Sukses


Lokasi Strategis, Jadikan Meikarta Hunian Favorit

Liputan6.com, Jakarta Cikarang bakal melahirkan sebuah kota baru. Adalah Meikarta kota yang bakal dibangun oleh Lippo Group. Dibangun di atas lahan 500 hektar, Meikarta digadang-gadang menjadi kawasan terluas di Asia Tenggara.

Ditayangkan Fokus Pagi Indosiar, Jumat (18/8/2017), pada tahap pertama, Kota Meikarta dibangun di atas lahan seluas 500 hektare dan targetnya akan rampung hingga akhir 2019.

Hal itu dibenarkan oleh Chief Marketing Officer (CFO) Lippo Homes Jopy Rusli. Ia mengungkapkan bahwa Meikarta diperkirakan akan selesai pada 2019-2020.

Disebut-sebut sebagai pesaing Jakarta, apartemen ini merupakan proyek terbesar yang digarap LIPPO Group. Meikarta juga akan dilengkapi dengan beragam fasilitas. Selain itu, lokasinya sangat strategis karena terletak di jantung koridor Jakarta-Bandung.

Perlu diketahui, harga per unit apartemen di kawasan ini cukup terjangkau. Sebanyak 100 ribu unit apartemen seharga Rp 120 juta dengan berbagai ukuran, yang saat ini sudah banyak diminati oleh masyarakat.

Presiden Meikarta Ketut Budi Wijaya mengungkapkan dengan adanya fasilitas dan lokasi yang strategis, tak heran kalau apartemen Meikarta sudah laku 99.300 unit.

"Sampai saat ini, yang tercatat ada 99.300 unit, hampir 100 ribu unit. Responnya sangat menggembirakan, sesuai dengan harapan kami," ujar Ketut.

Pembangunan Meikarta juga menjadikan hunian yang terjangkau bagi masyarakat. Hal itu ungkapkan oleh Chief

Executive Officer (CEO) Lippo Group James Riady. Ia mengatakan, saat ini ada sekitar 8 juta orang pekerja yang belum memiliki rumah. Hal tersebut salah satunya lantaran tidak mampu menjangkau harga rumah yang semakin tinggi.

Saat ini, Kota Meikarta sedang menyelesaikan 6 tower dan pembangunannya terus dikebut. Selain itu, Meikarta dibangun di antara enam kawasan industri dan tentu akan didukung sejumlah fasilitas, seperti kereta cepat Jakarta-Bandung, LRT, serta monorel. Meikarta juga akan dilengkapi bandara serta pelabuhan internasional.

 


(*)

 

 


Loading