Sukses

Kemendagri: Pilkada Serentak 2020 Jadi Tantangan Demokrasi di Tengah Covid-19

 

Liputan6.com, Jakarta Plt. Dirjen Politik dan Pemerintahan Kemendagri Umum Bahtiar menyatakan, optimisme menjalankan demokrasi menjadi pilihan di tengah wabah seperti ini.

"Bangsa ini harus bangkit, bagaimana menjalankan demokrasi di tengah wabah pandemi Covid-19," kata Bahtiar pada Diskusi online yang digagas Badan Saksi Nasional DPP Partai Golkar, Kamis, 21 Mei 2020.

Diakuinya, wabah Covid-19 memiliki tantangan khusus yang belum pernah dialami penyelenggara Pemilu di belahan dunia manapun.

"Memang seluruh dunia itu trial dan error. Kita belajar dari yang sukses dan dari yang gagal, dan semua negara termasuk penyelenggara Pemilu di seluruh dunia belum punya pengalaman menghadapi Pemilu atau pilkada dalam situasi wabah. Oleh karena itu memang pertama kali kita menjadi saksi sejarah dunia, jadi kita sama-sama belajar," ujarnya.

Pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 menjadi tantangan demokrasi tersendiri di era ini. Selain menjamin kedaulatan rakyat, pelaksanaan pilkada juga perlu menjamin keselamatan dan kesehatan masyarakat.

"Prinsipnya Kemenkes siap mendukung sepenuhnya, termasuk mempertajam protokol kesehatan yang akan disiapkan dan bagaimana jajaran kesehatan dan Kemenkes di lapangan lebih kuat mendukungnya. Saya kira kondisi dan syarat itu bisa diatasi," jelas Bahtiar. 

 

2 dari 3 halaman

Siap Dukung Pilkada Serentak

Pemerintah, termasuk penyelenggara Pemilu, ditambah dengan Gugus Tugas Covid-19 secara prinsip siap mendukung pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 di 270 daerah.

Tak kalah penting, peserta Pilkada termasuk masyarakat memiliki peranan penting untuk terlibat dan patuh dalam protokol kesehatan pada pelaksanaan pesta demokrasi itu.

"Kita harus optimistis bahwa kita bisa laksanakan pilkada ini," ujarnya. 

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: