Sukses

Pilkada di Masa Pandemi Covid-19 Dinilai Untungkan Petahana, Kenapa?

Liputan6.com, Jakarta Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Publik Independen (LKPI) Arianto menilai pemilihan kepala daerah (pilkada) pada masa pandemi Covid-19 menguntungkan calon petahana. Sebab, kata dia, mereka memiliki peluang besar memperkenalkan diri ke masyarakat.

"Pilkada pada masa pandemi Covid-19 ini berdasarkan hasil survei di tujuh kabupaten yang akan menggelar pilkada di Sumsel dan provinsi lain pada 9 Desember 2020 sebagian besar calon petahana sulit dikalahkan calon baru," kata Arianto di Palembang, seperti dilansir Antara, Minggu (26/7/2020).

Dia mencontoh hasil survei yang dilakukan LKPI di Kabupaten Musirawas, Sumatera Selatan. Hasil survei menggambarkan calon petahana di wilayah itu sulit dikalahkan pada Pilkada 2020.

Bupati Musirawas Hendra Gunawan merupakan calon petahana yang berpeluang besar memenangi pemilihan pilkada yang dijadwalkan berlangsung pada akhir tahun 2020 ini.

Hal tersebut terungkap dalam survei tim LKPI yang dilakukan di 42 desa/kelurahan dalam 14 kecamatan di Kabupaten Musirawas pada 10-19 Juli 2020 dengan metode wawancara tatap muka dan menggunakan metode multistage random sampling.

Arianto didampingi Koordinator Area LKPI Sumsel Sutrisno menjelaskan, tren elektabilitas Hendra Gunawan meroket dibandingkan calon bupati lainnya yang akan maju dalam Pilkada 2020.

Kuatnya tarikan elektoral petahana tersebut membuat angka elektoralnya semakin jauh jarak intervalnya dengan calon lain yang akan bertarung pada pilkada di Kabupaten Musirawas.

 

 

2 dari 3 halaman

Elektabilitas Tinggi

Saat survei digelar, kata Arianto, ditemukan kuatnya tarikan elektoral Hendra dari bakal calon bupati lainnya pada pertanyaan terbuka dengan menyodorkan beberapa nama bakal calon dan di luar nama yang disurvei.

Elektabilitas Hendra sebesar 61 persen, Firdaus Cik Olah (10 persen), Suwarti yang kini juga menjabat sebagai Wakil Bupati Musirawas (6,4 persen), Ratna Mahmud Amin (2,4 persen), Alamsyah A Manan (1,4 persen), dan Akmaludin (0,7 persen).

Elektabilitas nama bakal calon lainnya seperti Alamsyah A Manan, Wahyu Sumadi, Mulyana, Sumadi, Azandri, Amir Hamzah, dan Triono masih berada di bawah 0,7 persen, serta massa mengambang (16,7 persen).

"Alasan pemilih menjatuhkan pilihan pada H2G (Hendra) yang merupakan calon petahana itu karena sudah ada bukti hasil kerja nyata, berpengalaman di pemerintahan, perhatian kepada rakyat, dan dinilai bisa membawa perubahan yang lebih baik," ujar Arianto.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: