Sukses

Sandiaga Uno: Republik Ini Berutang Besar kepada Pesantren

Liputan6.com, Jakarta - Cawapres nomor 02 Sandiaga Uno mengunjungi pondok pesantren Al Wahdah di Jalan Sumber Girang No.12, Rembang, Jawa Tengah, Jumat (11/1/2018). Dalam kunjungan itu Sandi mengatakan bahwa program ekonomi umat, pemberdayaan pesantren dan santripreneur adalah program yang akan direalisasikan jika dirinya terpilih bersama Prabowo Subianto.

"Ini menjadi pekerjaan rumah paling besar bagi Indonesia, yakni reformasi ekonomi umat dan menggerakkan ekonomi rakyat. Untuk itu dibutuhkan pemerintahan yang kuat dengan kepemimpinan yang tegas dalam menjalankan program ini," kata Sandi.

Menurut dia, pesantren adalah sektor penting dalam ekosistem perjalanan ekonomi bangsa. Beberapa pesantren yang dikunjunginya juga bisa mandiri dengan swasembada pangan.

"Bahkan ada yang menggunakan enerji surya untuk memenuhi kebutuhan listrik pesantren tersebut," tuturnya.

Sandiaga menuturkan, 1 persen dari populasi Indonesia menguasai 50 persen lebih ekonomi. Dia berjanji akan mengurangi ketimpangan yang ada.

Menurutnya, kebijakan yang ada saat ini sangat liberal. Akibatnya yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin.

Kemudian utang semakin besar, dominasi asing dan kepentingan asing makin terasa. Sandiaga bakal memberdayakan potensi ekonomi Indonesia supaya tak tergantung pada asing.

"Industri halal berpotensi menghasilkan pendapatan 4000 triliun. Indonesia masih nomor lima. Ini adalah potensi besar bagi kita dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, saya akan opening betul pesantren. Republik ini punya utang besar pada pesantren," jelas Sandi.

 

2 dari 2 halaman

Diterima Gus Affas Baidhowi

Dalam kunjungannya, Sandi diterima oleh pengasuh Ponpes Al Wahdah, Gus Affas Baidhowi. Hadir juga KH Najih Maimun Zuber dan KH Wafi Maimun dari Sarang, Gus Aam Wahib Surabaya dan Gus Sholah Banyuwangi.

Saksikan video pilihan di bawah ini

Ajaib, Pohon di Hutan Ini Bisa Bersuara

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Tagline Prabowo-Sandi Berubah, Moeldoko: Fotokopi Lebih Mudah
Artikel Selanjutnya
Ma'ruf Amin: Indonesia akan Maju Bila Ulama dan Pemimpin Bersatu