Sukses

Cara Seru Puasa Gadget Saat Ramadhan

Liputan6.com, Jakarta - Penggunaan gadget yang terlalu banyak tidak baik bagi kesehatan, terlebih kesehatan mata.

Selama Ramadhan kali ini, mungkin banyak kegiatan dilakukan menggunakan gadget, dan waktu yang semakin senggang, bukan berarti kita perlu terus berada di lingkaran gadget.

Coba tiga langkah seru berikut yang dirangkum Tekno Liputan6, untuk mengurangi penggunaan gadget.

1. Buat Jadwal Kegiatan

Hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah membuat jadwal kegiatan untuk waktu satu hari.

Jadwal yang tidak terlalu mendetail tampaknya tak jadi masalah. Karena, jadwal ini nantinya hanya jadi acuan untuk kegiatan yang kamu lakukan.

Berikan beberapa waktu kosong untuk kegiatan-kegiatan insidental.

Jadwal kegiatan atau rencana, bisa kamu mulai pasca-sahur hingga sebelum tidur. Misal, kamu memulai kerja saat pagi dan istirahat pada siang hari.

Kemudian, bisa ditambahkan kegiatan seperti ‘menyiapkan menu berbuka puasa’ pada sore harinya.

 

2 dari 3 halaman

2. Atur Penggunaan Gadget

Setelah memiliki gambaran kegiatan selama satu hari, kamu perlu mengatur penggunaan gadget.

Misal, berikan waktu senggang untuk membuka smartphone pada waktu istirahat kerja di siang hari.

Atau saat melihat resep masakan sebelum memulai menyiapkan menu berbuka puasa.

Sama seperti penjadwalan kegiatan, kamu juga mengatur penggunaan gadget pada waktu-waktu tertentu. Selain itu, kamu bisa mengatur waktu maksimal penggunaan gadget, misal 5 jam penggunaan maksimal.

Untuk mendukung hal itu, kamu bisa memanfaatkan fitur yang ada di smartphone dan gadget kamu, seperti mode fokus.

 

3 dari 3 halaman

3. Alihkan Perhatian

Setelah melakukan upaya-upaya diatas, kamu juga perlu mengalihkan perhatian dari gadget. Terutama langkah ini perlu dilakukan untuk anak-anak.

Bagi anak-anak, perlu mengalihkan perhatiannya ke permainan bersifat fisik, atau ajak mereka mengobrol. Permainan seperti puzzle atau yang melatih kemampuan kinetiknya akan meningkatkan skill mereka.

Sementara jika pada gadget, ia akan kekurangan kegiatan gerak.

Pada orang dewasa, kamu perlu mengalihkannya pada kegiatan seperti membaca buku atau hal lain yang tidak di depan layar.