Sukses

Pemantau Pemilu Apresiasi Partisipasi Tinggi dan Keamanan Pilkada 2020

Liputan6.com, Jakarta - Tingkat partisipasi pemilih di Pilkada 2020 mencapai 76,09 persen atau mendekati target 77,5 persen yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Tingginya tingkat partisipasi pemilih ini pun mendapat apresiasi dari pemantau pemilu, August Mellaz.

"Tentu kita harus berikan apresiasi luar biasa kepada pemilih Indonesia dan banyak pihak lain seperti pemerintah, khususnya Kemendagri, penyelenggara pemilu, TNI, Polri, media massa, maupun pegiat pemilu yang bersama-sama memberikan kontribusinya bagi keberhasilan pelaksanaan Pilkada 2020," ujar Direktur Eksekutif Sindikasi Pemilu dan Demokrasi (SPD) August Mellaz, Minggu (24/1/2020).

August mengatakan, penyelenggaraan Pilkada 2020 yang aman dengan tingkat partisipasi pemilih yang tinggi harus diakui menjadi jawaban sebaliknya dari sejumlah pandangan yang banyak dilontarkan oleh pengamat dan pegiat kepemiluan selama ini.

"Menurut saya ada yang luput dari perhatian kita selama ini, bahwa pemilih Indonesia harus diakui sebagai pemilih yang memiliki loyalitas tinggi terhadap pelaksanaan pemilu atau pilkada," ucapnya.

Menurutnya, kekhawatiran akan penyebaran virus corona atau Covid-19 memang sempat menjadi faktor penghambat bagi pelaksanaan Pilkada 2020.

"Namun seiring dengan sosialisasi informasi tentang penerapan protokol kesehatan di semua aspek kehidupan termasuk pilkada, pada akhirnya mengembalikan lagi kepercayaan dan keyakinan pemilih untuk berpartisipasi dalam pilkada," jelasnya.

Selain itu juga, Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Sung Y Kim, dalam kunjungan kehormatannya kepada Mendagri Tito Karnavian menyampaikan selamat kepada Indonesia atas keberhasilan Pilkada 2020.

"Saya ingin mengucapkan selamat atas suksesnya pemilihan (kepala) daerah yang baru lalu. Sungguh menakjubkan bagi saya kesuksesan tersebut," ucap Sung Y Kim.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengungkapkan bahwa tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada Serentak 2020 di 270 daerah mencapai 76,09 persen, naik 7,03 persen dari pemilihan 2015 dengan jumlah 269 daerah yaitu 69,06 persen.

"Ini saya kira cukup baik karena angka ini mendekati target dan melampaui partisipasi pemilih Pilkada 2015," ujar Tito.

Tito mengatakan, angka partisipasi pemilih itu menjadi salah satu keberhasilan bangsa Indonesia. Dia membandingkan dengan Pemilu Amerika Serikat pada November 2020 dengan partisipasi pemilih sebesar 66,9 persen.

Menurut Tito, angka 66,9 persen itu merupakan partisipasi pemilih tertinggi di Pemilu AS selama 120 tahun terakhir. Capaian tertinggi sebelumnya terjadi di Pemilu AS 1900 dengan angka partisipasi pemilih 73,9 persen.

Tito juga membandingkan dengan partisipasi pemilih di Pemilu Korea Selatan sebesar 66,2 persen. Dia menyebut angka itu juga merupakan yang tertinggi selama 28 tahun terakhir.

 

2 dari 3 halaman

Kedua Terbesar di Dunia

Jika dirinci, Tito melanjutkan, tingkat partisipasi pemilih untuk pemilihan gubernur sebesar 69,67 persen. Provinsi dengan tingkat partisipasi pemilih tinggi adalah Sulawesi Utara, Bengkulu, dan Kalimantan Utara. Adapun provinsi dengan tingkat partisipasi rendah adalah Kalimantan Tengah (59,98 persen), Sumatera Barat (61 persen), dan Kalimantan Selatan (65 persen).

Untuk tingkat kabupaten, Tito menyebut tingkat partisipasi pemilihnya 77,52 persen. Sedangkan tingkat partisipasi pemilih untuk pemilihan wali kota sebesar 69,04 persen.

Tito mengimbuhkan, Pilkada 2020 merupakan yang terbesar kedua, setelah Amerika Serikat, dari 96 pemilihan yang digelar berbagai negara di dunia sepanjang 2020. Dia berujar, potensi pemilih di Amerika Serikat sebanyak 200 juta, sedangkan potensi pemilih Pilkada 2020 di Indonesia banyak 100 juta.

"Dengan tingkat partisipasi 76 persen lebih, artinya hampir 77 juta pemilih yang hadir pada saat hari pemungutan suara se-Indonesia. Ini adalah election nomor dua terbesar di seluruh dunia," ucap Tito.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: