Sukses


Strategi Pengembang Properti di Q4 2018

Liputan6.com, Jakarta – Kuartal akhir tahun 2018 dimulai. Di tiga bulan terakhir ini, pengembang memutar otak dalam menyiapkan strategi demi memuluskan penjualan agar mampu mencapai target tahunan. Untuk itu, kreativitas dan inovasi dalam strategi pemasaran sangat diperlukan.

Pasalnya, di tengah situasi pasar yang sangat dinamis, konsumen saat ini sangat hati-hati dan selektif menggunakan dananya.

Asumsi tersebut diperkuat dalam survei Rumah.com Property Affordability Index Semester Pertama 2018, yang menunjukkan bahwa sebanyak 66% responden merasa puas dengan iklim properti saat ini.

Angka ini sedikit menurun dibandingkan semester sebelumnya, sebesar 67%, namun meningkat sebanyak 4% dibanding semester yang sama satu tahun sebelumnya.

Menangkap potensi di tiga bulan terakhir tahun ini, Teguh Suhanta, Manager Realti Familia Urban mengatakan, “Kami bidik peluang dari pasar yang ada melalui pameran di akhir kuartal tiga, dan berharap ini akan memberi efek hingga tutup tahun.”

“Selain mengacu pada pameran, kami juga lakukan pameran secara periodik di salah satu mal di Bekasi. Strategi ini efektif, karena memang pengunjung mal-nya sesuai dengan pangsa pasar yang diincar. Tiap bulan, rata-rata kami bisa menjual 30-35 unit. Harga rumah di Familia Urban sekarang sudah Rp400 jutaan, di mana saat awal launching masih Rp380 juta,” imbuhnya.

Baca juga: Rumah.com Property Index untuk mencari tahu tren kenaikan harga properti per kuartal di berbagai lokasi favorit

Sebelumnya, PT Timah Karya Persada Properti yang membesut proyek perumahan Familia Urban yang berlokasi di Mustikajaya, Bekasi, membidik nilai target sebesar Rp188 miliar di tahun 2018. Akan tetapi melihat kondisi yang kurang memungkinkan, pihaknya merevisi target menjadi Rp133 miliar.

“Revisi juga merupakan imbas dari kenaikan harga konstruksi pasca pelemahan rupiah. 20% material yang kami gunakan untuk bangun rumah di Familia Urban adalah barang impor. Menyiasati hal ini, maka kami bangun tipe-tipe kecil demi mendongkrak penjualan,” tukas Teguh.

Pihaknya pun berharap ada stimulus dari Pemerintah guna memajukan pasar properti, diantaranya kestabilan suku bunga dan nilai jual building material.

2 dari 4 halaman

Strategi PT PP Urban

Sementara itu Direktur Realty PT PP Urban, Budi Suanda, menyebut pihaknya berupaya lebih aktif mensosialisasikan produk (branding) ke masyarakat selama Q4 2018. Hal tersebut demi mengejar target penjualan 1.000 unit, yang saat ini statusnya sudah terjual 50% dalam waktu 10 bulan.

Dua produk yang ditawarkan, yakni URBANtown Serpong dan URBANtown Karawang, keduanya sama-sama merupakan Apartemen Sederhana Milik (Anami) yang ditujukan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

“Kalau untuk URBANtown Serpong, kami tawarkan harga Rp9 jutaan per meter persegi. Jika dirasa masih kurang terjangkau, konsumen dapat memilih URBANtown Karawang hanya dengan Rp8 jutaan per meter,” ucapnya.

Simak juga: Review Properti untuk mengetahui ulasan mendalam tentang hunian incaran Anda

Saat ditanya Rumah.com mengenai harapan PT PP Urban terhadap Pemerintah jelang tutup tahun, Budi berharap adanya insentif khusus untuk hunian murah seperti Anami.

“Kami ingin ada bantuan dari sisi insentif dan rate daripada IMB-nya. Terlebih sekarang harga bangunan naik, dan tanpa disadari jika kondisinya terus berlanjut akan menekan konsumen. Jika ditanya apa yang bisa pengembang lakukan untuk buyers, saat ini kami berusaha menahan suku bunga dengan strategi tepat,” tuturnya.

Strateginya, lanjut Budi, adalah konsumen bisa memiliki rusunami dengan fasilitas apartemen hanya dengan booking fee sebesar Rp1 juta, dan memanfaatkan fasilitas angsuran 24 x tanpa DP (down payment), serta KPA khusus dari Bank BTN yang bunganya hanya 6,25%.

PT PP Urban sendiri baru saja menggelar akad kredit massal bersama Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. 

Senior Executive Vice President Non Subsidize & Consumer Lending Division PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Suryanti Agustinar mengatakan, “Selain menjadi bagian dari stategi dalam menggenjot penyaluran kredit properti, sinergi tersebut juga merupakan bentuk dukungan nyata persoran terhadap Program Pembangunan Sejuta Rumah.”

(Untuk kenyamanan dan keamanan dalam membeli apartemen gunakan jasa agen properti dengan spesialisasi apartemen di Rumah.com)

3 dari 4 halaman

Strategi PT Sirius Surya Sentosa

Ditemui dalam talkshow yang digelar Property Inside bertajuk “Milenial, Digital Marketing, First Home Buyer and First Time Investor”, Direktur Sales and Marketing Vasanta Innovark, Ming Liang, mengungkapkan pihaknya lebih gencar mengadakan consumer gathering yang dinilai sangat efektif menarik calon konsumen.

Branding di era digital lebih efektif dengan media sosial maupun youtube channel. Itu yang menjadi strategi marketing kami saat ini. Selain itu, kami juga rutin mengadakan open house di lokasi-lokasi yang sesuai dengan target market,” terangnya.

Proyek Vasanta Innopark sendiri mampu menarik pangsa pasar investor, tidak hanya dari Indonesia melainkan juga dari Negeri Ginseng. Ya, Korea Selatan belum lama ini membenamkan nilai investasi sebanyak Rp5 triliun untuk pembangunan proyek mixed use development.

“Dengan daya tarik ini, kami memastikan akan menutup tahun dengan optimisme tinggi. Apalagi ke depannya, di sekitar kawasan hunian ini bakal dirancang sebagai destinasi wisata berupa surga belanja bagi para turis,” tutupnya.

Saat ini unit apartemen di tower kedua Vasanta Innopark dilepas dengan harga Rp318 juta, naik Rp39 juta dibandingkan unit di tower pertama yang dihargai Rp279 juta. 

(Jangan coba-coba beli apartemen di pinggir kota tanpa menyimak ulasan wilayahnya di Area Insider Rumah.com)

4 dari 4 halaman

Strategi PT Sayana Integra Properti

Sementara itu, PT Sayana Integra Properti selaku pengembang apartemen Sakura Garden City melancarkan strategi akhir tahun dengan menggandeng lima bank terkemuka. Adalah Bank BTN, Bank Mandiri, Bank BNI, Bank CIMB Niaga, dan Bank Danamon.

“Mengingat pembiayaan dari developer ada batasnya, maka kerjasama dengan lima bank ini diharapkan bisa membuka kesempatan sebesar-besarnya bagi konsumen untuk memiliki apartemen Sakura Garden City. Bank-bank yang kami gandeng pun berkomitmen untuk memberikan program menarik, agar bisa memenuhi kebutuhan buyers khususnya kaum milenial,” ujar Robert Yapari, Wakil Presiden Direktur Sayana Integra Properti.

Keoptimisan pengembang semakin diperkuat lantaran produk yang dirilis sangat sesuai dengan data statistik, yang menunjukkan bahwa masyarakat di Jakarta Timur merupakan kelompok masyarakat berpenghasilan menengah.

Selain itu, stok tanah yang terbatas untuk pembangunan rumah tapak (landed house), menyebabkan hunian vertikal alias apartemen diharapkan bisa menjadi alternatif yang bisa memenuhi permintaan tempat tinggal.

“Harga unit tipe Studio di Sakura Garden City dibanderol Rp600 jutaan. Artinya, hunian ini ideal dengan penghasilan kelas menengah sekitar Rp10 jutaan. Saat ini penjualan kami sudah mencapai 40% dari 650 unit di tower pertama. Targetnya akhir tahun semua unit ludes,” tutup Robert.

(Ingin tahu apa yang menjadi kebutuhan konsumen properti saat ini? Temukan jawabannya dalam Riset Konsumen Properti di Rumah.com!)

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah


REVIEW PROPERTY

Lihat Semua
Artikel Selanjutnya
Pasar Properti Masih Stabil Sampai Akhir 2018
Artikel Selanjutnya
Inilah Hak, Kewajiban, dan Larangan di Rumah Subsidi