Sukses


Pemindahan Ibu Kota Masih Maju Mundur, Seperti Apa Perencanaannya?

Liputan6.com, Jakarta Tarik ulur rencana pemindahan ibu kota ke wilayah Kalimantan masih menjadi polemik sampai saat ini.

Nama Kalimantan Timur sebagai ibu kota baru mencuat sejak Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil menyebutkannya pada pekan lalu. Namun, buru-buru pemerintah pusat langsung mengklarifikasinya. Klarifikasi langsung tersebut dilakukan oleh Presiden Joko Widodo. Kepala negara pun menyebutkan bahwa masih terdapat kajian yang harus diselesaikan sebelum menentukan lokasi ibu kota baru. Pada akhirnya Sofyan Djalil juga mengkalrifikasi hal tersebut.

Soal ibu kota baru ini, Bappenas melakukan rancangan zonasi dan tahapan pembangunan. Berdasarkan Data Bappenas, terdapat 4 zonasi yang ditetapkan, pertama zonasi dalam lingkaran terdalam berupa kawasan inti pusat pemerintahan seluas 2.000 ha, selanjutnya kawasan ibu kota seluas 40.000 ha. Kemudian kawasan perluasan IKN1 200.000 ha. Terakhir zonasi terluar berupa kawasan perluasan IKN2 lebih besar dari 200.000 ha.

Adapun tahapan pembangunan ini terbagi atas 3 periode. Pada tahap pertama 2021—2024, akan dibangun Istana, kantor lembaga negara baik eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Selain itu ada juga taman budaya dan kebun raya.

Simak Juga: Informasi Properti Lengkap di Kalimantan Timur

Selanjutnya pada periode 2025—2029 akan dibangun perumahan ASN/TNI/POLRI, diplomatic compound, fasilitas pendidikan dan kesehatan, universitas, taman sains & teknologi, high-tech and clean industries, dan pusat penelitian dan pengembangan.

Terakhir selama jangka panjang, 2030—2045 akan dibangun Taman Nasional, konservasi orang utan, dan klaster permukiman non-ASN. Sisanya wilayah metropolitan serta wilayah pengembangan terkait dengan wilayah provinsi sekitarnya.

Seperti apa konsepnya?

Konsep ibu kota baru ini berupa Forest City yakni, kota di dalam hutan dengan Ruang terbuka Hijau (RTH) minimal sebesar 50% dari total luas area yang terintegrasi dengan bentang alam yang ada seperti kawasan berbukit, daerah aliran sungai, dan struktur topografi.

Pemanfaatan energi baru terbarukan dan rendah karbon untuk pasokan listrik dan gas, jaringan listrik yang efisienjalan, dan pencahayaan bangunan. Untuk efisiensi dan konservasi energi diperlukan desain pembangunan ramah lingkungan melalui penerapan circular water, sistem manajemen, sistem efisiensi penerangan, dan sistem pendingin wilayah.

Menjadikan kota yang berorientasi pada transportasi publik berbasis rel, mode tidak bermotor, sepeda dan pedestrian yang terintegrasi.

Smart and Intelligence

Dalam hal ini IKN akan menggunakan smart technology dan aplikasi berorientasi manusia, kampus bertaraf internasional, high-tech industries, dan pusat penelitian dan pengembangan menjadi salah satu magnet pertumbuhan.

Suplai gas tidak menggunakan tabung LPG melainkan menggunakan jaringan gas bawah tanah.

Ingin menyewa rumah di ibu kota baru? Ini Hal-Hal yang Wajib Dipertimbangkan Sebelum Sewa Rumah

Negara yang bisa dicontoh

Sebelum rencana pemindahan ibu kota terlaksana, terdapat negara lain yang telah menerapkan rencana pemindahan tersebut. Misalnya saja Sejong, Korea Selatan. Lokasinya berjarak 120 km dari Seoul dengan luas 7.300 ha. Diproyeksikan penduduknya sebesar 500.000 jiwa atau 68 orang/ha.

Biaya yang harus digelontorkan senilai US$22 miliar (yang telah disepakati US$9,7 miliar). Periode pembangunan  dilaksanakan 2005-2030. Motivasinya untuk menurunkan kepadatan di Seoul, meningkatkan daya saing nasional, serta memeratakan pembangunan ekonomi.

Mau Beli Rumah Di Kalimantan Timur? Hitung Dulu Simulasi KPR Di Sini

Brazilia, Brazil. Lokasinya berjarak 1.162 km dari ibukota seblumnya dengan luas 581.400ha. Diproyeksikan penduduknya sebesar 500.000 jiwa.

Biaya yang harus digelontorkan senilai US$8,1 miliar. Periode pembangunan  dilaksanakan 1956 —1961 (5 tahun untuk pusat pemerintahan). Motivasinya untuk membangun ibu kota yang modern pada abad 21.

Serta masih banyak contoh lainnya seperti Putrajaya Malaysia dan Canberra Australia hingga Astana di Kazakhstan.

Temukan beragam tips, panduan, dan informasi mengenai pembelian rumah, kpr, pajak, hingga legalitas properti di Panduan Rumah.Com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah


Loading
Artikel Selanjutnya
Proses Pembebasan Lahan Ibu Kota Baru Masih Panjang?
Artikel Selanjutnya
Ibu Kota Baru Butuh Lebih Banyak Jalan Tol?