Sukses


Pengembangan Kota Walini Bakal Menarik Investor

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah perlu memperkuat rencana pengembangan kota mandiri baru Walini di Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, dengan menempatkan fokus kota mandiri tersebut berbasis kawasan hijau dan penyediaan fasilitas infrastruktur yang memadai agar menarik bagi investor.

“Sebagai kota mandiri baru yang berada di tengah-tengah Bandung dan Jakarta, rencana pengembangan Walini saya kira patut diapresiasi. Ini adalah kebijakan tepat untuk mengurangi pertumbuhan penduduk dan kota yang massif di Bandung,” ujar Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda dalam keterangan tertulis, Kamis (5/11/2015).

Investor akan tertarik untuk berinvestasi di kota mandiri baru jika tersedia fasilitas infrastruktur. RencanaPT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) sebagai konsorsium Badan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang akan mengembangkan jalur kereta api cepat (High Speed Railway/HSR) Jakarta-Bandung dengan salah satu stasiunnya berada di Walini akan mendorong pengembangan kota baru Walini. Kota baru ini akan ditata dari infrastruktur hingga pengelolaan fasilitas publik.

“Saya kira, Walini paling pas adalah kota baru berbasis ekonomi hijau dan kampus. Rencana pengembangan kampus ITB di sana juga cukup bagus. Para pengembang mungkin kini sudah berancang-ancang untuk investasi di sana jika proyek rel kereta api cepat Jakarta-Bandung mulai dibangun,” ujar Ali.

Kota baru Walini diperkirakan berdiri pada lahan seluas 3.000 hektare atau seperlima luas kota Bandung. Kota itu nantinya dirancang mirip dengan kota-kota di Eropa hingga kota baru di Dubai, Uni Emirat Arab. 

Sebelumnya, Sekretaris Perusahaan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII, Gunara mengungkapkan, dengan adanya jalur kereta cepat Jakarta-Bandung, kota Walini menjadi salah satu persinggahan (Transit Oriented Development/TOD). Konsepnya kota ini akan didesain menjadi kota penyangga dan kawasan ekonomi baru modern di koridor Jakarta-Bandung.

"Untuk membangun Walini Eco Green dan Cyber City, kami telah bergabung dengan PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia, perusahaan patungan yang akan membangun kereta cepat Bandung-Jakarta," ucap dia.

Lebih jauh Gunara menambahkan, Walini saat ini merupakan lahan perkebunan yang kurang produktif. Namun ketika proyek kereta cepat terealisasi, daerah tersebut akan menjadi salah satu kota unggulan baru, selain Karawang dengan industrinya serta Gedebabage yang akan disulap menjadi Bandung Teknopolis.

“Aset lahan yang tidak subur harus kami optimalkan, agar bermanfaat bagi masyarakat dan perusahaan," ucapnya. (Gdn/Ndw)


Loading