Sukses


Aplikasi SIGTORA (Sistem Informasi Geografis Tanah Objek Reforma Agraria) Diluncurkan Kementerian ATR/BPN

Liputan6.com, Jakarta -Aplikasi SIGTORA (Sistem Informasi Geografis Tanah Objek Reforma Agraria) dari Kementerian ATR/BPN mulai diluncurkan dengan berbasis mobile. Sistem mobile ini sangat berguna untuk pengambilan dan pengolahan data P4T dan data TPRA (Tanah Objek Reforma Agraria) secara realtime di lapangan. 

Aplikasi SIGTORA (Sistem Informasi Geografis Tanah Objek Reforma Agraria) dibuat atas dasar belum tersusunya database TORA (Tanah Objek Reforma Agraria). Perlu adanya manajemen data TORA yang terintegrasi dan informatif untuk keperluan perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan Reforma Agraria (RA) di seluruh Indonesia.

Tampilan aplikasi SIGTORA berbasis situs yang menampilkan data atau informasi hasil pelaksanaan Reforma Agraria. Data tersebut berupa peta dan infografis yang terdiri dari peta dasar, data atau informasi sebaran TORA, hasil analisa TORA (kelayakan, arahan program dan potensi komoditas), data atau informasi hasil pelaksanaan Reforma Agraria (realisasi redistribusi tanah tahun 2015-2018), dan kisah-kisah sukses pelaksanaan Reforma Agraria, serta alat untuk pemutakhiran data TORA di daerah.

Tampilan berbasis mobile digunakan untuk pengambilan dan pengolahan data P4T dan data TORA di lapangan secara realtime. Menampilkan sebaran TORA dengan fungsi pengukuran dan geo-tagging, penggambaran bidang tanah, input data TORA dan P4T, serta dashboard P4T dan data TORA seluruh Indonesia. Untuk aplikasi SIGTORA sendiri dapat diakses melalui https://sigtora.atrbpn.go.id.

Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN Surya Tjandra mengatakan, umumnya jika membahas soal tanah Objek Teforma Agraria (TORA) biasanya orang fokus membahas dua hal, yaitu objek dan subjek. Dalam aplikasi ini juga bisa menjawab persoalan tersebut. Menurutnya, objek dan subjek TORA ini sebenarnya bisa dicari kendati sulit tetapi bisa ditemukan.

Aplikasi ini akan membantu di luar yang sudah ditetapkan oleh pemerintah atau dilaporkan oleh Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Serikat Petani Indonesia (SPI), Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, maupun Kantor Staf Presiden.

Surya menambahkan aplikasi ini betul-betul mengajak masyarakat untuk terlibat.

"Jadi mereka bisa menguji apakah wilayahnya masuk sebagai TORA dan berkesempatan mendapat redistribusi, serta menerima pemanfaatan lahan dan mendapat dukungan pemerintah yang disebut Reforma Agraria khususnya redistribusi tanah," jelasnya.

Baca juga: Kelebihan dan Kekurangan Investasi Tanah

Senada dengan Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Direktur Landreform Sudaryanto menyatakan bahwa aplikasi SIGTORA ini mewadahi objek TORA baik itu dari kawasan hutan, tanah terlantar, Hak Guna Usaha habis, dan dari sumber lainnya.

“Dengan adanya SIGTORA, diharapkan semua objek-objek itu bisa terwadahi sehingga akan mudah mengeksekusinya kita akan lihat seperti apa kondisinya SIGTORA itu,”tekannya.

Temukan lebih banyak lagi panduan dan tips membeli rumah dalam Panduan dan Referensi

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah 


Loading