Sukses

Opick: Rambut Nabi Muhammad SAW Bakal Dijaga Ketat Pendekar

Liputan6.com, Jakarta Bukan hanya Opick yang mendapatkan amanah menjaga rambut Nabi Muhammad SAW. Selain dirinya, ada beberapa orang lain yang juga mendapatkan amanah yang sama.

Menurut Opick, Pemerintah Rusia pun pernah meminjam sehelai rambut Nabi Muhammad untuk dibawa ke negara mereka. Kala itu, perjalanan sehelai rambut ini dijaga oleh 7 pesawat jet tempur.

"Kemarin pemerintah Rusia sempat pinjam satu helai, dikawal tujuh pesawat tempur dan pasukan khusus untuk mengawal ini semua. Dan ketika dibawa ke sana, jutaan manusia keluar semua, ingin walaupun hanya menatap seperti apa rambut Rasulullah," ujarnya.

Karena ada banyak orang yang ingin datang melihat rambut Nabi Muhammad, Pemerintah Rusia pun akhirnya meletakkannya di museum. Untuk bisa melihat rambut ini, pengunjung harus membayar.

"Karena jutaan yang datang, akhirnya (di Rusia) ditaruh di museum supaya ada penjagaan, tak terlalu ramai dan berbayar," kisahnya.

Jika di Rusia rambut Nabi Muhammad dijaga oleh pesawat jet tempur, di Indonesia Opick menyiapkan pendekar. Opick pun meminta bantuan dari pihak berwajib untuk menjaganya.

"Nanti (di Indonesia) akan ada anak-anak pendekar yang akan menjaga 24 jam. Kepolisian Kostrad dan teman-teman semua. Ini pertanda untuk kita semua," terangnya.

Mendapatkan amanah untuk menjaga rambut Nabi Muhammad adalah anugerah bagi Opick. Ia bersyukur karena bisa mendapatkan amanah sebesar ini ketika masih hidup di dunia.

"Jadi ini adalah anugerah. Andai kata dunia ini gak seberharga dari satu sayap nyamuk saja, berarti ini rambut jauh lebih berharga dari semua itu. Ini rambut berangkat Miraj juga ke Sidratul Muntaha. Juga rambut/bagian tubuh dari makhluk paling dicinta (dan) diberkahi. Ini masyaallah luar biasa, nanti ini akan dijaga 24 jam, dingajikan 24 jam," ujarnya. (Wulan Noviarina Anggraini/Kapanlagi.com)

Loading
Artikel Selanjutnya
Usai Ramadan dan Lebaran, Berat Badan Orang Indonesia Meningkat
Artikel Selanjutnya
Kabar Ronaldo Beri Donasi untuk Palestina Saat Ramadan Ternyata Hoaks