Sukses

Gerindra: Pertemuan Gus Solah-Prabowo Bahas Ekonomi Bangsa

Liputan6.com, Jakarta - Sekjen DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, pertemuan calon presiden nomor urut 02Prabowo Subianto dengan Pimpinan Pondok Pesantren Tebuireng KH Solahuddin Wahid (Gus Solah) tidak membahas soal politik jelang Pilpres 2019.

Dalam pertemuan itu, Prabowo dan Gus Solah lebih banyak membahas mengenai persoalan ekonomi bangsa.

"Beliau kan cucu pendiri NU, beliau harus memastikan perbaikan ekonomi yang dijanjikan Pak Prabowo itu untuk semua lapisan masyarakat," ujar Muzani di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (8/11/2018).

Dia menampik kedatangan Prabowo ke kediaman Adik mendiang Presiden RI ke-4, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur itu, menawarkan masuk tim ekonomi bersama Kwik Kian Gie dan Rizal Ramli.

"Kalau itu tidak (jadi penasihat ekonomi). Gus Solah datang cuma untuk diskusi-diskusi saja," ucap dia.

Kepada Gus Solah, Prabowo banyak berdiskusi mengenai perekonomian yang dianggap terus mengalami penurunan. Prabowo memang tidak menampik adanya sejumla peningkatan, namun harus diakui semakin tahun daya beli masyarakat mengalami penurunan.

"Bagaimana menyelamatkan ekonomi kita yang sekarang ini makin berat, daya beli menurun. Ada pertumbuhan, ada pergerakan tetapi perdagangan itu volumenya menurun. Pertumbuhan itu ada tetapi menurun, kemudian daya beli ada, tetapi kemampuan daya beli terhadap barang juga menurun," jelas dia.

 

2 dari 2 halaman

Peran Sentral Gus Solah

Pentingnya melibatkan Gus Sholah, kata Muzani, selain karena tokoh NU, organisasi massa terbesar di Indonesia itu juga memiliki peran sangat penting.

Menurutnya, Gus Sholah juga memiliki konsep dan kepentingan yang sama dalam menyelamatkan ekonomi rakyat.

"Nahdlatul Ulama adalah bagian yang sangat penting atau mayoritas. Sehingga beliau memiliki konsep dan kepentingan yang sama bagaimana penyelamatan ekonomi negara berarti menyelamatkan ekonomi rakyat berarti menyelamatkan ekonomi umat, berarti menyelamatkan ekonomi NU," ucap Muzani. 

Reporter: Hari Ariyanti

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

 

Artikel Selanjutnya
PPP: Tak Ada Negara di Dunia Tidak Impor, Prabowo Merujuk ke Mana?
Artikel Selanjutnya
Sekjen PDIP Telepon Bupati Boyolali Minta Prabowo Dimaafkan