Sukses

Per 30 Mei, 72 Mal di Jabar akan Dibuka dengan Menerapkan Standar New Normal

Liputan6.com, Jakarta Sebagai bentuk penerapan new normal, 72 mal yang akan dibuka kembali itu sudah melakukan simulasi dan diharuskan mengikuti SOP. Adapun standar utamanya mulai penjagaan di pintu-pintu masuk, yaitu dengan termo gun atau termometer untuk mengecek suhu tubuh para pengunjung dan karyawan toko.

Penggunaan masker pun wajib bagi setiap pengunjung dan karyawan toko. Termasuk pengadaan tempat cuci tangan dan hand sanitizer di setiap titik pintu masuk-keluar dari eskalator maupun pintu masuk lift. Pihaknya pun bakal melakukan penyemprotan berkala disinfektan di dalam area pusat belanja maupun sekitarnya.

Arman menyebut, pihaknya akan membatasi kapasitas kunjungan ke pusat perbelanjaan maupun di dalam tenant dengan membatasi jumlah kepadatan pengunjung. Hal ini dilakukan dengan cara checker atau counting kendaraan yang masuk maupun pengunjung yang masuk.

"Jadi kita terapkan standar maksimal 50% pengunjung yang dibolehkan masuk ke dalam satu pusat belanja. Tidak hanya itu, di dalam toko pun kita atur. Jadi kepada para pemilik toko yang beroperasi tenant-tenantnya itu hanya diizinkan 50% dari kapasitas pengunjung di dalam toko tersebut. Jadi apabila sudah mendekati 50% kita adakan sistem buka tutup pintu," katanya.

Sementara itu, tambah Arman, usai melakukan soft opening serentak di 72 mal, APPBI Jawa Barat akan mengevaluasi sejauh mana kesiapsiagaan pusat perbelanjaan maupun tenant-tenant dalam mengikuti arahan masa New Normal.

APPBI juga akan melihat seperti apa kondisi kesiapan masyarakat dalam beradaptasi dengan status New Normal.

" Karena ini sebenernya kembali ke kesiapan masyarakat atau para pengunjungnya, pengunjungnya bisa disiplin atau tidak? Jadi kita harapkan pengunjungnya juga bisa disiplin, bisa mengatur jaga jarak saat naik atau masuk antrean ke dalam mal juga diatur jaraknya satu meter satu meter, begitu pun naik ekskalator maupun lift. Diharapkan pengunjungnya juga mempunyai kesadaran yang tinggi," katanya.

APPBI, kata Arman, menyambut baik keputusan pemerintah untuk menerapkan New Normal sebagai gaya hidup baru masyarakat Indonesia. Pasalnya kondisi ini tak dapat dihindari sehingga masyarakat harus segera beradaptasi dengan mulai menetapkan gaya hidup baru yang jauh lebih sehat.

" Kita juga consern (untuk roda perekonomian) karena untuk para pelaku usaha atau tenant saja sekarang ini sudah sekarat, sudah hampur mati."

" Kalaupun nanti buka 30 Mei, bukan artinya bisnisnya membaik, itu butuh recovery. Mungkin butuh recovery tiga hingga enam bulan ke depan. Kapasitas mereka jualan pun tidak 100% mereka hanya diizinkan 50% dulu. Kondisinya kita lihat dulu, misal restoran, paling take away dulu seminggu pertama ini," katanya.

 

2 dari 2 halaman

Prediksi kunjungan ke mal

Arman memprediksi trafik kunjungan masyakrakat ke pusat perbelanjaan akan landai saat New Normal. Hal ini karena musim lebaran untuk membeli keperluan Hari Raya telah lewat.

"Sebenernya seasson-nya udah lewat ya, lebaran kan sudah lewat. Sebetulnya yang membludak itu H-7 sebelum Lebaran biasanya seperti itu. Tapi kalau setelah Lebaran itu grafik kunjungannya itu biasanya landai, jadi tidak akan heboh menjadi padat dan lain sebagainya. Akan seperti biasa saja sih," katanya.

Arman mengungkapkan, APPBI tak akan memberlakukan pembatasan waktu kunjungan. Lantaran dia menilai, durasi kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan maksimal hanya sekitar 2-3 jam. Apalagi dia memprediksi, dengan kondisi New Normal di tengah pandemi Covid-19, estimasi kunjungan masyarakat akan lebih singkat.

"Kita lihat, pada umumnya orang di mal itu maksimal rata-rata tertingginya itu 2-3 jam. Dengan kondisi seperti sekarang kemungkinan itu orang datang ke mal mungkin hanya butuh sekadar belanja, bukan untuk jalan-jalan, sekadar shopping sih. Jadi tidak ada pembatasan waktu," ujarnya.

 

( Razdkanya Ramadhanty/Dream.co.id)