Sukses


Minat Beli Rumah Baru, Inilah Tips untuk Melihat Kualitas Bangunan

Liputan6.com, Jakarta Sebagai kebutuhan primer yang mahal, membeli rumah memang tidak boleh sembarangan. Salah langkah, Anda bisa menyesal kemudian hari. Ini bukan menakuti Anda, sebab sudah banyak hal buruk terjadi akibat pembelian rumah yang kurang cermat. Faktor kenyamanan dan keamanan merupakan hal yang perlu diperhatikan ketika memilih sebuah rumah, selain dari sisi estetika dan kelengkapan surat-surat. Jangan sampai, sudah beli rumah dan baru menempatinya Anda keluar banyak uang untuk renovasi.

Kalau memang rumah second atau bekas yang Anda beli, sudah pasti banyak hal yang harus diperiksa mulai dari usia bangunan, struktur dan spesifikasi bangunan secara menyeluruh hingga kelengkapan surat. Membeli rumah baru dan inden juga tidak boleh luput dari ketelitian. Sebab, ada saja segelintir oknum kontraktor nakal yang kerap menurunkan spesifikasi atau mengirit bahan bangunan. Alhasil, kualitas bangunan rendah dan tak sesuai seperti yang dijanjikan.

Berikut ini beberapa tips untuk mempermudah saat mengecek kualitas bangunan dari rumah yang akan dibeli.

1. Usia bangunan

Ini banyak ditanyakan untuk rumah second dan baru. Dengan mengetahui usia bangunan, Anda dapat memperkirakan kekuatan bangunan dan hal-hal apa saja yang perlu di renovasi.

2. Teliti area dinding

Plester dinding interior dan eksterior untuk rumah second dan baru juga perlu di periksa kerapihannya. Kesalahan pengerjaan, biasanya akan memuncul retakan serabutan pada beberapa sisi. Retakan dinding yang memiliki lebar lebih dari 2 mm dapat memicu retakan yang lebih besar.

Tak hanya keretakan, noda, jamur atau kelembapan pada dinding juga perlu diperiksa. Dinding yang lembap tanda kebocoran. Khususnya di area-area basah seperti kamar mandi dan area cuci piring. Jika rumah fully furnished, Anda perlu mendeteksi jika ada aroma lembap dan jamur. Bau lembap bisa menjadi indikasi kebocoran air atau kayu yang lapuk.

3. Perhatikan area plafon dan sirkulasi

Pada rumah baru, mungkin Anda belum bisa mendeteksi kerusakan ini. Tapi untuk rumah seken, kerusakan plafon sering terjadi pada bangunan yang kurang kokoh. Coba periksa bentuk fisik langit-langit, apakah sudah mulai mengerut atau kendur.

Rasakan juga sirkulasi udaranya. Bila plafon standar, jendela cenderung lebih lebar dan banyak. Sedang plafon yang tinggi umumnya memiliki jendela yang lebih kecil namun tetap memberikan sirkulasi udara yang baik.

4. Periksa fasilitas listrik dan sanitasi air

Bagian penting yang tak boleh dilewatkan adalah pemeriksaan instalasi listrik dan sanitasi air dalam rumah yang akan Anda beli. Ketahui jenis kabel listrik yang digunakan dan berapa daya listrik yang disediakan. Letak saluran air dan septitank-nya.

Jika membeli unit dari sebuah perumahan, maka periksa betul listrik dan sanitasinya sesuai dengan spesifikasi yang dipasarkan. Jika tidak sesuai, maka sebaiknya Anda tidak menyepelekan. Sebab, pengembang yang dari awal tidak komitmen soal spesifikasi bangunan, sangat mungkin akan mengecewakan Anda di masa mendatang.

5. Kenali dan cek spesifikasi bangunan

Bukan hanya rumah second yang di cek spesifikasinya. Rumah baru dan inden juga perlu dicek. Untuk rumah baru dan inden, spesifikasi bahan bangunannya biasanya dicantumkan pada brosur rumah. Namun juga jangan mudah percaya pada spesifikasi yang tertera di brosur, karena brosur sewaktu-waktu bisa saja diubah secara sepihak oleh pengembang.

Spek bangunan dan bahan material rumah memang terdengar seperti bahasa alien bagi orang awam. Namun, sebagai pembeli rumah, Anda setidaknya perlu tahu sedikit jenis material bangunan yang berkualitas. Zaman dulu orang lebih sering memilih rangka kayu, terutama kayu jati. Seiring dengan berkembangnya zaman dan teknologi, kini rangka baja ringan jadi pilihan rumah-rumah tapak. Jenis-jenis genteng rumah sekarang juga makin beragam, dari asbes, genteng keramik, tanah liat, metal, hingga kaca.

Sementara untuk jenis material dinding ada gipsum, batako, dan bata. Masing-masing memiliki kekurangan dan kelebihan. Gipsum adalah material campuran bubur kertas dan kapur. Biasanya dinding pembatas (partisi) yang pakai gipsum, bukan dinding utama. Batako terbuat dari semen dan pasir kasar yang di-press atau dicetak padat. Ada pula batako dari campuran kapur, batu tras, dan air. Dan batu bata lebih sering dipakai orang sejak dulu. Kelebihannya harga relatif murah, tidak perlu perekat khusus, lebih tahan api dan air, serta suhu udara di ruangan tidak panas.

Nah, untuk membuat dinding rumah dan ruangan lebih awet tahan lama dan tidak mudah retak, salah satu yang perlu di cek adalah pemilihan semen. Semen yang berkualitas dapat membuat struktur bangunan lebih kuat dan tahan lama serta mampu membuat dinding halus dan indah. Salah satu semen yang bisa Anda pilih adalah Semen Dynamix.

Semen Dynamix dengan micro filler particle, butiran mineral halus yang mampu mengisi rongga dengan sempurna. Kekuatan yang melindungi dari dalam tersebut membuat bangunan  menjadi lebih tahan lama dan tidak mudah retak. 

Untuk mendapatkan struktur rumah yang kuat dan tahan lama, Anda juga bisa menggunakan Semen Dynamix Extra Power yang mengandung micro filler particle dan strength agent. Sehingga membuat asil beton 15% lebih kuat bebannya siap buka bekisting dan tanpa diperlukan aditif tambahan.

Sebagai informasi, Semen Dynamix sebelumnya bernama Semen Holcim yang terkenal memiliki kualitas tinggi. Kualitas Dynamix sama baiknya dengan Holcim, sehingga pelanggan tidak perlu khawatir adanya penurunan mutu. Ingin informasi lebih banyak mengenai Semen Dynamix, Anda dapat follow media sosial Dynamix: Instagram @DynamixIDN dan Facebook @DynamixIDN. Anda juga bisa langsung menghubungi call center 0800-1088888.

 

 

(Adv)


Loading
Artikel Selanjutnya
Pentingnya Dinding Rumah yang Kuat, Bebas dari Panas dan Rembesan Air Hujan
Artikel Selanjutnya
Dinding Rumah Sering Retak, Mungkin Ini Masalahnya