Sukses


Giliran Tanjung Benoa Unjuk Gigi

Liputan6.com, Jakarta – Sebagai pulau dengan tingkat kunjungan pelancong domestik maupun mancanegara tertinggi di Indonesia, Bali menyuguhkan kearifan budaya lokal lengkap dengan alam pesisir yang kaya hamparan pasir putih maupun hitam. Inilah daya magis yang membuat Bali selalu menjadi favorit wisatawan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) melalui pintu masuk Bandara Ngurah Rai Bali sepanjang Januari–November 2018 mencapai 5,7 juta orang atau 43% dari total 13,42 juta wisman ke Indonesia.

Simak juga: Pandangan pasar properti tahun depan dalam Rumah.com Property Market Outlook 2019

Kini, hampir seluruh pantai di wilayah yang terkenal dengan sebutan “Pulau Dewata” ini selalu penuh sesak oleh wisatawan. Satu di antaranya adalah Pantai Tanjung Benoa.

Bahkan belakangan pantai ini paling sering dikunjungi wisatawan, lantaran dianggap lebih aman dengan kondisi ombak yang tidak terlalu tinggi karena lokasinya berada di tengah-tengah teluk.

Pantai yang menjadi surga bagi pecinta watersport (wisata bahari) inipun memiliki perkembangan yang cukup pesat. Tak pelak masyarakat yang sebelumnya berprofesi sebagai nelayan, kini beralih menjadi karyawan hotel atau berwirausaha di bidang wisata bahari.

2 dari 3 halaman

Proyek Infrastruktur Baru

Sadar akan keunggulan tersebut, Pemerintah dewasa ini mulai melakukan pembenahan dengan membangun infrastruktur penunjang sektor pariwisata di Pulau Bali.

Setidaknya, ada dua proyek infstruktur sekala besar yang kini tengah dibangun Pemerintah. Pertama, Tol Bali Mandara. Jalan bebas hambatan yang dibangun di atas laut ini akan menghubungkan langsung wilayah segi tiga emas Teluk Benoa ke Bandara Internasional Ngurah Rai, Pelabuhan Benoa, dan kawasan Nusa Dua.

Simak juga: Mau tahu kebutuhan konsumen properti saat ini? Temukan jawabannya dalam Riset Konsumen Properti di Rumah.com!

Kedua, perluasan dan renovasi Bandara Ngurah Rai dengan kapasitas menjadi 25 juta penumpang per tahun. Dimana, sebelumnya hanya mampu melayani 8,5 juta penumpang per tahun.

Pun soal akomodasi bagi wisman, Pemerintah bekerjasama dengan developer swasta terus membangun hotel, apartemen sewa, dan penginapan lainnya.

Salah satunya adalah PT Properti Bali Benoa (Ganda Land Group), yang membesut Condovilla (Condominium & Villa) bertajuk Lavaya di Tanjung Benoa, Nusa Dua, Bali. Proyek ini dikembangkan di atas area seluas lebih dari 2,3 hektare setinggi enam lantai. Harga unitnya dibandrol sangat kompetitif mulai dari Rp1 miliaran.

 

3 dari 3 halaman

Tawarkan Skema Investasi

Direktur Utama PT Properti Bali Benoa (Gand Land), Irawan Lau menegaskan, bahwa perizinan proyek Lavaya dipastikan sudah komplit. Karena itu, kini progress pembangunannya mencapai lantai teratas.

“Strategi kami adalah membangun dahulu, baru kemudian menjualnya. Total nilai investasi pembangunan proyek Lavaya berikut hotel mencapai Rp1 triliun,” sebutnya.

Selain itu, demi kenyamanan dan cuan (keuntungan) yang berlipat bagi kepentingan investasi para pemilik unit, Ganda Land juga melakukan kerjasama dengan operator hotel internasional ternama yaitu AC Hotels Marriott, pada Oktober 2018 silam.

Sedangkan Lavaya sendiri dibangun untuk memenuhi permintaan turis lokal maupun mancanegara yang punya standar tinggi.

Ketahui dinamika pasar properti di Indonesia, termasuk sentimen pasar dari sudut pandang pembeli lewat Rumah.com Property Affordability Sentiment Index!

Ditawarkan melalui tiga bentuk residensial private residence bagi konsumen dengan mengedepankan privacy tinggi. Kedua, premium residence yang bisa dimiliki secara bersama (skema pembagian LOT). Skema penawaran ini dikelola oleh manajemen Lavaya selama 30 tahun. Ketiga, hotel yang ditangani langsung AC Hotels Marriott.

"Memasuki awal tahun 2019, kami menawarkan promo menarik bagi kepemilikan unit LOT A (Easy Owned Scheme A), dengan harga hanya Rp118 jutaan dan buyback guarantee 30 tahun. Sedangkan paket kepemilikan LOT B (Easy Owned Scheme B) seharga Rp65 jutaan dan buyback guarantee 10 tahun," jelasnya.

Promo awal tahun untuk program kepemilikan LOT A dan B dapat diangsur selama kurun 36 bulan dan angsuran sangat ringan. Hanya dengan Rp1,8 jutaan sudah dapat memiliki investasi berupa properti premium di Tanjung Benoa, Bali.

"Bagi pemilik LOT A maupun B akan mendapatkan return on investment (ROI) masing-masing sebesar 8% pada tahun 1 dan 2," tutup Irawan.

(Jika Anda masih ragu dengan properti incaran, tanyakan apa saja informasi yang dibutuhkan melalui Tanya Agen)

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah


Loading
Artikel Selanjutnya
Masuk Kawasan Konservasi, Reklamasi Pelabuhan Benoa Tetap Berjalan
Artikel Selanjutnya
Gianyar Raih Penghargaan di Anugerah Kebudayaan 2019