Sukses

Melihat Masjid yang Konsisten Jalankan Protokol Kesehatan

Liputan6.com, Samarinda - Sejak awal pandemi Covid-19, Muhammadiyah merupakan salah satu ormas Islam yang keras mendukung karantina wilayah. Salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia ini pada Ramadan tahun lalu bahkan sampai melarang salat berjamaah di masjid milik Muhammadiyah.

Anggota dan pengurus Muhammadiyah diminta untuk beribadah di rumah. Masjid-masjid milik Muhammadiyah hanya mengumandangkan adzan sebagai penanda waktu salat tanpa ada salat berjamaah, termasuk tarawih.

Di tahun kedua Ramadan di masa pandemi, Muhammadiyah di Kalimantan Timur mulai lebih longgar dalam penerapan Salat berjemaah. Hanya saja, protokol kesehatan masih tetap dilakukan secara ketat.

Pada pelaksanaan Salat Tarawih di Masjid Ad-Da’wah Muhammadiyah Kaltim, jarak antar jemaah sangat terlihat. Setiap jemaah diberi tanda khusus posisi boleh ditempati untuk salat.

Bendahara Takmir Masjid Ad-Da’wah Muhammadiyah Kaltim, Ahmad Mubarak menjelaskan, penerapan protokol kesehatan tak menghalangi semua rangkaian ibadah di masjid ini. Masjid yang terletak di Jalan Siradj Salman, Kota Samarinda ini juga melaksanakan kegiatan Ramadan lainnya.

“Tak hanya menjaga jarak, tapi semua kegiatan kita batasi misalnya ceramah sebelum tarawih hanya maksimal 10 menit,” kata Mubarak, Jumat (16/4/2021).

Masjid ini juga menyediakan menu berbuka puasa. Tak hanya itu, pengurus masjid juga menyediakan makanan sahur bagi yang beritikaf.

“Pandemi Covid-19 tetap menjadi kewaspadaan kita sehingga ibadah-ibadah Ramadan tahun ini kita laksanakan dengan mengantisipasi penularan virus tersebut,” paparnya.

Di setiap kegiatan ibadah Ramadan, takmir masjid selalu mengingatkan jemaah agar menerapkan prokol kesehatan seperti menjaga jarak, menggunakan masker, dan menghindari kerumunan. Takmir masjid juga sering meminta jemaah membawa sajadah atau alas salat dari rumah.

Meski jemaah diatur jaraknya, masjid dua lantai ini masih bisa menampung 2 ribu jemaah. Sehingga kemungkinan jemaah membludak bisa diminimalisir. Soal kebersihan, Mubarak menyebut masjid ini rutin dipel dengan bahan disinfektan. 

Simak juga video pilihan berikut

2 dari 2 halaman

Penerapan Protokol Kesehatan

Ahmad Mubarak menyebutkan, di pintu masuk masjid sudah disediakan pengukur suhu tubuh otomatis masing-masing untuk jamaah laki-laki dan jamaah perempuan. Jamaah yang memiliki suhu tinggi tentu saja dilarang memasuki area masjid.

“Jika selesai salat alami gejala mirip covid, kita minta jamaah untuk segera melapor ke takmir,” katanya.

Selain itu, di setiap tempat wudhu juga disediakan sabun untuk cuci tangan. Sabun yang disediakan juga telah memenuhi standar pencegahan penularan Covid-19.

“Jika tidak bawa masker atau memakai masker tidak standar seperti masker scuba, kami dari takmir masjid juga menyediakan masker medis secara gratis,” papar Mubarak.

Saat pelaksanaan ibadah, takmir masjid akan selalu menegur jemaah yang melanggar protokol kesehatan. Jemaah yang membuka masker atau posisinya tidak berada di titik salat yang seharusnya akan ditegur.

“Sebelum Kultum atau ceramah jelang Salat Tarawih, pengurus takmir menyampaikan beberapa pengumuman salah satunya soal protokol kesehatan dan penerapan new normal di masjid,” katanya.

Penerapan prokol kesehatan di masjid-masjid yang menggelar kegiatan Ramadan memang masih minim. Beberapa masjid bahkan ada yang tidak mengatur jarak meski mewajibkan jemaahnya menggunakan masker.

Meski demikian, masjid-masjid yang tetap teguh menerapkan upaya pencegahan Covid-19 patut diapresiasi.

“Sebab Islam adalah agama keselamatan,” pungkasnya.