Sukses

Rawat Rantai Sepeda Motor Sambil Menunggu Berbuka Puasa

Liputan6.com, Jakarta - Rantai memiliki fungsi untuk menyalurkan tenaga dari mesin ke roda belakang sepeda motor. Oleh sebab itu, agar performa motor dapat diandalkan, maka Anda dapat melakukan perawatan rantai motor agar usia pakainya bisa lebih lama.

Di samping itu, perawatan rantai motor ini juga untuk meminimalisir terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan seperti, rantai putus atau bisa juga lepas dari gir.

"Periksa jarak bebas (Freeplay) dari rantai roda. Usahakan tingkat jarak bebas (freeplay) motor jangan terlalu kencang maupun tertalu kendur. Jika rantai roda terlalu kencang bisa mengakibatkan rantai putus. Selain itu, jika ukuran ketegangan rantai terlalu kencang getaran akan sangat terasa di bagian footstep," jelas Surya, mekanik Dias Motor.

Sebaliknya, jika rantai roda terlalu kendur maka akan menimbulkan suara berlebih atau berisik. Selain itu, saat melakukan deselerasi atau perlambatan laju motor akan terasa ada sendatan.

Potensi lain yang bisa terjadi adalah rantai bisa lepas dari gir. Parahnya lagi, rantai yang lepas dari gir bisa saja mengunci roda belakang karena terjepit. Umumnya, jarak ketegangan rantai sekitar 3 cm – 5 cm.

Adapun hal yang perlu diperhatikan saat melakukan penyetelan jarak bebas (Freeplay) adalah poros gir depan dan belakang harus sejajar dan membentuk garis lurus.

"Untuk mendapatkan posisi jarak bebas yang maksimal, motor jangan diposisikan berdiri dengan standar tengah, bila perlu dinaiki untuk mendapatkan posisi gir yang lurus sesuai dengan pemakaian. Posisi yang tidak segaris akan membuat jarak antar gir semakin pendek. Perbedaan dari jarak antar gir ini membuat kekencangan rantai berubah," tambah Surya.

2 dari 4 halaman

Perlu Tambahan Pelumas

Pelumas rantai roda sangat diharuskan untuk mengurangi gesekan mata rantai dengan gir yang ditujukan untuk menghilangkan bunyi atau gesekan. Rantai roda yang kering dan kotor berpotensi mempercepat keausan. Gunakan pelumas khusus untuk rantai roda (chain lube).

Pemberian pelumas pada rantai roda juga tidak boleh sembarangan, jika rantai roda kotor, cucilah terlebih dahulu menggunakan air sabun. Setelah itu baru diberi pelumas baik menggunakan pelumas khusus rantai roda (chain lube) atau oli baru dengan kekentalan SAE 80 atau SAE 90.

Gunakan suku cadang asli dan berkualitas saat penggantian rantai roda. Meski dirawat dengan baik dan benar, tentunya rantai roda akan mencapai usia masa pakainya.

Secara visual hal ini dapat dilihat dengan runcingnya mata gir sepeda motor. Ciri lainnya, apabila setelan roda sudah mentok atau habis maka rantai roda sepeda motor kita sudah saatnya untuk di ganti dengan yang baru.

3 dari 4 halaman

Infografis Dilarang Mudik

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: