Sukses


Usai Pilpres, Bagaimana Instrumen Investasi di Indonesia?

Liputan6.com, Jakarta  - Pesta demokrasi di Tanah Air belum lama usai. Meski demikian, siapa yang nantinya menduduki kursi Presiden dan Wakil Presiden baru akan diumumkan secara resmi pada 22 Mei mendatang.

Tak pelak menyikapi ini, banyak pelaku usaha termasuk investor yang memilih wait and see. Direktur Utama PT Danareksa Investment Management (DIM), Marsangap P. Tamba menyebut, “Saat ini sebagian investor memilih wait and see untuk memulai berinvestasi, mengingat masih menunggu hasil Pilpres 2019."

Untuk itu, DIM sebagai perusahaan manajer investasi mengadakan acara diskusi bertema "Economic & Investment After 2019 Election: What’s Next?”.

"Tujuan dari acara tersebut tak lain adalah untuk memberikan informasi kepada para investor, tentang bagaimana kondisi perekonomian saat ini dan bagaimana pengaruhnya pada iklim usaha dan investasi," imbuhnya.

Ia juga menyampaikan bahwa ekonomi Indonesia akan tumbuh berkelanjutan, apabila pembangunan infrastruktur terus dilanjutkan. "Konektivitas akan memastikan kelancaran mobilitas arus barang dan juga mengembangkan sentra-sentra ekonomi baru," ungkapnya.

 

Menurut Marsangap, ciri-ciri negara yang mengalami pertumbuhan ekonomi pesat adalah yang punya kompetensi sumber daya manusia tinggi, budaya berinovasi, dan sektor kewirausahaan yang berkembang

"Sehingga Pemerintah harus memiliki program yang mendukung peningkatan sumber daya manusia agar budaya tersebut dapat tercapai. Inovasi dan penguasaan teknologi akan menjadi faktor penting untuk menjamin pertumbuhan ekonomi yang pesat," jelasnya.

Saat ini, Indonesia sendiri sudah menjadi salah satu negara yang memiliki perusahaan rintisan terbanyak di dunia. Indonesia juga sudah memiliki beberapa unicorn.

"Perkembangan ini harus dijaga dan didukung oleh stabilitas perekonomian dan situasi politik yang kondusif, agar Indonesia bisa mencapai cita-citanya menjadi salah satu ekonomi terbesar di dunia," tukasnya.

Acara diskusi yang digelar di Jakarta itu kian menarik dengan hadirnya Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Sekretaris Menko Bidang Perekonomian, Bpk Susiwijono,S.E.,M.E. serta sejumlah narasumber lain seperti Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Rosan P. Roeslani.

Hadir pula Direktur Fasilitasi Promosi Daerah Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indra Darmawan, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati dan Centre for Strategic & International Studies Arya Fernandez.


Loading
Artikel Selanjutnya
Jurus Pemerintah Kejar Pertumbuhan Ekonomi 5,6 Persen pada 2020
Artikel Selanjutnya
Harapan Pengusaha Terhadap Presiden Terpilih