Sukses

10 Kosakata Bahasa Arab yang Tak Sadar Anda Pelajari dari Ramadan

Liputan6.com, Jakarta Saat bulan suci Ramadan tiba, kosakata-kosakata berikut ini akan sering Anda dengar. Dan tanpa disadari, Anda belajar sedikit banyak mengenai bahasa percakapan sehari-hari dalam bahasa Arab.

Berikut uraiannya, dilansir dari Gulf News.

1. Ramadan Karim

Ramadan Karim dan Ramadan Mubarok merupakan ekspresi umum yang sering digunakan selama bulan Ramadan. Keduanya memiliki arti "Ramadan yang mulia" atau "Ramadan yang diberkati".

Tahukah Anda bahwa untuk menjawab seseorang yang mengucapkan Ramadan Karim adalah "Allahu Akrom"? Yaitu berarti "Tuhan jauh lebih Mulia"

2. Assalamu'alaikum

Ini merupakan ucapan salam dalam bahasa Arab yang digunakan secara luas, yang memiliki arti "semoga keselamatan terlimpah untukmu". Maka dari itu ucapan ini sangat umum di Timur Tengah untuk beramah tamah dengan orang lain. Salam ini dapat digunakan saat memasuki rumah, kantor, atau bahkan supermarket. Ungkapan ini tidak hanya bisa digunakan umat Muslim, artinya siapapun bisa mengucapkannya. Baik pria maupun wanita. Terkadang disertai dengan berjabat tangan, berpelukan, atau berciuman.

 

2 dari 4 halaman

3. Insya Allah

Ungkapan ini memiliki arti "jika Tuhan menghendaki". Biasanya digunakan umat Muslim atau penutur bahasa Arab dari berbagai agama. Frasa ini digunakan ketika Anda merencanakan sesuatu dan ingin itu berhasil. Namun sebagaimana artinya, keberhasilannya hanya akan terjadi jika Tuhan menghendakinya. Contoh:"Apakah Anda akan datang untuk bukber besok malam?" Maka Anda bisa menjawab, "Insya Allah".

4. Maasyaa Allah

Frasa ini bisa memiliki 2 arti, jika maa sebagai kata sambung atau berstatus sebagai predikat dengan subjek yang disembunyikan (yaitu "hadzaa") maka artinya "inilah yang dikehendaki oleh Allah". Sedangkan jika "maa" sebagai kata benda yang mengindikasikan sebab, lalu frasa "Syaa Allah" sebagai kata kerja yang mengindikasikan sebab dengan akibat yang tersembunyi (yaitu "kaana") maka artinya "apa yang dikehendaki oleh Allah, maka itulah yang akan terjadi".

Frasa ini sering digunakan ketika mendengar/melihat hal yang baik dan indah. Ekspresi penghargaan sekaligus pengingat bahwa semua itu bisa terjadi hanya karena kehendak-Nya. Setiap umat Muslim, bahkan bukan orang Arab, menggunakan ungkapan ini untuk menyapa teman atau keluarga ketika mereka telah diberkati dengan sesuatu dan kadang-kadang berlebihan.

Contoh: "Mata Anda begitu indah, Maasyaa Allah" atau saat diberikan hadiah "Tidak perlu repot-repot, Maasyaa Allah"

5. Maghrib jam berapa?

Maghrib sendiri memiliki arti matahari terbenam, jika mengacu pada waktu maka artinya senja atau waktu saat matahari tenggelam. Merupakan waktu berbuka puasa yang dianjurkan sekaligus menandai akhir puasa harian.

 

3 dari 4 halaman

6. Sahur

Setiap pagi, sebelum matahari terbit, umat Islam akan makan pra-puasa yang disebut 'sahur'. Saat adzan (panggilan solat) subuh (waktu antara terbit fajar dan menjelang terbit matahari) menandakan mulai puasa. Sahur biasanya terdiri dari makanan yang biasa dimakan saat sarapan, untuk menjaga stamina tubuh sepanjang hari.

7. Shaum

Kata ini diucapkan yang berarti puasa

8. Tarawih

Ini merupakan ibadah malam hari yang dilakukan selama bulan Ramadan. Solat Tarawih tidak wajib, tetapi dilakukan oleh banyak umat Muslim.

 

4 dari 4 halaman

9. Idul Fitri

Idul Fitri adalah hari raya umat Islam yang jatuh pada tanggal 1 Syawal pada penanggalan Hijriah. Seluruh umat Muslim di dunia melakukan perayaan untuk menandakan akhir bulan Ramadan, sekaligus menjadi ajang silaturahmi dengan keluarga jauh. Biasanya dirayakan selama 3 hari.

10. Allahu Akbar

Frasa ini artinya "Allah Maha Besar", biasa digunakan saat panggilan solat (adzan) atau saat melihat/mendengar sesuatu yang indah.

Adapun kosakata lainnya yang meski jarang digunakan oleh orang Indonesia, namun beberapa orang sering menggukannya. Misalnya Marhaban (halo), Syukron (terima kasih), ma'assalamah (selamat tinggal), na'am (ya), la (tidak), 'afwan (maaf) dan sebagainya.