Sukses

Keliling Jatim, Sandiaga Sebut Pilpres 2019 Mirip Pilkada DKI 2017

Liputan6.com, Jakarta - Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno selama tiga hari ini telah menghabiskan waktunya untuk mengunjungi sejumlah titik di tiga daerah, yaitu Surabaya, Madura, dan Sidoarjo.

Pada titik terakhir, Sandiaga menghadiri rapat koordinasi pembekalan pimpinan organisasi relawan Prabowo-Sandi se-Jawa Timur bersama Sandiaga Uno di Juanda Sidoarjo, Jawa Timur.

Di hadapan ratusan pendukungnya, Sandiaga menyampaikan bahwa dinamika pilpres kali ini hampir sama dengan Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta, yang pada ujungnya mengalahkan petahana.

"Survei yang tidak digoreng-goreng menunjukkan bahwa kita terus naik, sementara kubu sebelah, tidak usah kita sebutkan, tapi yang jelas kita naik. Menunjukkan bahwa ini mirip-mirip Pilgub DKI Jakarta," tutur Sandiaga, Senin (21/1/2019) petang.

Sandiaga mengatakan, tren kemenangan mulai terlihat seperti di Pilkada DKI. Dia optimistis di Jawa Timur Prabowo-Sandiaga menang. Menurut dia, siapa yang mampu memenangkan suara di Jatim, maka secara nasional akan menang.

"Yang bekerja ini seluruh sinergi dan isu utamanya adalah ekonomi," ucap Sandiaga.

Ketua Sahabat Relawan Prabowo-Sandi Jawa Timur, Fauzi Mahendra menambahkan, rapat koordinasi relawan se-Jatim dilakukan sebagai penguatan gerakan untuk memenangkan suara saat pemungutan suara nanti.

"Harapan dari agenda Bang Sandi bagaimana mengatur door to door satu-satu ke relawan," kata Fauzi.

Fauzi menegaskan bahwa tujuan dari rakor ini adalah mengatur strategi dan sinergitas para pimpinan relawan agar tidak berjalan sendiri-sendiri. Sedikitnya 2,1 juta relawan terkoordinasi di Jatim untuk memenangkan Prabowo-Sandi.

"Karena yang jalan memang relawan dari emak-emak pasar, dan kedua anak muda milenial, yang mampu mendongkrak suara. Ketiga, karena Bang Sandi setiap kunjungan targetnya sepuluh titik," ujar dia.

2 dari 3 halaman

Keluhan Petani Garam

Sementara, saat kunjungannya ke Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sandiaga mendapat keluhan dari para petani garam. Mulai dari soal harga, infrastruktur, hingga impor garam.

"Baru pertama kali ini calon wakil presiden menyambangi petani garam yang sangat butuh perhatian pemerintah. Kami minta jika bapak nanti terpilih segera setop impor garam dari Australia dan India," kata Ketua Asosiasi Petani Garam Seluruh Indonesia (APGASI) Syaiful Rahman, Senin, 21 Januari 2018.

Satu persatu petani mencurahkan keinginan untuk lebih sejahtera mengais rezeki dari menjadi petani garam.

"Dari tahun ke tahun nasib petani garam semakin memprihatinkan. Maka jika nanti Bapak Sandiaga terpilih, mohon perhatikan petani garam," jelasnya.

Oleh karena itu, apabila Sandiaga nanti terpilih sebagai wakil presiden diharapkan memilih menteri yang berpihak kepada petani garam. Supaya nasib petani garam menjadi lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya demi meningkatkan kesejahteraan mereka.

Selain itu, kebutuhan infrastruktur untuk petani garam memang perlu dipenuhi, seperti, irigasi dan jalan agar saat hendak mengangkut garam mobil bisa dekat tambak. Karena jika tidak ada jalan yang bisa dilintasi truk, petani harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membayar kuli angkut.

"Harga garam sudah murah, kami masih harus mengeluarkan biaya angkut. Ya tetap saja sengsara petani garam ini," kata Ahmad Sukardi, salah seorang petani garam asal Kabupaten Sampang.

Sandiaga mengaku prihatin sekali terhadap nasib petani garam di Pulau Madura. Maka seharusnya ada solusi bagi mereka, karena 60 persen konsumsi garam di Indonesia itu dari Pulau Madura.

"Saya berkomitmen, jika nanti terplilih akan pilih menteri-menteri yang berpihak kepada rakyat. Tidak menyia-nyiakan petambak garam, sebab kami dipilih oleh rakyat dan tidak akan mengkhianati rakyat," kata Sandi.

Reporter: Mohamad Fahrul, Dian Kurniawan

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Riau Kembali Dilanda Kebakaran Hutan

Tutup Video
Loading
Artikel Selanjutnya
Kunjungi Magelang, Caitlyn Jenner Menginap di Resort Milik Sandiaga Uno?
Artikel Selanjutnya
Ma'ruf Amin Ibaratkan Ulama Seperti Daun Salam, Apa Artinya?