimana skema penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

"Apakah haji tahun ini akan digelar seperti tahun lalu, hanya diikuti oleh warga Saudi atau epkspatriat yang ada di sana? Atau ada izin untuk pemberangkatan jemaah dari negara luar Saudi, termasuk Indonesia?," ujar Khoirizi.

Direktur Bina Haji ini menambahkan, pihaknya akan terus mengikuti perkembangan informasi dari pemerintah Arab Saudi. Sambil menunggu pengumuman resmi dari pemerintah Arab Saudi ke pemerintah Indonesia, Kemenag akan berkoordinasi dengan Dubes Arab Saudi dan Konjen RI di Jeddah terkait tindak lanjut dari update informasi haji ini.

3 dari 3 halaman

Infografis COVID-19: