Sukses

6 Syarat Wajib dan Syarat Sah Puasa Ramadan, Ketahui Hikmah dan Keutamaannya

Liputan6.com, Jakarta Bulan suci Ramadan 2021 atau 1442 H akan segera tiba, ini artinya umat muslim di seluruh dunia tak lama lagi akan memasuki bulan Ramadan dan akan menjalankan ibadah puasa.

Ibadah puasa dikerjakan selama satu bulan penuh, selama kurun waktu tersebut umat muslim tidak hanya diminta untuk menahan lapar dan dahaga saja. Mulai dari fajar hingga adzan magrib tiba, umat muslim juga diwajibkan untuk menahan hawa nafsu. 

Selain itu, ibadah puasa tak hanya membatasi makan, minum, dan mengontrol hawa nafsu saja. Tetapi juga untuk mendapatkan keutamaan dari ibadah puasa itu sendiri. Namun, untuk mendapatkannya umat muslim harus mengetahui lagi syarat sah dan wajib yang harus dipenuhi.

Hal itu dilakukan agar ibadah puasa yang dijalankan selama satu bulan penuh mendaoatkan berkah bagi yang menjalankan. Mengingat ibadah puasa merupakan perintah wajib yang sudah diterangkan dalam Al quran ayat 183 Surat Al Baqarah, maka keimanan pada Allah harus terus diutamakan.

Sebagaimana yang kita ketahui, menjalankan ibadah puasa dengan baik dan benar akan meningkatkan ketaqwaan bagi umat muslim.

Berikut penjelasan mengenai syarat wajib dan sah puasa Ramadan beserta hikmah dan keutamaannya yang dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Selasa (6/4/2021).

2 dari 4 halaman

Syarat Wajib dan Syarat Sah Puasa Ramadan

Sebelum bulan suci Ramadan datang, Anda perlu untuk kembali memahami tentang syarat wajib dan sah puasa Ramadan. Ada 6 syarat wajib dan sah puasa Ramadan, sebagai berikut.

1.  Beragama Islam

Syarat wajib dan sah berpuasa Ramadan yang pertama adalah beragama islam. Diwajibkan untuk umat muslim, maka ibadah puasa hanya dijalankan untuk penganut agama Islam saja.

2.  Berakal Sehat

Syarat wajib dan sah selanjutnya adalah berakal sehat atau tidak gila. Selain harus beragama Islam, ibadah puasa juga harus dilaksanakan orang berakal. Yang artinya, ibadah puasa tidak sah apabila dilakukan orang dalam keadaan tidak sehat atau gila.

3.  Baligh

Syarat wajib dan sah ibadah puasa ramadan adalah Baligh. Baligh berarti orang yang menjalankan ibadah puasa harus sudah cukup umur. Cukup umur disini artinya, seseorang yang menjalankan puasa sudah mengalami tanda-tanda pubertas.

4.  Mampu

Mampu berarti, orang yang menjalankan ibadah puasa harus sehat jasmani dan rohani. Tidak sakit dan tidak melakukan perjalanan jauh atau musafir. Apabila umat muslim tengah sakit atau melakukan perjalanan jauh, maka keduanya diperbolehkan untuk tidak berpuasa. Namun, umat muslim diwajibkan mengganti di lain waktu, sebelum bulan Ramadan kembali datang.

5.  Suci dari Haid dan Nifas

Syarat yang satu ini berlaku bagi wanita. Ini menjadi syarat wajib dan sah berpuasa. Wanita yang sedang haid atau nifas boleh tidak berpuasa, namun wajib menggantinya di hari setelah bulan Ramadan. 

6.  Mengetahui Awal Ramadan

Syarat lain dalam berpuasa adalah mengetahui awal bulan Ramadan. Caranya dengan melihat hilal secara langsung dan melalui saksi yang dapat dipercaya. Namun, bila tidak dapat dilihat maka bisa menentukan awal bulan suci Ramadan dengan menghitung bulan Syaban menjadi 30 hari.

3 dari 4 halaman

Hikmah Puasa di Bulan Suci Ramadan

1.  Memenuhi perintah Allah

Sebagai konsekuensi keimanan kepada Allah, maka setiap perintah Allah harus diikuti dan setiap larangannya wajib dihindari. Mengerjakan ibadah puasa merupakan perintah sebagaimana tertera dalam ayat 183 Surat Al Baqarah.

2.  Menjadi orang yang bertaqwa

Berpuasa dengan baik dan benar dapat meningkatkan ketaqwaan. Secara etimologis, taqwa berarti menjaga, melindungi, memperhatikan dan waspada. Kemudian, secara terminologi taqwa berarti menjalankan apa yang diperintahkan Allah, dan menjauhkan dari segala yang dilarang-Nya. Orang yang berpuasa, salah satu cerminan orang yang bertaqwa sebab mengendalikan hawa nafsunya, mampu berkata dan berperilaku baik kepada sesama manusia.

3.  Memahami penderitaan orang yang kurang mampu

Orang yang serba kekurangan seringkali mengalami rasa lapar dan tidak bisa memenuhi kebutuhan pokoknya, seperti makan. Sebaliknya bagi orang yang berkecukupan atau orang kaya, bisa memenuhi kebutuhan. Maka dari itu, ketika berpuasa dapat memposisikan diri seperti orang yang kekurangan ataupun miskin yang sering kelaparan.

4.  Mendekatkan diri kepada Allah

Pada bulan Ramadan, umat islam menjalankan ibadah puasa dan melakukan amalan sunnah untuk mendekatkan diri kepada Allah. Di antaranya melalui ibadah salat wajib dan ibadah sunnah.

5.  Memperbanyak Sedekah

Setiap amalan kebaikan di Bulan Ramadan, akan dibalas berlipatganda oleh Allah SWT. Teritama bersedekah kepada orang fakir miskin, pahalanya dapat berlipatganda. Apalagi jika memberi makanan walau sekedar untuk membatalkan puasa atau ta’jil, maka pahalanya akan jauh lebih banyak.

4 dari 4 halaman

Keutamaan Bulan Ramadan

1.  Bulan berlimpah berkah

Saat datang bulan Ramadan Rasulullah SAW, bersabda, sebagaimana diriwayatkan Abu Hurairah, sebagai berikut: "Sesungguhnya telah datang kepadamu bulan yang penuh berkah. Allah mewajibkan kamu berpuasa, karena dibuka pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka dan dibelenggu syaitan-syaitan, serta akan dijumpai suatu malam yang nilainya lebih berharga dari seribu bulan. Barangsiapa yang tidak berhasil memperoleh kebaikannya, sungguh tiadalah ia akan mendapatkan itu untuk selama-lamanya." (HR. Ahmad, An-Nasa'I, dan Baihaqi).

2.  Bulan kegembiraan bagi pecinta kebaikan

Sahabat Arfah pernah berkata, "Suatu ketika aku berada di rumah Uthbah bin Farqad, kebetulan ia sedang membicarakan puasa Ramadhan, lalu masuk seorang laki-laki, salah seorang sahabat Nabi SAW. Melihat laki-laki itu Uthbah menaruh hormat padanya dan diam. Tamu itupun menyampaikan hadis tentang Ramadhan. Ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah SAW, bersabda tentang Ramadhan,'Pada bulan itu pintu-pintu neraka ditutup, dibuka pintu-pintu surga dan dibelenggu syaitan-syaitan'." Rasulullah SAW mengulas lagi, "Dan seorang malaikat akan berseru"'Hai pecinta kebaikan bergembiralah? Hai pecinta kejahatan, hentikanlah! Sampai Ramadhan berakhir." (HR Ahmad, dan An-Nasa'i).

3.  Saat penghapusan kesalahan diampuni dosa-dosanya

Abu Hurairah berkata bahwa Nabi SAW. bersabda: "Shalat yang lima waktu, Jumat ke Jumat, Ramadhan ke Ramadhan berikutnya menghapuskan kesalahan-kesalahan yang terdapat di antara masing-masing selama kesalahan besar dijauhi."

Abu Sa'id al-Khudri ra. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan dan mengetahui batas-batasnya dan ia menjaga diri dari segala apa yang patut dijaga, dihapuskanlah dosanya yang sebelumnya." (HR Ahmad dan Baihaqi).

Abu Hurairah berkata, "Telah bersabda Rasulullah SAT: 'Siapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan karena keimanan dan mengharapkan keridhaan Allah akan diampuni dosa-dosanya yang terdahulu'." (HR Ahmad dan Ash-habus Sunan)