Sukses


Properti di Sisi LRT, Ibarat "Ada Gula Ada Semut"

Liputan6.com, Jakarta - Menurut situs lrtjabodebek per tanggal 9 November 2018, pembangunan LRT Jabodebek tahap 1 telah mencapai 48,3%. Untuk persentase dari lintas pelayanan Cawang-Cibubur sudah mencapai 70,7%.

Sedangkan pada lintas pelayanan Cawang-Dukuh Atas saat ini mencapai 36,3%, dan Cawang-Bekasi Timur telah mencapai 41,2%.

Harun Al Rasyid, Ketua Dewan Transportasi Kota Bekasi mengatakan, “Selama ini, problem masyarakat kaum suburban yang tinggal di Bekasi adalah masalah kemacetan. Setelah nanti LRT beroperasi, publik khususnya kaum suburban yang tinggal di Bekasi akan dipermudah dengan bertambahnya pilihan moda transportasi."

Ketahui dinamika pasar properti di Indonesia, termasuk sentimen pasar dari sudut pandang pembeli lewat Rumah.com Property Affordability Sentiment Index!

Hal ini tentunya akan membuat mobilitas kaum suburban semakin cepat. Bila saat ini dari Bekasi menuju pusat kota Jakarta membutuhkan waktu lebih dari satu jam, dengan LRT akan lebih cepat menuju pusat-pusat bisnis di Jakarta.

Selain berkurangnya waktu tempuh perjalanan bagi kaum suburban, lebih dari itu, akan mampu memecah titik kemacetan yang selama ini menghantui masyarakat.

Keberadaan LRT juga akan berdampak terhadap tumbuhnya kawasan hunian yang berada di sekitar stasiun LRT. Kaum suburban akan memilih hunian yang berdekatan dengan stasiun LRT karena sangat memudahkan mobilitas.

Di negara-negara lain, hunian yang berdekatan dengan akses transportasi akan menjadi pilihan kaum suburban. Efek lain yang tidak kalah penting adalah peningkatan aktivitas ekonomi di sekitar stasiun LRT.

(Eits, jangan coba-coba beli rumah di pinggir kota tanpa menyimak ulasan wilayahnya di Area Insider Rumah.com!)

2 dari 3 halaman

Mendorong Properti dan Ekonomi Sekitar

(Cek Rumah.com Property Index untuk mencari tahu tren kenaikan harga rumah per kuartal di berbagai lokasi favorit)

Adanya kawasan dengan konsep TOD (Transit Oriented Development) di sisi stasiun LRT, juga akan memberikan dorongan aktivitas ekonomi. Ibaratnya, ‘ada gula, ada semut’.

Sebab di stasiun LRT akan terjadi mobilitas manusia. Itu juga yang menjadi magnet bergeraknya aktivitas ekonomi. Keberadaan sarana kuliner, maupun perniagaan lainnya, akan memberikan dampak ekonomi yang besar.

Menurut Pengamat Properti, David Cornelis, properti yang ada di kawasan stasiun LRT memiliki nilai investasi tinggi. Lantaran adanya konsep pengembangan properti berorientasi transit yang akan masif ke depannya.

"Kota megakosmopolitan seperti Jakarta, memerlukan kawasan TOD sebagai jawaban terhadap kemacetan, karena nantinya hunian maupun komersial yang ada, akan terintegrasi satu sama lain dan satu area sistem transportasi massal seperti TransJakarta, Kereta Komuter, LRT, MRT serta BRT (Bus Rapid Transit)," jelasnya.

Keberadaan LRT Jabodebek yang seolah memberi angin segar bagi industri properti, dirasakan pula oleh PT Adhi Commuter Properti (ACP).

Melalui LRT City Jaticempaka – Gateway Park, proyek kerja sama antara PT Adhi Commuter Properti dengan Urban Jakarta Propertindo ini terletak sisi stasiun LRT Jatibening Baru. Berdiri di lahan seluas 5,2 Ha, rencananya akan dikembangkan lima tower apartemen dengan total unit sebanyak 3.744 unit.

(Mau tahu apa saja dokumen yang harus diurus dalam proses pembelian apartemen? Simak lebih lengkapnya di Panduan Rumah.com)

 

 

3 dari 3 halaman

65% Pembeli Investor

Jika Anda merupakan pembeli hunian pertama dan masih ragu dengan rumah tinggal incaran, tanyakan apa saja informasi yang dibutuhkan melalui Tanya Agen.

LRT City Jaticempaka – Gateway Park dikembangkan dengan menerapkan 5 prinsip Transit Oriented Development (TOD). Yakni Walkable, dimana semua fasilitas kawasan didesain berdekatan dan dapat diakses dengan mudah hanya berjalan kaki. Connect, yaitu terhubung langsung dengan Stasiun LRT.

Shift & Transit, terdapat LRT dan Shuttle Bus yang disediakan untuk menghubungkan kawasan dengan tujuan/transportasi publik yang lain. Densify, residential building dikembangkan secara vertikal untuk mengoptimalkan lahan. Mixed Use, yaitu adanya perpaduan berbagai fungsi bangunan yaitu residensial dan komersial dalam satu kawasan.

"Dari total unit yang tersedia sebanyak 529 unit, sampai dengan saat ini sudah terjual sebanyak 90%. Pembelinya dominan investor sebanyak 65%, sementara sisanya merupakan milenial muda. Konsumennya sendiri masih dari ring 1, sekitar Bekasi dan Jakarta Timur," ujar Ibnu Mahmud Junaidi, Project Director LRT City Jaticempaka – Gateway Park.

Harga jual untuk unit apartemen terkecilnya sendiri (Studio) dipatok Rp528 jutaan. Banderol tersebut sudah naik 35% dibandingkan harga awal yakni Rp390 juta.

Di kawasan LRT City Jaticempaka – Gateway Park, juga akan dibangun pusat perbelanjaan empat lantai dengan luas saleable area lebih kurang 18.000 m2 yang dikembangkan di lahan seluas 10.000 m2.

(Cek di sini untuk simulasi cicilan apartemen Anda perbulannnya lewat kalkulator KPA dari Rumah.com)

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah


REVIEW PROPERTY

Lihat Semua
Artikel Selanjutnya
Kupas Tuntas Fungsi TOD
Artikel Selanjutnya
Bersaing Gaet Pangsa Pasar Milenial