Sukses

Penjelasan Tim Bajo Diduga Catut Identitas Warga di Pilkada Solo

Jakarta - Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Solo 2020 diwarnai adanya dugaan pencatutan identitas satu keluarga asal Jogobayan RT 003/RW 003 Kelurahan Setabelan, Banjarsari, Solo sebagai syarat dukungan pada pasangan Bagyo Wahyono-FX Supardjo alias Bajo.

Terkait hal ini, tim pemenangan pasangan calon independen Bajo di Pilkada Solo 2020 langsung meminta maaf bila ada warga Solo yang tidak mendukung Bajo tapi tercantum di daftar pendukung yang didaftarkan ke KPU Solo.

"Intinya kalau merasa tidak menyerahkan KTP kepada kami sebagai bentuk dukungan kepada Bajo ya kami mohon maaf. Mungkin ini keteledoran teman-teman sukarelawan di lapangan. Kami mengumpulkan KTP lewat teman-teman relawan," ujar Penanggung Jawab Tim Pemenangan Pasangan Bajo, Budi Yuwono, Selasa (7/7/2020) siang.

Budi menjelaskan sukarelawan yang dikerahkan untuk mengumpulkan syarat dukungan Bajo di Pilkada 2020 dari warga Solo lebih dari 100 orang. Mereka bergerak di 54 kelurahan di Kota Bengawan, termasuk kelurahan hasil pemekaran.

Jumlah total dukungan yang dikumpulkan para sukarelawan Bajo sebanyak 41.425 warga. Tapi dari jumlah itu yang dinyatakan lolos tahap verifikasi administrasi sebanyak 35.142 orang. Jumlah itu lah yang saat ini diverifikasi faktual oleh KPU Solo.

"Karena kami mengumpulkan KTP lewat teman-teman, sehingga tak bisa mengontrol satu per satu. Intinya kan hanya ingin mengetahui bahwa beliau-beliau kalau ada calon independen mendukung atau enggak. Kalau nnggak ya sudah, TMS," kata dia.

2 dari 3 halaman

Tim Bajo Optimistis

Terkait proses verifikasi faktual dukungan pasangan Bajo di Pilkada Solo hingga hari ini masih di kisaran 18.000 orang. Dari jumlah itu seribuan orang telah dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) oleh tim verifikator KPU yang bekerja di lapangan.

Meski begitu Budi optimistis pasangan Bajo bisa melenggang sebagai cawali-cawawali Solo di Pilkada 2020 kendati sejumlah dukungan dinyatakan TMS

Menurut Budi, Tim Bajo sudah menyiapkan 20.000 lebih data warga Solo yang akan digunakan untuk menutup kekurangan dukungan akibat TMS.

Seperti diberitakan, satu keluarga di Setabelan, Banjarsari, Solo, kaget saat didatangi tim verifikator dari KPU didampingi Bawaslu Solo.

Mereka kaget karena merasa tidak pernah menyerahkan salinan identitas mendukung pasangan Bagyo Wahyono-FX Supardjo alias Bajo di Pilkada Solo.

Setelah memberikan keterangan yang sebenarnya, nama mereka dinyatakan tidak memenuhi syarat atau TMS.

 

Simak berita Solopos.com lainnya di sini.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: