Sukses

Negara Ini Buka Mal dan Tempat Belanja 24 Jam Selama Ramadan

Liputan6.com, Doha - Negara ini membuka mal, tempat perbelanjaan dan gerai ritel selama 24 jam sehari sampai akhir bulan suci Ramadan. Para pengelola dapat menerapkannya tanpa perlu mendapatkan persetujuan sebelumnya, demikian menurut pengumuman Departemen Perdagangan dan Industri Qatar.

"Dari awal Ramadan 1440 H hingga akhir bulan suci, semua pusat perbelanjaan dan outlet ritel (supermarket, hipermarket, dan lainnya) dapat memperpanjang jam kerja hingga 24 jam per hari," menurut sebuah pernyataan seperti dikutip dari thepeninsulaqatar, Senin (13/5/2019).

Pihak kementerian mendesak semua mal dan outlet ritel untuk menginformasikan dengan jelas kepada konsumen tentang jam kerja dan jadwal buka toko selama Ramadan. Inisiatif ini muncul dalam kerangka upaya kementerian merangsang sektor perdagangan.

"Sepanjang bulan suci, pusat perbelanjaan, outlet ritel, dan restoran menarik banyak orang," jelas pihak kementerian terkait.

Mengingat sifat unik Ramadan ketika waktu terbagi antara ibadah, bekerja, bepergian, dan berbelanja di antara kegiatan lainnya, pihak kementerian mendesak pusat perbelanjaan dan gerai ritel untuk memperpanjang jam buka dan memberi tahu konsumen tentang operasional baru itu.

Langkah tersebut diimbau agar para konsumen dapat merencanakan jadwal belanja dengan lebih baik. Memilih waktu yang nyaman untuk berbelanja selama bulan suci Ramadan.

2 dari 3 halaman

Hotel di Penang Malaysia Bagi-Bagi Menu Buka Puasa

Di Penang, Malaysia lain lagi. Sejumlah relawan di kota itu membagikan bubur lambuk dan nasi briyani.

Dikutip dari The Star, 7 Mei 2019, aksi bagi-bagi makanan buka puasa ini diberikan oleh pihak manajemen dari sebuah hotel di Penang, Malaysia.

Bahkan, bukan hanya mereka yang beraga muslim yang mendapat menu buka puasa. Turis asal China bernama Robert Zhang dan Lucy Yi yang tengah menyeberang jalan juga kebagian.

"Saya pikir ini adalah hal yang sangat istimewa untuk dilakukan, dimana kita bisa belajar tentang adat dan tradisi masyarakat Melayu," kata Yi dari Shenzhen, Cina.

"Ini mengasyikkan bagi kami karena kami belum pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya, dan kami hanya mempelajari seluruh tradisi Ramadan melalui momen ini," katanya.

Sementara itu, kepala manajemen Light Hotel Penang, Azhar Mohammad mengatakan itu adalah bagian dari program sosial perusahaannya.

"Kami berharap dapat berbagi dengan masyarakat melalui inisiatif ini, sambil meningkatkan aspek budaya Ramadan," kata Azhar.

"Membagikan bubur lambuk selalu dilakukan di sejumlah perkampungan, dan kami ingin menunjukkan bahwa tradisi ini juga bisa dilakukan di kota."

3 dari 3 halaman

Tarif Parkir Gratis

Sementara itu, setiap kali memasuki bulan suci Ramadan di Uni Emirat Arab (UEA), khususnya Dubai, tempat parkir menjadi rebutan banyak orang selepas matahari terbenam.

Penampakan lahan parkir yang penuh ini umumnya terjadi berbagai masjid dan pusat perbelanjaan, di mana umat Muslim berbondong-bondong menunaikan ibadah berjamaah, dan kemudian dilanjutkan dengan agenda buka bersama.

Menanggapi hal tersebut, sebagaimana dikutip dari Time Out Dubai pada Selasa 7 Mei 2019, Otoritas Jalan dan Transportasi (RTA) setempat mengumumkan pemberlakukan parkir gratis hampir setiap malam di bulan Ramadan, mulai pukul 18.00 hingga 20.00 waktu setempat.

Kebijakan itu berlaku pada periode Sabtu hingga Kamis setiap pekannya, dan berlanjut pada tengah malam hingga pukul 08.00 pagi waktu setempat, khusus wilayah pusat kota.

Tidak hanya berlaku di area parkir umum, kebijakan terkait juga diberlakukan di berbagai pusat komersial di seantero ibu kota dengan peraturan yang disesuaikan.

Namun, kebijakan parkir gratis itu tidak berlaku pada hari Jumat atau libur nasional selama bulan suci Ramadan. 

Loading
Artikel Selanjutnya
Afgan Sudah Berencana Ingin Bukber dengan Rossa
Artikel Selanjutnya
Ifan Seventeen Jadi Imam di Masjid Tan'im