Sukses

Kue Tetu, Primadona Saat Buka Puasa Warga Palu

Liputan6.com, Palu - Warga di Palu, Sulawesi Tengah, ternyata sangat mengidolakan kue Tetu sebagai penganan berbuka puasa. Di beberapa titik penjualan penganan buka puasa di kota itu, kue ini sangat laris dan paling diburu warga.

"Dari tahun ke tahun kue ini laris dibeli warga. Dan kue ini khusus puasa saja dijual," terang salah pedagang, Ismi, ditemui di salah satu titik penjualan penganan buka puasa di Palu, Jumat (4/7/2014).
 
Menurut dia, kue yang biasa disebut-sebut sebagai kue perahu ini dijual Rp 5.000 per bungkus yang berisi 4 kue.

"Warga banyak bilang kue perahu, karena Tetu ini memakai cetakan dari daun pandan yang memang terlihat seperti perahu. Untuk harga sangat murah dan cocok untuk semua kalangan," imbuhnya.

Pedagang lain, Nurhayati mengatakan, dari beragam kue yang dijual, Tetu yang paling tinggi peminatnya dan paling cepat habis.

"Rasa Tetu ini manis, memang cocok untuk menu buka puasa awal. Makanya banyak yang beli," sebut pedagang penganan lainnya, Nurhayati, ditemui di tempat yang sama.

Dia menjelaskan, cara pembuatan Tetu tidak rumit. Bagi yang ingin mencoba membuat sendiri, cukup menyediakan adonan tepung terigu dicampur santan dan gula, lalu dikukus dalam cetakan yang berasal dari daun pandan sekitar 20 sampai 30 menit.

"Cara buatnya sangat mudah. Selain berasa manis, Tetu juga bisa dimodifikasi rasanya. Mulai dari rasa durian dan rasa lainnya, kunci utama rasa yang diinginkan dicampur saja pada adonan awal," tandasnya.

Tetu memang menjadi primadona tersendiri bagi seluruh warga Palu saat bulan puasa dan tentunya membawa berkah bagi penjual dan pembuatnya.

Meskipun demikian, tidak ada yang mengetahui jelas asal-usul awal kue yang sangat sederhana ini. Karena Tetu bisa dijumpai juga saat berkunjung ke Mamuju, Sulawesi Barat, Kendari, Sulawesi Tenggara dan beberapa daerah lainnya yang ada di wilayah Timur Indonesia. (Riz)