Sukses

Live Report:PENGUMUMAN KABINET JOKOWI JILID II

OJK Utamakan Perlindungan Konsumen Fintech

Liputan6.com, Jakarta – Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan terdapat 114 platform fintech lending yang terdaftar dan diawasi oleh regulator per April 2019. Hingga Maret 2019, P2P lending telah menyalurkan pinjaman senilai Rp33,2 triliun. Nilai ini tumbuh 46,48% bila dibandingkan posisi Desember 2018 senilai Rp 22,66 triliun.

Adapun tingkat wanprestasi di atas 90 hari sebesar 2,62% pada kuartal pertama 2019. Nilai ini turun dibandingkan posisi Februari 2019 di level 3,18%. Kendati demikian, posisi NPL ini masih lebih tinggi dibanding akhir 2018 di posisi 1,45%. Karenanya, OJK berkomitmen terus melakukan pengawasan atas kinerja P2P guna melindungi konsumen.

Direktur Pengaturan, Pengawasan, dan Perizinan Fintech OJK Hendrikus Passagi menyatakan, perlindungan konsumen saat ini menjadi prioritas mereka.

Untuk itu, OJK gencar melakukan sosialisasi terhadap masyarakat awam dalam memilih fintech legal atau yang sudah terdaftar di OJK. Dengan sosialisasi, OJK berharap permasalahan yang kerap terjadi seperti penagihan dan gagal bayar pinjaman dapat terus berkurang.

OJK pun menggandeng pelaku fintech untuk menyukseskan program tersebut. Menurut Hendrikus, "Sosialisasi kepada masyarakat tidak cukup jika hanya dilakukan oleh OJK. Ini merupakan tugas bersama masyarakat dalam mengedukasi sesama mengenai aplikasi pinjaman online."

Adalah Esta Kapital, salah satu Fintech yang cukup aktif dalam melakukan sosialisasi tersebut. Perusahaan ini bahkan  semakin membuktikan kapabilitasnya sebagai penyedia layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi.

 

Kontribusi Esta Kapital dalam membantu mewujudkan inklusi keuangan di Indonesia, menuai penghargaan dari InternetShine untuk kategori “Excellence in Finance-Startups Award”.

Direktur Utama Esta Kapital Yefta Surya Gunawan mengatakan, penghargaan tersebut diperoleh berdasarkan penilaian atas sejumlah indikator seperti semangat inovasi, dampak ke industri keuangan, kesiapan untuk menghadapi masa depan, dan permintaan pasar terhadap produk yang ditawarkan.

"Selain sebagai buah dari komitmen dan kerja keras untuk selalu berupaya membangun komunitas tanpa kemiskinan, capaian tersebut juga akan menjadi tantangan baru dan pemacu semangat bagi Esta Kapital agar dapat memberikan berbagai inovasi dan pelayanan terbaik di bidang industri keuangan non bank," ujarnya.

Selama ini kerja keras Esta Kapital ditunjukkan dengan rendahnya prosentase kredit macet lebih dari 90 hari atau non-performing loan (NPL), yang berada di bawah rata-rata Fintech P2P yang hanya sebesar 0,73%.

Hingga awal Mei 2019 Esta Kapital telah menyalurkan pinjaman kepada lebih dari 14.600 wanita dari keluarga pra sejahtera yang tersebar di Pulau Jawa hingga daerah-daerah pelosok Indonesia Timur.

“Ini merupakan pencapaian yang sangat bagus di tahun pertama kami beroperasi. Sebab, dengan konsep pemberian pinjaman sampai ke daerah pelosok yang tanpa agunan, tetapi kami dapat menekan angka kredit macet di level 0,73%. Penerima pinjaman kami tersebar secara luas hingga Indonesia Timur seperti Masamba, Palopo, Maluku, Kolaka, Takalar, dan daerah-daerah lainnya,” ungkap Yefta.

Esta Kapital berkomitmen untuk terus berusaha menekan angka kredit macet guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan para Pemberi Pinjaman.

Penerapan sistem tanggung renteng, pemberian pelatihan dan pendampingan kepada para peminjam, serta penguatan ekosistem bisnis adalah langkah serius yang dilakukan untuk menekan angka NPL. Selain pemberian layanan yang terbaik, dan inovasi yang berkelanjutan bagi bisnis P2P.

Selain itu, sebagai wujud komitmen dalam memberikan rasa aman yang lebih kepada pemberi pinjaman, Esta Kapital juga menawarkan asuransi kredit Sinarmas bagi setiap pinjaman yang ada. Dengan berbagai langkah tersebut, Esta Kapital berharap dapat mempercepat pencapaian tujuan membangun komunitas tanpa kemiskinan.


Loading
Artikel Selanjutnya
OJK: Inklusi Keuangan 2019 Lampaui Target
Artikel Selanjutnya
39 Fintech Asing Terdaftar di Indonesia, Terbanyak dari China