Sukses

Persiapan Gibran-Teguh dan Bajo Menghadapi Debat Perdana Pilkada Solo

Jakarta Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo akan menggelar agenda debat perdana pada 6 November 2020. Dua pasangan cawali-cawawali Pilkada Solo 2020, yaitu Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa dan Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo) mengaku siap mengikuti agenda debat tersebut.

"Sudah, sudah siap. Kami siapin bahan-bahannya, nanti kami perkuat lagi dengan simulasi debat," tutur Gibran kepada wartawan seusai rapat persiapan debat di Kantor KPU Solo, Senin, 26 Oktober siang kemarin.

Debat perdana Pilkada Solo akan fokus pada tiga materi utama, yakni problematika kota, kesejahteraan rakyat, dan pelayanan publik. Kendati begitu, Gibran mengaku sudah siap dengan semua materi debat.

Namun, putra pertama Presiden Joko Widodo atau Jokowi ini menyatakan, ada satu tema debat yang paling menyita perhatiannya, yaitu soal mitigasi Covid-19.

"Saya fokus hampir semua, terutama mitigasi Covid-19," kata Gibran.

Ihwal partner debat yang ia siapkan untuk simulasi, Gibran enggan menyebutkan. Namun, menurut dia, mereka adalah tokoh-tokoh Solo.

"Partner debat ada beberapa, rahasia-lah. Ada yang dari kalangan akademisi dan sebagainya. Semuanya orang Solo, sehingga lebih tahu problem-problem Solo," katanya. 

 

2 dari 3 halaman

Bagaimana Kesiapan Bajo?

Optimisme juga disampaikan cawali-cawawali Solo, Bajo. Menjelang debat perdana Pilkada Solo, 6 November, keduanya melakukan pendalaman materi dan simulasi.

"Yang namanya sudah maju, ora isa mundur. Maju terus pantang mundur," ujar Bagyo.

Selama kegiatan door to door bertemu masyarakat, Bajo mendapat banyak keluhan dan aspirasi untuk kemajuan Solo. Berbagai masukan dan keluhan tersebut ditampung Bajo dan akan direspons ketika menjadi wali kota dan wawali Solo.

"Saya sudah banyak menampung aspirasi dari masyarakat. Itu yang lebih riil. Saya tahu, seperti rusunawa, jeritannya seperti apa. Itu yang harus kami perjuangkan ke depan. Pokoknya kami sudah siap menghadapi agenda debat," urainya.

Ihwal lawan debat Bajo saat simulasi, menurut Bagyo, berasal dari berbagai latar belakang. Mereka membantu Bajo dan tim dalam persiapan menghadapi agenda debat.

"Tim kami biasa-lah, ada yang bakul wedangan dan lainnya," katanya.

 

Simak berita Solopos.com lainnya di sini

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: