Sukses

Jumlah Undecided Voters Pilpres 2019 Versi 3 Lembaga Survei

Liputan6.com, Jakarta - Waktu pemungutan suara Pemilu 2019 pada 17 April tersisa 21 hari lagi. Namun, sejumlah survei mengungkap, masih ada pemilih yang belum menentukan pilihan (undecided voters) pasangan capres-cawapres apakah Jokowi-Ma'ruf Amin atau Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Berikut ini jumlah pemilih yang belum memutuskan pilihannya versi tiga lembaga survei yang dirangkum Selasa (26/3/2019):

1. Charta Politika

Charta Politika merilis hasil survei terbaru tentang elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Sebanyak 11,1 persen belum menentukan pilihan. Walau begitu, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf masih unggul dengan angka 53,6 persen dan Prabowo-Sandi 35,4 persen.

Sementara itu untuk yang sudah mantap menentukan pilihan sebanyak 76,2 persen dan yang mungkin masih berubah 13,1 persen. Jika dilihat dari hasil tingkat kemantapan pilihan masyarakat yang mencapai 70 persen, ini mengindikasikan bahwa pilihan sebagian masyarakat sudah cukup menguat di dalam menjatuhkan pilihan terhadap Capres-Cawapres. Sehingga tingkat swing voters relatif sudah rendah.

Charta Politika juga menyajikan hasil ekstrapolasi elektabilitas terhadap kedua paslon. Ekstrapolasi merupakan prediksi hasil akhir terhadap kedua paslon tanpa undecided voters. Hasilnya pasangan Jokowi-Ma'ruf tetap unggul.

Ketika dilakukan ekstrapolasi, Jokowi-Ma'ruf menggasilkan perolehan suara 60,2 persen. Sementara Prabowo-Sandi 39,8 persen.

Survei Charta Politika Indonesia dilakukan pada 1-9 Maret 2019 melalui wawancara tatap muka secara langsung dengan menggunakan kuesioner terstruktur. Survei tersebut menggunakan 2.000 responden yang tersebar di 34 Provinsi dan menggunakan metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of eror 2,19 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

2 dari 4 halaman

2. Survei Vox Populi

Pasangan calon Jokowi-Maruf Amin meraih elektabilitas 54,1 persen, sedangkan Prabowo-Sandi hanya sebesar 33,6 persen. Sisanya sebanyak 12,3 persen masih belum memutuskan pilihan versi lembaga survei Vox Populi Research Center.

Menurut Direktur Riset Vox Populi Research Center Dika Moehamad, memasuki masa kampanye terbuka dan iklan di media massa, serta dua putaran debat kandidat, kepuasan dan ketidakpuasan publik bisa menjadi amunisi bagi kedua kubu untuk merebut suara mengambang.

Survei Vox Populi Research Center dilakukan dengan metode kuantitatif. Jumlah respondens sebanyak 1.200 orang, dipilih secara acak bertingkat (multistage random sampling) mewakili seluruh provinsi.

Margin of error plus minus 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Pengambilan data dilakukan pada 5-15 Maret 2019.

3 dari 4 halaman

3. Litbang Kompas

Litbang Kompas baru saja merilis hasil survei terbaru yang dilakukan pada 22 Februari-5 Maret 2019. Hasilnya sebanyak 13,4 persen masih merahasiakan pilihannya. Dengan elektabilitas Jokowi-Maruf mendapat perolehan suara 49,2 persen, sedangkan Prabowo-Sandi 37,4 persen dengan selisi 11,8 persen.

Walaupun selisih keterpilihan semakin sempit, Jokowi-Ma'ruf masih berpeluang memenangkan Pilpres 2019. Sebab hasil ekstrapolasi elektabilitas menunjukkan peluang kemenangan Jokowi-Ma'ruf lebih besar dari Prabowo-Sandi.

Ekstrapolasi adalah perluasan data di luar data yang tersedia, tetapi tetap mengikuti pola kecenderungan data yang tersedia itu. Dengan mengasumsikan kelompok yang belum memutuskan dukungan pilihan (undecided voters) akan terbagi proporsional menurut perolehan survei, potensi kemenangan Jokowi-Ma'ruf 56,8 persen dan Prabowo-Sandi 43,2 persen.

Survei ini diikuti 2.000 responden yang dipilih secara acak dengan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi di seluruh Indonesia. Tingkat kepercayaannya 95 persen dengan margin of error penelitian plus minus 2,2 persen.

 

Reporter: Syifa Hanifah

4 dari 4 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Jokowi Ajak Pendukungnya Pakai Baju Putih Saat Datang ke TPS pada 17 April 2019
Artikel Selanjutnya
Ma'ruf Amin: 17 April 2019, Jangan Lupa Putih Adalah Kita