Sukses

Ini Keutamaan Malam Nuzulul Quran, Waktu Turunnya Kitab Suci Alquran

Liputan6.com, Jakarta Peristiwa turunnya kitab suci Alquran kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril disebut dengan Nuzulul Quran. Nuzulul quran sedniri secara harfiah mempunyai artian turunnya kitab suci Alquran sebagai istilah yang merujuk kepada betapa pentingnya peristiwa terkait turunnya wahyu Allah SWT untuk pertama kali kepada Nabi Muhammad SAW yang merupakan Nabi dan Rasul terakhir karena tidak ada lagi Nabi setelah Nabi Muhammad SAW. 

Lalu Pertama kali Al Qur’an (Wahyu) diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril yakni Surat Al Alaq Ayat 1 – Ayat 5 dan saat waktu wahyu (Surat Al Alaq) itu diturunkan. Nabi Muhammad SAW sedang berdiam diri atau menyendiri di dalam Gua Hira.

Oleh karena itu jika ditanya Wahyu Pertama yang diturunkan dan diterima oleh Nabi Muhammad SAW maka jawabannya adalah Surat Al-Alaq Ayat 1 – 5 yang diterima saat Nabi Muhammad SAW sedang menyendiri di Gua Hira yang pada saat itu Masyarakat Arab masih belum mengenal kepada Allah SWT dan Islam.

Untuk ulasan tentang keutamaan malam nuzulul quran di sini yang lebih ditekankan adalah tentang manfaat dan keistimewaan membaca Alquran sebagai kitab suci agama Islam karena memperingati malam nuzulul Quran memang sangatlah baik, namun cara memperingati malam nuzulul Quran yang baik dan bijak bukan hanya proses perayaannya saja.

Nah, untuk lebih jauhnya, berikut ini Liputan6.com, Senin (20/5/2019) telah merangkum dari berbagai sumber mengenai keutamaan malam nuzulul quran.

2 dari 4 halaman

Keutamaan Membaca Alquran

Di dalam keistimewaan malam nuzulul Alquran yang dapat diperoleh sebagai seorang Muslim Muslimah ialah akan mendapatkan pahala karena biasanya tradisi yang ada di Indonesia saat perayaan malam nuzulul Quran terdapat pengajian. Pengajian baik itu membaca Alquran maupun dengan mendengarkan ceramah tentang nuzulul Quran dan perayaan malam nuzuzul Quran dengan diadakan pengajian tersebut akan menjadi sarana bersilahturahmi antara sesama Muslim.

Lalu hikmah malam nuzulul Quran dengan membaca Alquran yang pertama ialah akan mendapatkan pahala dan syafa’at di hari kiamat. Dari Abu Umamah Al Bahili ra, Nabi Muhammad SAW bersabda yang berbunyi, “Bacalah Alquran. Sesungguhnya Alquran kelak akan datang pada Hari Kiamat untuk memberikan Syafa’at kepada penganutnya”. (Hadist Riwayat Muslim).

Lalu dari Abdullah bin Mas’ud, Nabi Muhammad SAW bersabda yang berbunyi “Barangsiapa yang membaca satu huruf dalam Kitabullah (Alquran) maka ia akan memperoleh 1 kebaikan. Satu kebaikan itu nantinya akan dibalas dengan 10 kali lipatnya. Aku tidak mengatakan bahwa Alif Lam Mim Satu Huruf, tetapi alif Satu Huruf, Lam satu huruf dan mim satu huruf”. (Hadist Riwayat Tirmidzi dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani).

Kitab suci Alquran adalah petunjuk dan cahaya, yang telah dijelaskan di dalam firman Allah SWT di dalam Alquran surat Asy Syura Ayat 52 yang berbunyi, “Dan demikianlah kami wahyukan kepadamu Wahyu (Alquran) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu. Namun kamu menjadikan Alquran itu cahaya, yang kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba kami dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus” (QS Asy-Syura: Ayat 52).

Keistimewaan membaca Alquran selanjutnya ialah sebagai Rahmat dan obat, dalam hal ini telah dijelaskan di dalam firman Allah SWT di dalam surat Alquran Al-Israa ayat 82 yang berbunyi, “Dan kami turunkan dari Alquran suatu yang menjadi penawar (obat) dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Alquran itu tidak lah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian (QS Al-Isra: Ayat 82).

Lalu di dalam firman Allah SWT di dalam surat Yunus ayat 57 yang berbunyi, “Hai Manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhan mu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit yang berada di dalam dada, petunjuk, dan rahmat bagi orang-orang yang beriman (QS Yunus: ayat 57).

3 dari 4 halaman

Keutamaan Malam Lailatul Qadar

1. Lebih baik daripada seribu bulan

Malam Lailatul Qadar lebih dari malam seribu bulan, sebagaimana dalam firman Allah SWT:

“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan”. (QS Al-Qadr: 3).

Dalam tafsur Al Thabari sebutkan pendapat Mujahid terkait penjelasan lebih baik dari seribu bulan adalah amal, puasa, dan shalat malam yang dilakukan malam ini lebih baik dari amalan yang dilakukan selama seribu bulan.

2. Diampuni Dosanya

Seorang Muslim yang menghidupkan malam lailatul qadar maka akan diampuni dosa-dosanya yang terdahulu. Hal tersebut sebagaimana dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah SAW:

“Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni”. (Hr Bukhari).

4 dari 4 halaman

Keutamaan Malam Lailatul Qadar

3. Malam Penuh Berkah

Malam lailatul qadar merupakan malam yang penuh berkah sebagaimana dalam surat Al Dukhan ayat 3:

“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi”. (QS Al Dukhan: 3).

Pala ulama menafsirkan yang dimaksud dengan malam yang diberkahi pada ayat tersebut adalah malam lailatul qadar yaitu malam dimana diturunkannya Alquran.

4. Turunnya para Malaikat dan Malaikat Jibril AS

Pada malam lailatul qadar, para malaikat turun ke bumi, juga Malaikat Jibril AS. Para malaikat akan turun ketika ada umat Muslim yang membacakan Alquran. Para malaikat akan mengitari orang-orang yang berdizikir dan membaca Alquran.

Selain itu para malaikat akan meletakkan sayap-sayap mereka dan akan mengagungkan bagi mereka yang berdzikir dan membaca Alquran pada malam itu.

Penjelasan tersebut sebagaimana dijelaskan dalam surat Al Qadr ayat 4:

“Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan”. (QS Al Qadr: 4).

Dalam tafsir Ibnu Katsir menjelaskan bahwa banyaknya malaikat yang turun pada malam tersebut, menandakan banyaknya berkah yang turun. Turunnya malaikat pada malam lailatul qadar bersamaan dengan turunnya berkah berkah.

5. Malam Dicatatnya Takdir Tahunan

Allah SWT berfirman dalam surat Al Dukhan ayat 4:

“Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah”. (QS Al Dukhan: 4)

Yang dimaksud urusan pada ayat tersebut adalah segala perkara yang berhubungan dengan kehidupan makhluk, seperti hidup, mati, rezeki, untung baik, untung buruk, dan sebagainya.

Dalam tafsir Ibnu Katsir menjelaskan bahwa pada lailatul qadar akan dituliskan lauhul mahfuz. Lauhul mahfuz merupakan penulisan takdir dalam setahun, mulai dari mencatat ajal, rezeki, serta segala sesuatu hingga akhir dalam satu tahun bagi umat manusia.

Loading
Artikel Selanjutnya
Kaesang Pangarep Diminta Warganet Jadi Presiden, Ini Jawabannya
Artikel Selanjutnya
7 SPBU Modular dan 6 Kiosk Disiapkan Pertamina di Jalur Trans Sumatera