Sukses


Tampilan Fasad Bisa Pengaruhi Nilai Jual Rumah

Liputan6.com, Jakarta Fasad merupakan bagian suatu sisi luas sebuah bangunan. Umumnya, bagian suatu sisi yang dimaksud adalah bagian depan. Namun terkadang bagian samping dan belakang bangunan masih dikatakan sebagai fasad.

Fasad dalam arsitektur sering kali menjadi hal yang penting dan menunjukkan sudut pandang sebuah desain. Alasannya, karena fasad dapat memberikan suasana pada bagian-bagian bangunan lainnya.

Secara bahasa, fasad berasal dari bahasa Prancis yakni facade. Kata tersebut memiliki arti “depan” atau “muka”.

Karena penempatannya berada di bagian depan, fasad sebisa mungkin haruslah dibuat dengan nilai estetika yang tinggi.

 

Fasad setidaknya memiliki dua fungsi yang baik terhadap sebuah bangunan. Fungsi pertama adalah sebagai daya tarik orang lain.

Maksudnya, orang lain yang mungkin tidak mengenal dengan Anda, setelah melihat fasad rumah Anda, mereka akan tertarik untuk kenal dengan Anda.

Kira-kira pertanyaan dalam benak mereka adalah, “Seperti apa ya kira-kira pemilik rumah tersebut?”

Atau mungkin, untuk bangunan komersil, fasad juga harus memberikan kesan penasaran. Agar orang yang melewati toko tersebut melirik dan menimbulkan banyak tanya, “Barang apa sih yang dijual di sana?”

Fungsi kedua adalah bisa meningkatkan nilai jual sebuah bangunan. Bila fasad rumah Anda tidak asal-asalan, tidak menutup kemungkinan bisa meningkatkan nilai jual properti Anda. Tentu saja, karena rumah Anda akan tampak berbeda dan menarik.

Salah satu material yang kerap digunakan adalah kaca. Uniknya, material kaca tidak lagi hanya sekedar untuk jendela.

Tetapi juga sebagai jembatan visual antara ruang luar dan dalam bangunan. Maka tidak heran bila toko-toko berkelas selalu menggunakan kaca pada fasad mereka.

Namun, seiring perkembangan zaman, material kaca untuk fasad bangunan tidak tertutup juga untuk rumah.

Artinya, baik bangunan maupun rumah sah-sah saja untuk berlomba membuat fasad semenarik mungkin.

Berikut ini contoh-contoh fasad menarik yang sudah dilansir dari Rumah.com, dan bernilai estetika tinggi. Bisa saja, satu di antaranya menjadi favorit Anda:

Inspirasi dari Sweeney Lake House di Menneapolis (houzz.com)

Fasad pertama yang unik berasal dari Sweeney Lake House. Bila Anda lihat dari luar, desainnya sangat sederhana namun bersih dan rapi.

Bangunan ini hanya sedikit menggunakan material kaca. Selebihnya, didominasi oleh dua material kayu dan dinding.

Namun meski begitu, bangunan ini tidak tampak sempit. Warna putih pada dinding memberikan kesan lebar.

Inspirasi kombinasi dari konsep rumah pertengahan abad yang modern (houzz.com)

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, perkembangan arsitektur dan desain tentu tidak akan pernah ada habisnya. Contoh rumah kedua ini memiliki fasad yang memadukan konsep rumah tradisional dan rumah modern.

Keuntungan bentuk fasad seperti kerah kemeja ini sebenarnya memiliki tujuan untuk mengalirkan air hujan agar tidak menggenang di atap.

fasade serba kubus (houzz.com)

Agar lebih berwarna, salah satu konsep rumah di Missipi ini bisa Anda aplikasikan untuk rumah Anda. Jika dilihat dari tampak luar, rumah ini menggunakan lebih dari dua material yang digunakan.

Setidaknya, Anda harus mengguankan batu bata, kayu, kaca, fiber, atau MDC (Medium Density Fiberboard).

fasade untuk rumah klasik (houzz.com)

Rumah-rumah modern saat ini sepertinya sudah tidak menggunakan teras sebagai bagian dari rumah mereka.

Bagi Anda yang menginginkan konsep rumah klasik, Anda harus sedikit bekerja keras untuk membuat tampilan fasade menjadi unik namun tetap bersahaja.

Karena, prinsip utama dari rumah klasik ini adalah menunjukkan kenyamanan dan kesahajaan.Ya, kira-kira terlihat dramatis, akan menambah nilai dari rumah Anda.

Fasade rumah untuk ukuran mungil (houzz.com)

Terakhir, adalah fasad untuk bangunan berukuran kecil. Tipe rumah berkisar tipe 36 – tipe 45. Tampak dari luar cukup sederhana, namun masih tetap menarik.

Nah, karena diperuntukan pada rumah mungil, material kaca terbilang penting untuk memberikan kesan luas dan besar. Bagaimana, menarik bukan?

Feature picture: pixabay.com


REVIEW PROPERTY

Lihat Semua