Sukses

Kemacetan di Kota Depok Jadi Sorotan di Debat Pilkada

Liputan6.com, Jakarta Debat ketiga Pilkada Kota Depok membahas sejumlah persoalan, salah satunya kemacetan di Kota Depok. Debat yang diselenggarakan di stasiun TV swasta ini, kedua Paslon saling adu gagasan terkait kemacetan dan pembangunan.

Paslon 01, Pradi mengatakan, kemacetan di Kota Depok menjadi persoalan yang perlu diperhatikan. Ruas jalan di Kota Depok ditambah penambahan penduduk di atas tiga persen, membuat Kota Depok menjadi sesak. Hal itu berbanding terbalik dengan ruas jalan baru dan pelebaran jalan yang belum dilakukan selama kepemimpinan Idris.

“Pertanyaan saya solusi apa yang akan Pak Idris lakukan, saya mohon gambaran dari nomor dua,” tanya Pradi, Rabu (4/12/2020).

Paslon 02, Idris mengatakan, dirinya sudah menganggarkan terkait kajian untuk pembebasan lahan jalan tembus Juanda. 

“Ya kita sudah kerja sama dan sekarang pengkajiannya ada di Kementerian Perhubungan,” ucap Idris.

Idris menuturkan terkait permasalahan LRT dari Cibubur ke Pondok Cina, akan dihubungkan dengan transportasi berbasis rel. Bahkan Idris membantah bahwa pusat pembangunan hanya di Margonda sentris yang disampaikan Paslon 01, yakni Afifah. Padahal, sudah ada empat pusat kota di Kota Depok, yakni Margonda, Tapos, Cipayung, dan Bojongsari.

“Siapa yang belum jalan-jalan ke Kota Depok, kita bisa melihat bahwa Bojongsari sudah luar biasa perkembangannya, Cinere sudah luar biasa perkembangannya. Tapos apalagi mudah-mudahan ke depan Bu Afifah bisa jalan-jalan ke tempat yang saya sampaikan tadi terima kasih,” ucap Idris.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 3 halaman

Fokus Pada Tataruang

Menanggapi komentar Idris, paslon 01, Afifah mengatakan, dirinya tidak keluar dari tema debat. Menurutnya, yang disampaikan pada debat juga mencakup pada tata ruang secara keseluruhan. Tata ruang tersebut akan mencakup keseluruhan, baik di dalam kota maupun dengan konektivitas dengan berbagai wilayah. 

“Saya pikir ini jangan mengelak, bahwa memang 15 tahun terakhir ini gak ada ya terkait dengan pertambahan pertumbuhan Jalan. Kecuali memang ini dilaksanakan, mungkin saya tidak mempertanyakan ini. Kami pastikan kami akan komitmen kepada rencana tata ruang yang sudah disiapkan,” tutup Afifah.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: