Sukses

Jadwal Imsak Hari Ini Jumat 24 Mei 2019 dan Waktu Utama Sahur ala Rasulullah

Liputan6.com, Jakarta Jadwal imsak hari ini Jumat 24 Mei 2019 berbeda-beda di setiap wilayah. Semua jadwal puasa Ramadan mulai dari jadwal shalat wajib, jadwal imsak, serta jadwal berbuka puasa bisa berbeda-beda di setiap daerah.

Bahkan di kota yang berdekatan sekalipun biasanya ada perbedaan waktu dalam melaksanakan ibadah puasa Ramadan. Oleh karena itu kamu wajib mengetahui dan memahami perbedaan jadwal puasa Ramadan, terutama di daerah tempat tinggalmu. Kamu harus mencari informasi tentang jadwal imsak hari ini Jumat 24 Mei 2019 agar tidak salah dalam melaksanakan ibadah puasa.

Jangan sampai kamu mengikuti jadwal di daerah lain. Biasanya di televisi ada pemberitahuan waktu imsak, namun kebanyakan televisi memakai patokan daerah Jakarta saja. Jadi kamu perlu lebih cermat lagi, untuk melihat jadwal puasa Ramadan di daerahmu.

Berikut Liputan6.com rangkum tentang jadwal imsak hari ini Jumat 24 Mei 2019 dari Kementerian Agama Republik Indonesia, Jumat (24/5/2019).

2 dari 4 halaman

Jadwal Imsak Hari Ini Jumat 24 Mei 2019

Berikut jadwal imsak hari ini Jumat 24 Mei 2019, 19 Ramadan 1440 H di kota-kota besar Indonesia:

Jakarta: 04.26 WIB

Bandung: 04.24 WIB

Surabaya: 04.04 WIB

Yogyakarta: 04.14 WIB

Solo: 04.12 WIB

Aceh: 04.53 WIB

Padang: 04.44 WIB

Jambi: 04.32 WIB

Medan: 04.43 WIB

Palembang: 04.29 WIB

Pontianak: 04.06 WIB

Samarinda: 04.36 WITA

Denpasar: 04.56 WITA

Makassar: 04.34 WITA

Ambon: 04.57 WIT

Bima: 04.41 WITA

Kupang: 04.24 WITA

Jayapura: 04.05 WIT

3 dari 4 halaman

Waktu yang Utama Makan Sahur ala Rasulullah dan Para Sahabat

Makan sahur sangat disunahkan bagi orang yang berpuasa. Dalam sebuah hadits dikatakan, “Sahurlah karena di sana terdapat keberkahan”. Makan sahur merupakan keringanan (rukhsah) bagi orang yang ingin mengerjakan puasa.

Saat sedang puasa, menahan haus dan lapar seharian penuh tentu sangat memberatkan. Oleh karena itu, Allah SWT mensyariatkan untuk makan sahur dan buka puasa agar ibadahnya tidak terlalu berat. Allah SWT juga sangat menyukai terhadap orang yang mengerjakan sesuatu yang sudah diringankan-Nya.

Nabi Muhammad SAW sangat menganjurkan kepada umatnya untuk mengakhirkan sahur. Anjuran Nabi ini terdapat dalam banyak hadits. Misalnya hadits riwayat Ahmad, “Umatku berada dalam kebaikan selama menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur”.

Menurut Abu Bakar Al-Kalabazi, maksud dari mengakhirkan sahur tersebut ialah makan sahur di sepertiga terakhir malam. Dalam kitabnya Bahrul Fawaid disebutkan:

Bahwa, “Nabi SAW pernah ditanya, ‘Malam apa yang paling didengar (do’a)?’ ‘Sepertiga terakhir malam,’ tegas Nabi SAW. Dalam hadits lain, Nabi SAW berkata, ‘Mengakhirkan sahur ialah bagian dari fitrah.’ Kemungkinan yang dimaksud mengakakhirkan sahur di sini ialah mengerjakannya di sepertiga terakhir malam. Karena pada waktu itu doa, ampunan, dan hajat dikabulkan Allah SWT.”

Berdasarkan pada keterangan ini, tampaknya tujuan dari mengakhirkan sahur ini bukan semata-mata makan dan minum, tetapi mesti diirngin dengan ibadah lainnya seperti shalat, zikir, dan berdoa. Sebab itu, waktu yang terbaik untuk beribadah, terutama berdoa.

Nah, dilihat dari kebiasaan Nabi Muhammad SAW sendiri, Beliau sangat terbiasa untuk bangun tengah malam dan shalat malam. Sangat dimungkinkan jika Nabi SAW beribadah terlebih dahulu, baru makan sahur menjelang waktu subuh.

Berdasarkan kesaksian Hudzaifah, ia pernah makan sahur bersama Nabi Muhammad SAW saat menjelang subuh, (HR Ibnu Majah). Kesaksian Hudzaifah ini diperkuat oleh pengakuan Zaid bin Tsabit. Zaid pernah sahur bersama Nabi Muhammad SAW kemudian setelah itu shalat berjamaah. Ketika ditanya, berapa lama jarak antara selesai makan dan shalat, Zaid menjawab, “Kisaran membaca lima puluh ayat,” (HR Ibnu Majah).

Setelah dijelaskan beberapa pendapat dan riwayat ini, dapat disimpulkan bahwa waktu yang paling baik untuk santap sahur adalah di sepertiga terakhir malam, terutama menjelang waktu subuh. Usahakan juga jarak antara makan dan waktu subuh tidak terlalu dekat, agar saat makan sahur tidak terburu-buru dan punya kesempatan untuk menyikat gigi.

 

 

4 dari 4 halaman

Niat Puasa Ramadan

Niat menjalankan ibadah puasa bisa dilakukan saat malam hari sebelum melakukan makan sahur atau setelah makan sahur. Namun bagi sebagain orang, ada juga yang melakukan niat ibadah puasa Ramadan ini setelah shalat tarawih. Berikut ini niat puasa yang sering digunakan oleh sebagian orang.

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ اَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ ِللهِ تَعَالَى‎

Artinya: “Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadan tahun ini, karena Allah Ta'ala.”Niat puasa Ramadan ini sudah dijelaskan dibeberapa hadits yang juga merupakan perintah dari Nabi Muhammad SAW. Niat puasa ini dijelaskan dalam sebuah hadits berikut.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

مَنْ لَمْ يُبَيِّتْ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ‎

Artinya: Siapa yang belum berniat di malam hari sebelum Shubuh, maka tidak ada puasa untuknya. (HR. An Nasai no. 2333, Ibnu Majah no. 1700 dan Abu Daud no. 2454. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini dho’if. Syaikh Al Albani menshahihkan hadits ini).

 

Loading
Artikel Selanjutnya
Ustaz Arifin Ilham Meninggal, Arie Untung Minta Dipanggil di Surga
Artikel Selanjutnya
Omzet Perajin Tas Noken Papua Meningkat Saat Ramadan