Sukses


Inspirasi Desain untuk Rumah Mungil Minimalis Anda

Liputan6.com, Jakarta Siapa bilang rumah kecil nggak bikin Anda betah? Hari gini memang bukan eranya rumah besar. Beberapa developer justru menyediakan rumah kecil yang terjangkau namun suasana di sekitarnya tetap nyaman.

Biasanya luas rumah pun tak lebih dari 72 meter persegi. Namun, tak berarti rumah kecil ini hanya sebagai tempat numpang tidur. Jika rumah disulap menjadi rumah cantik, Anda pun akan betah berlama-lama di sini. Dikutip dari Rumah.com, berikut beberapa dekorasi rumah mungil yang modern dan enak dilihat.

Rumah Bata

Dinding menggunakan bata ekspos memang memberikan kesan rumah pedesaan tapi tetap elegan dan keren. Bagian dalamnya bisa Anda perluas dengan membiarkannya memanjang ke atas.

Bata ekspos menjadi tren saat ini karena fleksibel dipadukan dengan gaya lain seperti skandinavian, rustic, maupun industrial. Rumah bata ekspos memberikan kesan hangat dan informal, serta kontras dengan kebanyakan kehidupan profesional di kota-kota besar.

Setelah seharian berkutat di kantor dengan bangunan yang kaku, pulang ke rumah dengan gaya ekspos yang berbeda 180 derajat dari kantor membuat Anda benar-benar terlepas dari masalah-masalah profesional yang menyita pikiran.

 

Tampak depan rumah yang sederhana namun homey.

 

Lantai pertama hanya diisi dapur sekaligus ruang makan.

 

Area loteng yang dijadikan kamar tidur.

Rumah Skandinavia

Sesuai namanya, gaya skandinavia diambil dari gaya rumah sehari-hari masyarakat di negara skandinavia, seperti Swedia, Denmark, Norwegia, Islandia, Finlandia, dan sekitarnya.

Gaya Skandinavia yang lapang dan terang selalu membuat suasana rumah menjadi lebih luas. Skandinavia juga menggunakan warna-warna polos, seperti putih, yang dipadankan dengan warna-warna lembut seperti biru muda, kayu krem muda, dan lain-lain.

Tak cuma itu, gaya skandinavia juga memilih furnitur-furnitur berdesain minimalis namun multiguna, sehingga sangat cocok diimplementasikan di rumah minimalis.

 

Biarkan salah satu sisi rumah menggunakan dinding kaca agar sinar matahari masuk dengan leluasa.

 

Gunakan perabotan yang mungil agar rumah tidak sempit, misalnya kitchen set mungil—Anda, kan, tidak setiap saat memasak—serta kulkas dan sofa yang mungil.

Area loteng menjadi kamar tidur.

 

Ruang makan mungil namun menghadap ke halaman membuat suasana makan lebih nyaman.

Rumah minimalis subtropis

Jika Anda menyukai rumah yang memadukan unsur alam dan modern, rumah minimalis subtropis cocok untuk Anda. Rumah subtropis sekilas akan mengingatkan Anda kepada rumah bergaya Pasifik Selatan seperti Fiji, Samoa, atau Hawaii.

Atap bangunannya kadang datar atau sedikit miring namun tetap landai, lalu plafonnya dibiarkan tinggi untuk mengurangi hawa lembap karena tingginya curah hujan, serta banyaknya bukaan di dalam rumah untuk mengalirkan udara segar.

Bagian dalam rumah pun banyak dihias dengan tanaman hijau untuk menambah pasokan oksigen sekaligus menyegarkan ruangan.

 

Teras yang lapang membuat rumah terasa lebih lapang. Area teras bahkan bisa digunakan sebagai ruang keluarga, atau sekadar beristirahat menikmati segarnya udara di luar rumah.

 

Jendela yang besar membuat ruangan di dalam rumah menjadi terang—bonusnya Anda dapat menghemat penggunaan lampu dengan AC, karena mendapatkan sinar matahari dan aliran udara yang cukup.

(Simak juga: Ragam Tanaman Rambat untuk Rumah Minimalis)

Bagian dalam digunakan sebagai ruang keluarga sekaligus kamar tidur. Area jendela dapat ditambahkan rak untuk meletakkan berbagai barang kebutuhan rumah tangga seperti alat makan.

 

Area dapur dan kamar mandi yang mungil. Dinding putih membuat dapur terkesan bersih dan nyaman.  

Rumah coastal

Suasana yang hangat tapi tetap berangin dan bebas gerah biasanya digunakan warga Eropa dan Amerika yang tinggal di pesisir sebagai unsur utama rumah mereka. Mereka pun menggunakan warna biru muda dan putih untuk warna dindingnya yang memberikan kesan santai namun tetap segar.

Anda pun akan menjadi lebih rileks saat melihat sekeliling karena mengingatkan Anda pada suanana pantai yang tenang. Ruangan bergaya coastal ini juga menambahkan aksesori laut, seperti frame yang ditambah hiasan kerang atau gambar ikan yang ada di dinding ruangan.

 

Tunjukkan nuansa pantai di teras rumah dengan memilih kursi berwarna biru atau turquoise sebagai kursi santai di bagian luar.

 

Setiap sudut harus dimanfaatkan, misalnya gunakan sebagai sudut santai untuk duduk—sehingga Anda tak bisa meminimalkan penggunaan sofa. Selain sebagai reading nook, sudut ini pun dapat diubah menjadi area kerja Anda.

 

Area dapur tak lepas dari nuansa pantai. Gunakan keset bermotif putih biru untuk menghiasi lantai dapur Anda.

 

Hias dinding dengan aksesori dari laut, seperti kerang, bintang laut, atau sekadar frame yang diisi pasir pantai.

Dijamin si kecil akan suka sekali dengan suasana kamarnya. Membawanya seakan pertualang ke laut luas dan seakan berada di dalam submarine.

 

Rumah kontainer

Percayakah, rumah ini luasnya tak lebih dari 62 meter persegi. Sekilas terlihat mungil, namun tetap luas di bagian dalamnya.

Sesuai namanya, rumah kontainer dibuat dengan memanfaatkan kontainer bekas. Untuk menjadikan sebuah hunian yang nyaman, pekerjaan utama yang harus dilakukan adalah memasang insulator untuk mempertahankan suhu ruangan.

Maklum, kontainer terbuat dari besi yang mudah menghantarkan panas. Jika dibiarkan saja, suhu udara di dalam ruangan akan sangat gerah dan tidak nyaman untuk ditinggali.

Bagian luar rumah benar-benar tampak seperti kontainer dengan dinding yang berlekuk.

Letakkan perabotan hanya di pinggir ruangan agar bagian tengahnya tetap terbuka luas.

 

Dominasi warna putih dan cokelat membuat ruangan menjadi lebih teduh dan menenangkan.

Sudah lebih percaya diri memiliki rumah mungil? Temukan ragam pilihannya dengan harga di bawah Rp500 juta di sini!

Foto: Smallhousebliss, Tiny House Company, House of Turqouise

Foto: Smallhousebliss

Rina Susanto