Sukses

Terpaksa Makan Menu Gorengan Saat Sahur, Simak Tips dari Dokter Gizi

Liputan6.com, Jakarta - L Selama puasa Ramadan, disarankan agar kita menghindari konsumsi makanan digoreng ataupun terlalu berlemak. Mengonsumsi makanan yang digoreng berpotensi menyebabkan masalah pencernaan.

Namun terkadang, keterbatasan waktu dan bahan makanan membuat kita memilih menu praktis seperti nasi goreng. Bagaimana jika terpaksa mengonsumsinya dan apa yang bisa dilakukan guna meminimalisir efek buruknya?

"Ada triknya. Misalnya kita tdak mau lemak berlebihan, minyaknya sedikit saja. Nasi goreng itu bisa dikreasikan bagaimanapun juga disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing. Tetap bisa dalam bentuk nasi goreng, mau sahur mau buka (puasa)," jelas dokter spesialis gizi klinik Cindiawaty J Pudjiadi, seperti dilansir Antara.

Cindy mengatakan, tak perlu memakai minyak banyak untuk membuat nasi goreng. Lalu agar hidangan nasi goreng tak sekadar mengandung karbohidrat dan lemak, Anda bisa menambahkan sumber protein baik seperti hewani nabati seperti daging ayam, telur, daging sapi, ikan dan kacang polong. Mengenai porsi, sebaiknya menyesuaikan dengan kebutuhan tubuh Anda.

 

2 dari 4 halaman

Sayuran Pelengkap Gizi

Tambahan sayur semisal wortel, buncis akan melengkapi gizi nasi goreng. Tetapi ketika tubuh sedang mengalami maag dan GERD sebaiknya batasi makanan yang tinggi gas seperti kos.

"Sekali masak praktis cepat dan komplit. Supaya lengkap ditambah sayur, lalu ditutup dengan buah. Menu nasi porsinya sesuai kebutuhan tubuh, kalau Anda gemuk lebih sedikit. Protein wajib kadang pasien saja pagi-pagi harus makan dua porsi protein jadi 80-100 gram, pas buka 120 gram, tetapi bisa tetap turun (berat badannya)," ujar Cindy.

 

3 dari 4 halaman

Infografis

4 dari 4 halaman

Simak Juga Video Berikut Ini