Sukses

Cerita Pedagang Kulit Ketupat Musiman Meraup Berkah Lebaran

Liputan6.com, Jakarta Momentum hari raya Idul Fitri menjadi peluang bisnis bagi sebagian masyaraka. Salah satunya, terkait dengan hidangan khas Lebaran yakni ketupat. Tak heran, kerap kita lihat banyak yang menjajakan kulit ketupat di pasar hingga pinggir jalan.

Ketupat sendiri bagi sebagian masyarakat memang menjadi menu makanan pengganti nasi yang dikonsumsi saat Lebaran. Ketupat, biasanya dinikmati dengan olahan sayur opor dan sambal goreng.

Namun siapa sangka, tak semua orang bisa menganyam daun kelapa muda untuk dijadikan kulit ketupat. Hal ini lah yang kemudian menjadi berkah bagi para pedagang musiman yang pandai menganyam.

Salah satu pedagang kulit ketupat, Pujiono mengaku memilih untuk berjualan kulit ketupat karena jumlah permintaan setiap jelang Lebaran selalu meningkat. Menurutnya, momen tersebut sangat cocok untuk mendapatkan penghasilan lebih.

"Kalau permintaan banyak. Namanya dagang musiman enakan dagang musiman, kalau musiman setahun sekali. Makanya orang lebih sering dagang musiman," katanya saat berbincang dengan merdeka.com saat ditemui di Pasar Baru Bekasi, Jawa Barat, Selasa (4/6/2019).

Secara pendapatan sendiri, Pujiono mengaku cukup signifikan. Sekali habis, dia bisa meraup keuntungan hingga mencapai Rp 500 ribu, dengan rata-rata penjualan satu kulit ketupat seharga Rp 700 - 1.000.

"Kadang kita jual per 10 kulit ketupat Rp 7.000, kadang juga 10.000. Keuntungan Rp 500 ribu," jelasnya.

 

Meski secara omzet menggiurkan, jika dibandingkan penjulan Lebaran tahun lalu pendapatan ini menurun. Sebab, pada periode lalu, dirinya bisa meraup hingga Rp 1 juta, namun untuk saat ini hanya bisa mencapai setengahnya saja.

"Tahun kemarin lebih rame. Kalau sekarang mentok sama anak sekolah. Hampir 50 persen penurunan," jelasnya.

Sementara itu, keberkahan lainnya juga dirasakan oleh salah satu pedagang musiman lainnya, yaitu Aris. Dia mengaku sudah sejak 3 tahun lalu berjualan kulit ketupat pada saat Lebaran. Sebab, secara omzet sendiri menurutnya sangat menggiuarkan.

"Lumayan banyak. Kalau sekarang per kulit ketupat kita jual Rp 1.000. Kadang-kadang kalau lagi rame (omzet) bisa Rp 800 ribu," kata Aris.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Loading