Sukses


Begini Caranya Negosiasi KPR dengan Bank

Liputan6.com, Jakarta Dalam proses jual beli rumah, lembaga perbankan merupakan variabel terpenting,  terutama bagi konsumen yang menggunakan fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR).

Akan tetapi, ada hal-hal yang perlu diperjelas sebelum melakukan akad kredit. Jangan takut, karena pihak bank membuka pintu negosiasi dengan konsumen. Namun sebelum bernegosiasi, ada baiknya Anda memerhatikan dua hal berikut.

Negosiasi Harga Rumah

Proses kredit, sebagaimana proses jual beli, adalah hal yang penuh subjektivitas. Hal ini bisa berbuntut panjang. Misalnya: harga rumah second Rp300 juta bisa saja dinilai berbeda oleh beberapa bank pengucur kredit. Demikian seperti dikutip Rumah.com.

Angka ini berasal dari rumus: luas tanah x harga pasaran + luas bangunan x harga pasaran + harga strategis

Jadi, Anda dapat menghitung sendiri nominal kisaran harga rumahnya. Anda beruntung jika rumah berada di pusat kota atau keramaian, karena bisa dipastikan nilai strategis inilah yang dapat mendongkrak nilai jual rumah dan tanah Anda.

Baca juga: Hindari KPR Ditolak, Tunjukkan Performa Diri Saat Wawancara

Bagi Anda yang memiliki rumah di lokasi yang tidak begitu padat dan cenderung di area suburban atau luar kota, maka Anda bisa memiliki keunggulan dari nilai luas tanah dan luas bangunan.

Jika perhitungan ini dinilai masih kurang, silakan melakukan perbandingan dengan berbagai bank terdekat untuk mendapatkan nilai yang sepadan. Lakukan bargaining atau tawar menawar dengan secermat dan sebaik mungkin.

Negosiasi Batas Kredit dan Jumlah Cicilan

Limit kredit yang diberikan bank pun dapat dinegosiasikan. Misalnya, gaji si A Rp1 juta per bulan, tapi dalam satu tahun ia bisa mendapat 24 kali gaji. Sementara gaji si B Rp2 juta, tapi overtime-nya bisa sampai Rp3 juta per bulan.

Simak juga: Gaji Rp8 Juta, Bisa Cicil Rumah di Bekasi

Jika sebuah bank menghitung nilai cicilan dari gaji terendah dalam satu tahun, tidak demikian halnya dengan bank lain yang menghitung dari rata-rata gaji. Kasus seperti ini mungkin dianalisa dengan cara berbeda oleh bank lain.

Awali Negosiasi dengan Riset

Menurut Nick Manson, Direktur dari kantor broker Mansons, jika Anda ingin bersaing dengan calon pembeli lainnya, maka lakukan persiapan yang matang. Pertama, konsultasikan dengan perencana keuangan mengenai jumlah pembiayaan KPR yang cocok untuk Anda.

Kemudian, kumpulkan berapa uang muka yang harus diserahkan. Ini adalah langkah pertama yang mempermudah pengajuan KPR Anda dari pihak marketing maupun surveyor bank.

Hal lain yang bisa membantu proses negosiasi adalah mengetahui kondisi pasar dimana properti tersebut berada. Sebelum Anda melakukan survei lokasi, Anda wajib melakukan riset harga jual terbaru di lokasi tersebut.

Riset ini bisa Anda lalui dengan mudah, hanya dengan menyimak berbagai ulasan di Rumah.com Property Index.

Anda bisa mengetahui kondisi pasar properti dan harga pasaran melalui agen properti lokal. Sementara informasi dan berita properti bisa Anda ketahui dari riset artikel di portal properti seperti Rumah.com.

Jika Anda masih ragu dengan kemampuan dalam mencicil rumah, hitung simulasinya lewat Kalkulator Keterjangkauan Rumah.com.

Ingin segera punya rumah sendiri? Lihat daftar rumahnya dengan harga mulai Rp300 Juta di Perumahan Baru Rumah.com.


Loading