Sukses

6 Cara agar Tak Kalap Makan Menu Lebaran

Liputan6.com, Jakarta Idul Fitri 1441 H sudah di depan mata. Dalam hitungan hari, umat Muslim di seluruh dunia, juga di Indonesia, akan merayakan Lebaran. Meski Lebaran tahun ini hanya dirayakan di rumah saja, bukan berarti kita tak bisa menikmati hidangan spesial.

Bisa dipastikan para ibu telah menyiapkan makanan khas lebaran seperti ketupat atau lontong ditemani sayur berkuah santan, rendang, opor ayam, dan sambal goreng hati untuk disantap bersama keluarga. Bahkan, beberapa rumah telah mulai memanggang kue-kue manis sejak beberapa pekan lalu.

Meski lidah akan dimanjakan oleh berbagai macam hidangan, bukan berarti kita boleh sesuka hati menyantapnya. Jangan rusak kebiasaan makan baik yang telah dijalankan selama Ramadan dengan kalap menghabiskan hidangan Lebaran.

Untuk itu, Anda bisa mencoba beberapa tips agar porsi makan tetap terjaga di Hari Raya Idul Fitri, seperti yang disampaikan Dinda Utami Sasetyo, seorang pelatih kebugaran bersertifikat APKI (Asosiasi Pelatih Kebugaran Indonesia) kepada Health Liputan6.com, beberapa waktu lalu.

1. Rencanakan apa saja yang ingin disantap

Biasanya, kita memiliki tradisi yang sama dari tahun ke tahun mau silaturahmi ke rumah siapa saja. Menurut GoLangsing Facilitator yang fokus pada Mindful Eating ini, ada baiknya kita tulis ada berapa pemberhentian dalam satu hari itu.

Dengan begitu kita bisa mengukur kira-kira berapa kali kemungkinan untuk makan di hari A ini.

 

2 dari 3 halaman

Buat pilihan makanan

2. Buat pilihan makanan

Dinda, misalnya, yang selalu menyantap menu favorit Lebaran terlebih dahulu. "Jadi, aku puaskan dulu di depan. Don't save the best for last karena kalau baru dimakan terakhir, biasanya perut sudah terisi dengan makanan-makanan lain selain dari yang kita suka," ujar wanita yang juga pelatih kebugaran pribadi Dian Sastrowardoyo.

Sebaiknya, kita buat daftar apa saja menu favorit saat Idulfitri untuk disantap duluan.

3. Camilan

Selain ketupat beserta kawan-kawannya, makanan lain yang rasa-rasanya tak mungkin sampai terlewatkan adalah makan kue-kue Lebaran. Nastar, putri salju, atau kastengels.

Perlu diingat bahwa mencamil tergolong aktivitas makan. Dinda, menjelaskan, semua yang masuk ke dalam mulut adalah makanan bukan 'ganjelan'.

Dinda tak melarang. Ia hanya mengimbau agar menyantap kue-kue itu penuh kesadaran.

"Ingat bahwa kue nastar setelah gigitan ke-2, ke-3, dan seterusnya rasanya sama saja. Jadi, enggak perlu dimakan berlebihan," ujarnya.

 

3 dari 3 halaman

Minum air putih

4. Jangan lupa minum air putih 

Terdengar klise? Dinda sendiri mengakuinya. Namun, pada kondisi-kondisi tertentu kita lupa untuk minum saking penuhnya perut kita.

"Ini kayaknya mudah, tapi seringkali kalau makanan berlimpah ruah dan makan berlebihan, minum air putih saja sudah enggak sanggup," katanya.

Dinda mengingatkan agar kita tidak lupa minum.

5. Lakukan dengan santai

"Lebaran memang satu tahun sekali, tapi makanan khas Idul Fitri tetap ada kok di luar Lebaran," katanya.

6. Kembali kepada esensi

Dinda mengingakan bahwa esensi dari Idulfitri bukan haru bebas makan. Rayakan kebersamaan dengan keluarga dan teman-teman dengan penuh rasa bahagia.

"Makanan yang berlimpah patut disyukuri dan dinikmati dengan penuh kesadaran. Kalau makan sampai perut sesak, nikmatnya pun hilang," katanya.