Sukses


Properti Paris van Java Tebar Pesona

Liputan6.com, Jakarta - Bandung, Jawa Barat merupakan kota favorit, terutama bagi wisatawan asal Ibukota. Setiap akhir pekan dan libur nasional, Paris van Java selalu dipadati kendaraan berpelat Jakarta.

Potensi ini yang membuat pasar properti di Bandung diminati investor. Kawasan Bandung Utara merupakan salah satu pilihan. Tanahnya yang berkontur dengan pemandangan indah serta hawa sejuk, menjadikannya tempat favorit turis yang bertandang ke Bandung.

Dedi Hilman, Direktur PT Purnamaland, Bandung Utara sejak dulu merupakan kawasan elit di tempat orang Belanda bermukim. Saat ini pun Bandung Utara menjadi lokasi properti premium dengan harga tanah berkisar Rp 5 juta-Rp 12 juta per meter persegi.

"Pemerintah Daerah setempat menjadikan area di ketinggian 750 meter di atas permukaan laut ini sebagai kawasan khusus, yakni kawasan Bandung Utara (KBU). Sebagai kawasan konservasi air, Koefisien Dasar Bangunan (KDB) di KBU hanya 15 persen-20 persen dengan maksimal ketinggian bangunan lima lantai," jelas Dedi, mengutip dari laman www.rumah.com .

Peraturan izinnya pun terbilang lebih rumit dibanding kawasan Bandung lain, imbuhnya, seperti Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Selain itu, properti di kawasan ini pun harus dibangun dengan konsep ramah lingkungan.Dedi mengatakan, pembeli properti di Bandung Utara umumnya berasal dari Bandung Selatan yang secara strata sosial dan pendapatan mengalami peningkatan. Biasanya para upgrader ini adalah pebisnis.

Sementara itu, untuk kawasan baru dengan lahan berkontur dan berbukit-bukit lebih diminati oleh kalangan well educated umumnya berasal dari Jakarta.Dia menuturkan, Purnamaland tengah mengembangkan tahap kedua proyek Dago Village. Dengan total lahan 10 hektar, Dago village akan memiliki empat cluster.

"Tahap pertama sebanyak 26 unit telah sold out, sementara tahap kedua sebanyak 16 unit masih dalam tahap soft launch," ujar Dedi.

Di tahap kedua ini rumah yang dipasarkan adalah tipe 170/300 dengan harga jual Rp 2,5 miliar-Rp 4,5 miliar."Harga tanah di sini naik cukup tinggi dari Rp 1,8 juta menjadi Rp 4,6 juta per meter persegi dalam dua tahun. Tetapi angka ini masih tergolong murah, lantaran kompetitor kami memasarkan proyeknya dengan harga tanah Rp 8,5 juta Rp 12 juta per meter persegi," kata Dedi.

Konsumen Kelas Menengah

Di sisi lain, Bandung Timur sejak 2004 lalu telah dijadikan sebagai kawasan pengembangan kota Kembang dan masuk dalam Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW). Prospek Bandung Timur akan semakin bagus dengan beroperasinya fly over Pasteur-Ujung Berung, interchange Gedebage, monorel maupun tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan.

Belum lagi kawasan ini merupakan pusat pendidikan yang dihuni beberapa kampus ternama. Rendy Perdana, General Manager PT Griya Omega Estetika menuturkan, selain kawasan Bandung Barat, Bandung Timur menjadi incaran developer untuk mengembangkan rumah komersial. Ia menambahkan, segmen rumah menengah masih banyak dibuka. Keluarga umumnya mencari rumah tipe 36 hingga 45 dengan harga jual Rp 300 juta-Rp 600 juta.

Sementara untuk rumah tipe besar, yakni tipe 88 ke atas, banyak dibeli oleh upgrader, orang Bandung yang bekerja di luar kota (investor pemula) dan sebagai rumah kedua. Kondisi ini membuat harga tanah di Bandung Timur terus merangkak naik. Saat ini berkisar Rp 1 juta per meter persegi.

"Saat ini kami tengah memasarkan proyek De Green Mansion di Ujung Berung dan De Green Grande di Ciwastra. Penjualannya cukup baik. De Green Mansion tersisa sembilan unit dari total 74 unit, sementara De Green Grande tersisa enam unit dari total 128 unit," kata Rendy.

Ingin informasi selengkapnya silahkan klik di www.rumah.com (Ahm/Igw)


REVIEW PROPERTY

Lihat Semua