Sukses

Ketika Ramadhan di Panti Lansia Maroko Serasa Seperti di Rumah Sendiri

Liputan6.com, Jakarta- Sebuah panti lansia di Kota Oujda, Maroko berusaha membuat bulan suci Ramadhan berkesan.

Penghuni panti lansia Maroko yang tinggal di panti lansia Ryad Al Moussinine di Oujda tidak lagi memiliki keluarga, selain sesama penghuni panti tersebut.

Meskipun demikian, para penghuni panti itu, 80 lelaki dan perempuan, berkumpul dan menikmati buka puasa setiap malam.

"Ramadan ini, kami berusaha sedapat mungkin melipatgandakan upaya untuk para warga lansia ini. Kami mencoba menciptakan suasana seperti di tempat mereka pernah tinggal sebelum pandemi, khususnya sewaktu iftar. Kami berusaha membuat mereka merasakan ini adalah suasana kekeluargaan," kata Direktur panti Ryad Al Moussinine, Belkassem Mziraa, seperti dikutip dari VOA Indonesia, Jumat (7/5/2021).

Diketahui, sebagian besar penghuni panti lansia di Oudja tidak dapat lagi diurus oleh keluarga mereka yang mengalami masalah finansial.

Sementara itu, sebagian penghuni lainnya datang ke panti ini karena mereka kehilangan pekerjaan dan tidak memiliki penghasilan atau dukungan untuk membayar sewa rumah.

"Karena Virus Coronalah saya berada di sini. Kalau saja saya punya pekerjaan, sebagai tukang kayu, saya tidak akan pernah datang ke sini. Saya punya pekerjaan dan punya pegawai, tetapi semuanya ditutup dan diblokir, itu sebabnya saya datang ke sini. Mereka menerima saya di sini karena usia saya. Ramadhan yang lalu sangat sulit bagi saya, saya merindukan anak-anak lelaki saya. Tetapi tahun ini lebih baik, saya mulai beradaptasi di sini," ungkap salah satu seorang penghuni panti, Jilali Lemrini.

2 dari 4 halaman

Penghuni Panti Lansia Ungkap Kerinduan dengan Keluarga

Beberapa penghuni dikunjungi oleh keluarga mereka, kadang-kadang satu atau dua kali dalam setahun, kata direktur panti itu.

"Di panti ini, kami dalam keadaan baik-baik saja, mereka merawat kami, tetapi terlepas dari itu, saya rindu keluarga saya. Ramadhan Karim," kata  seorang penghuni lainnya, Fatima Lhadi.

"Alhamdulillah, saya melewatkan Ramadhan dengan sangat baik. Saya ke dapur, membantu mereka dan bekerja bersama mereka. Suasana di sini menyenangkan dan kami menikmatinya,” kata Aicha Amine, penghuni panti Ryad Al Moussinine.

"Tim medis di Ryad Al Moussinine memastikan bahwa mereka yang menderita penyakit kronis tidak berpuasa," terang Khadija Bssiti, anggota staf medis panti lansia tersebut.

"Kami selalu benar-benar melakukan pemeriksaan bagi para penghuni lansia ini, khususnya selama Ramadan. Kami mengukur tekanan darah dan kadar gula darah karena ada banyak penderita diabeles di sini. Kami juga menyarankan mereka agar minum lebih banyak air untuk menghindari dehidrasi dan tentu saja, kami mencegah pasien penyakit kronis agar tidak berpuasa," jelasnya.

Jumlah warga berusia 60 tahun ke atas pada tahun 2020 sekitar 4,2 juta orang, menurut Komisi Tinggi Perencanaan di Maroko.

Ryad Al Moussinine dibangun pada tahun 2013 oleh Badan Amal Islam Oujda.

3 dari 4 halaman

Infografis Aman Berpuasa Saat Pandemi COVID-19

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Berikut Ini: