Sukses

Bagaimana Agar Berat Badan Tak Melonjak Saat Puasa?

Liputan6.com, Jakarta Beberapa penelitian menunjukkan dengan jelas, puasa bermanfaat membuat orang yang menjalankannya menjadi sehat. Dan jika seseorang melaksanakan puasa dengan benar maka berat badan dan lemaknya akan berkurang.

Tapi sayangnya seringkali alih-alih turun berat badan, kita justru mengalami kenaikan bobot tubuh selama bulan puasa. Anda yang ingin memanfaatkan bulan Ramadan untuk menurunkan berat badan, tak ada salahnya menggantikan nasi yang biasa dimakan ketika sahur dengan oatmeal.

Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD, K-GEH, FINASIM, MMB, FACP, praktisi kesehatan dari FKUI tak mempersoalkan masalah itu. Menurutnya, justru cara tersebut sangat bagus untuk dicoba.

"Ya, bagus. Oatmeal 'kan, ada unsur serat dan karbohidrat di dalamnya. Jadi, ya, nggak apa-apa," terang dr Ari, saat diwawancarai Liputan6.com.

Akan jauh lebih baik, apabila oatmeal yang dikonsumsi dicampur dengan susu rendah lemak. "Susu lowfat juga bagus, karena dari situ dapat gulanya juga, meskipun tak banyak," tambahnya.

Lebih lanjut Ari menjelaskan, yang terpenting komposisi dalam setiap makanan yang disantap saat bulan puasa haruslah lengkap."Yang penting di dalam makanan itu ada komposisi karbohidrat, lemak, dan lain-lainnya," jelas Ari.

Sebisa mungkin komposisi lemak setiap sajian tidak sampai lebih dari 40 persen. "Ini jangan sampai terbalik. Lemak jangan lebih, karena itu salah," terang Ari.

Menurut Ari, komposisi yang baik untuk dikonsumsi adalah karbohidrat 50 atau 60 persen, lemak 30 persen, dan protein 20 persen. Agar terasa lebih nikmat serta lebih kaya manfaat untuk kesehatan, jangan lupa menambahkan beberapa potong buah-buahan, seperti pisang, stroberi, dan kurma ke dalam oatmeal.