Sukses

Ijtimak Ulama II Arahkan Dukungan ke Prabowo, Ini Tanggapan Ma'ruf Amin

Liputan6.com, Jakarta - Bakal calon wakil presiden KH Ma'ruf Amin, mengaku tak memasalahkan munculnya forum ijtimak ulama jilid II yang kabarnya akan memutuskan mendukung pasangan Prabowo- Sandiaga Uno di Pilpres 2019.

Ma’ruf Amin mengaku selama ini telah melakukan safari politik ke sejumlah pesantren dan para tokoh agama. Dari hasil safari politiknya itu, dia telah memperoleh dukungan lebih dari 400 Kiai.

“Saya kira enggak ada masalah. Kemarin malam kan para ulama pesantren, 400 orang dan ulamanya ulama benar-benar, ulama, Kiai dan itu mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin. Jadi enggak ada masalah," ucap Kiai Ma'ruf di Rumah KMA, Jakarta, Minggu (16/9/2018).

Dia menyebut, salah satu yang mendukungnya adalah sosok KH Muhtadi Dimyati atau Abuya Muhtadi dari Banten. Menurutnya itu bisa menyaingi para ulama yang berada di Itjima Ulama II.

"Abuya Muhtadi dari Banten itu justru mendukung kami. Satu saja udah mengalahkan semua itu. Orangnya alim, hafal Quran, dan ahli ibadah. Itu ulama betulan itu. Jadi menurut saya optimis," jelas Kiai Ma'ruf.

Dia pun enggan menyebut bahwa kalangan ulama pecah dukungan. Menurutnya itu hal wajar.

"Enggak pecah. Ada yang kesana, ada yang kesini. Jangan dibilang pecah," pungkasnya.

 

2 dari 2 halaman

Dukungan 400 Kiai

Sebelumnya, 400 kiai dan pengurus pesantren seluruh Indonesia menyatakan mendukung pasangan capres dan cawapres Jokowi-Ma'ruf. Dukungan ini mereka umumkan saat berkumpul di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah di Kedoya, Jakarta Barat.

Pengasuh pondok pesantren Asshiddiqiyah Noer Muhammad Iskandar mengatakan, kiai dan pengasuh pesantren se-Indonesia sepakat dukung Jokowi-Ma'ruf dan yakin pasangan ini menang di Pilpres 2019 mendatang.

"Dengan mohon ridho Allah, para kiai mendukung Ma'ruf Amin untuk menjadi wakil Presiden Republik Indonesia dan Jokowi menjadi Presiden Republik Indonesia," kata Noer, Jakarta, Sabtu, 15September 2018.

Dalam kesempatan ini, ketua panitia acara Anas Tahir meminta semua santri yang ada di pondok pesantren tersebut, benar-benar memilih calon pemimpin Indonesia yang benar-benar lahir dan mempunyai jiwa yang dekat dengan Allah yakni Jokowi-Ma'ruf.

"Apabila kita salah memilih dan menyoblos dalam 30 detik dibilik suara, jangan sampai efeknya kita rasakan hingga 5 tahun ke depan," ujar Anas.

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Peserta Ijtima Ulama Diimbau Menangkan Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2019
Artikel Selanjutnya
Kehadirannya Ditolak, Ratna Sarumpaet Hanya 3 Jam Berada di Batam