Sukses

10 Cara Mengatasi Batuk saat Puasa, Ibadah Kembali Lancar

Liputan6.com, Jakarta Mengalami batuk-batuk saat sedang menjalankan ibadah puasa, sudah pasti bikin enggak nyaman. Untuk itu, cara mengatasi batuk saat puasa ini bisa dijadikan pilihan. Mulai dari memanfaatkan air garam, aromaterapi, dan menghindari alergen.

Cara mengatasi batuk saat puasa pun bisa disesuaikan dengan jenis batuknya. Batuk kering ditandai dengan tenggorokan yang terasa gatal karena udara kering. Batuk berdahak ditandai dengan tenggorokan yang dipenuhi lendir kental dan terkadang bikin sesak napas.

Hati-hati, beberapa cara mengatasi batuk saat puasa berisiko bikin batal. Salah satunya kumur air garam. Beberapa kondisi batuk memang bisa diredakan dengan cara sederhana. Akan tetapi bila sudah parah, cara mengatasi batuk saat puasa perlu diredakan dengan obat.

Berikut Liputan6.com ulas cara mengatasi batuk saat puasa dari berbagai sumber, Rabu (13/4/2021).

2 dari 6 halaman

Cara Mengatasi Batuk saat Puasa

Air Garam

Air garam bisa dijadikan sebagai cara mengatasi batuk saat puasa. Gunakan air garam dengan cara berkumur. Larutan air garam akan meringankan rasa sakit dan iritasi tenggorokan. Cara mengatasi batuk saat puasa inipun dapat membantu mengeluarkan lendir di belakang tenggorokan.

Cobalah cara mengatasi batuk saat puasa dengan berkumur air garam selama beberapa menit dan jangan sampai tertelan, karena bisa membatalkan puasa. Agar hasil lebih maksimal, lakukan sebanyak 3-4 kali dalam satu hari.  Larutkan ½ sendok garam ke dalam air putih hangat. Cara ini dapat membantu membasmi bakteri dalam mulut.

Humidifier

Cara mengatasi batuk saat puasa bisa mengandalkan humidifier. Batuk biasanya akan semakin parah karena udara kering akibat kipas angin dan pendingin ruangan. Udara ini bisa dilembapkan dengan humidifier. Debu dan penyebab iritan bisa diatasi dengan kelembapan ini.

Ikuti petunjuk penggunaan dan pastikan cara mengatasi batuk saat puasa tepat, menggunakan air bersih. Jika air yang digunakan tidak steril, kuman air malah akan menyebar dan menyebabkan batuk semakin parah di malam hari.

Ukur juga kelembapan dengan higrometer agar cara mengatasi batuk saat puasa bisa maksimal. Pastikan kelembapan kamarnya berkisar 50 persen. Hal ini untuk mengantisipasi kelembapan udara yang berlebihan. Semakin lembap kamar maka akan semakin membuat jamur berkembang.

3 dari 6 halaman

Cara Mengatasi Batuk saat Puasa

Hindari Alergi

Menghindari pemicu alergi adalah cara mengatasi batuk saat puasa, mengingat pemicu batuk adalah alergi. Pemicu ini seperti jamur, bulu hewan peliharaan, dan debu.

Cara mengatasi batuk saat puasa bisa pula dengan mulailah bersihkan rumah secara berkala. Tujuannya agar penyebab alergi atau alergen tidak terhirup oleh sistem pernapasan dan menyebabkan batuk.

Bisa dengan mengandalkan penyedot debu. Cara mengatasi batuk saat puasa, bisa dengan mencuci sarung bantal dan seprei dengan air panas setidaknya satu minggu sekali. Lebih rajin melakukan mandi dan menghindari asap rokok.

Mandi atau Berendam Air Hangat

Mandi atau berendam air hangat adalah cara mengatasi batuk saat puasa yang mudah dilakukan di rumah. Cara ini akan membuat saluran pernapasan lebih lembap. Sehingga akan membuat dahak lebih cepat keluar dan meringankan batuk yang dialami saat puasa. Berbeda bagi penderita asma, jangan lakukan cara mengatasi batuk saat puasa ini. Uap yang dihirup oleh penderita asma akan membuat asma semakin buruk.

4 dari 6 halaman

Cara Mengatasi Batuk saat Puasa

Aromaterapi

Aromaterapi adalah praktik menggunakan minyak esensial untuk menenangkan dan menyembuhkan gangguan kesehatan tertentu. Minyak esensial Eucalyptus atau kayu putih dapat membantu meredakan batuk kering dengan bekerja sebagai dekongestan.

Udara kering dapat memperburuk batuk kering. Coba cara mengatasi batuk saat puasa dengan tambahkan kayu putih ke diffuser, spritzer, atau inhaler.

Bisa juga menambahkan beberapa tetes air panas ke dalam mangkuk dan tarik uapnya sebagai cara mengatasi batuk saat puasa. Mengharumkan ruangan dengan eucalyptus dapat membantu mendapatkan tidur malam yang lebih baik.

Istirahat Cukup

Istirahat cukup adalah cara mengatasi batuk saat puasa yang dapat membantu tubuh mengembalikan stamina sekaligus menambah energi. Energi ini dibutuhkan tubuh untuk meningkatkan sistem imunitas tubuh terutama saat sedang menjalankan ibadah puasa.

Sistem imunitas inilah yang akan melawan infeksi virus atau bakteri yang menyebabkan batuk. Saat sedang mudik, usahakan untuk selalu istirahat selama perjalanan mudik dan hindari begadang. Anda juga dapat mencoba menambah 1 bantal saat Anda tidur untuk mengurangi batuk dan sesak saat malam hari.

5 dari 6 halaman

Cara Mengatasi Batuk saat Puasa

Hindari Gorengan

Cara mengatasi batuk saat puasa adalah menghindari konsumsi gorengan. Apalagi gorengan termasuk salah satu kudapan favorit saat buka puasa. Pasti rasanya kurang afdol kalau berbuka tanpa menyantap aneka gorengan kesukaan.

Akan tetapi saat batuk menyerang, sebaiknya hindari dulu konsumsi makanan yang satu ini sebagai cara mengatasi batuk saat puasa. Minyak yang terdapat dalam makanan ini dapat meningkatkan produksi lendir di tenggorokan. Lantas radang tenggorokan akan menjadi yang terburuk.

Hidrasi Tubuh

Tetap terhidrasi akan membantu memastikan tenggorokan tetap lembab sehingga bisa sembuh dengan baik. Cobalah cara mengatasi batuk saat puasa dengan mengontrol asupan air putih saat berbuka, makan malam, dan sahur.

Terapkan metode 2-4-2 agar kebutuhan 2 liter air setiap harinya selama puasa bisa dirasakan. Penelitian menunjukkan bahwa minum cairan pada suhu kamar dapat meredakan batuk, pilek, dan bersin. Studi yang sama melaporkan bahwa minuman panas mengurangi lebih banyak gejala, termasuk sakit tenggorokan, kedinginan, dan kelelahan.

Cairan hangat seperti sup dan teh juga membantu menambah kelembaban sambil memberikan bantuan segera untuk sakit tenggorokan dan gatal. Cairan hangat dapat membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi yang penting untuk proses penyembuhan. Cara mengatasi batuk saat puasa ini bisa dilakukan saat buka puasa dan sahur.

6 dari 6 halaman

Cara Mengatasi Batuk saat Puasa

Gunakan Bantal Tinggi

Menggunakan bantal yang lebih tinggi bisa dijadikan cara mengatasi batuk saat puasa, terutama saat sedang beristirahat. Cara mengatasi batuk saat puasa ini akan menghambat lendir yang berkumpul di tenggorokan.

Jangan sampai kepala sejajar dengan tubuh bagian bawah saat berbaring karena dapat memperparah batuk. Pada posisi lebih tinggi, lendir dan udara akan lebih mudah mengalir ke bawah dan mencegah batuk.

Rutin bersihkan tempat tidur kemudian selimut, seprei, dan sarung bantal. Setidaknya ganti dua kali dalam satu minggu dan cuci dengan air panas. Cara mengatasi batuk saat puasa ini bisa mencegah tungau/debu yang menempel pada tempat tidur.

 Konsumsi Obat

Apabila dengan cara mengatasi batuk saat puasa secara alami belum bergitu berdampak dan masih menggangu, berarti ini saatnya mengonsumsi obat batuk. Ketika waktu berbuka puasa dan sahur, cobalah cara mengatasi batuk saat puasa dengan mengonsumsi obat batuk. Obat yang dikonsumsi bisa disesuaikan dengan kondisi batuk, apakah kering atau berdahak.

Berikut jenis-jenis obat batuk yang bisa dikonsumsi:

1. Ekspektoran

Obat batuk ekspektoran bisa digunakan untuk cara mengatasi batuk saat puasa yang berdahak. Obat ini akan membantu pengenceran lendir atau dahak. Hingga membuat batuk di malam hari bisa dihindari.

2. Antitusif

Obat batuk antitusif, seperti dextromethorphan, biasa digunakan untuk cara mengatasi batuk saat puasa yang kering. Obat ini akan mengurangi rangsangan yang dapat memicu batuk. Hingga membuat frekuensi batuk bisa dikurangi pada malam hari.

3. Dekongestan

Obat batuk dekongestan, seperti phenylephrine dan pseudoephedrine dapat meringankan batuk di malam hari. Cara mengatasi batuk saat puasa dengan dekongestan, bisa membantu melegakan hidung tersumbat dan meredakan tekanan rongga sinus karena alergi dan pilek.

4. Antihistamin

Obat antihistamin, seperti brompheniramine dan chlorpheniramine. Cara mengatasi batuk saat puasa dengan obat ini akan meredakan batuk yang disertai flu/pilek dan sakit tenggorokan.